Rabu, 19 Mei 2010

Senin, 10 Mei 2010

3 asas dalam memahami Tauhid asma wa sifat

oleh : Yayat Duryatna

1. Mensucikan dan mengagungkan Allah swt dalam hal kesempurnaan-Nya untuk tidak menyamakan dengan makhluk lainnya.
2. Menerima keterangan yang sudah jelas datangnya dari kitabullah dan Rasulullah tanpa membatasinya.
3. Tidak menafsirkan asma dan sifat_nya berdasarkan pendapat dan akalnya sendiri dan tidak menggambarkanya.

Jumat, 07 Mei 2010

Tau'iyah Ramadhan

oleh : Yayat Duryatna

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan perlu dilakukan persiapan-persiapan yang serius untuk meraih keutamaan-keutamaan Ramadhan. Secara pribadi setiap muslim wajib membekali dirinya dengan persiapan optimal yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan agar secara internal siap memasuki Ramadhan. Ada dua persiapan penting yang harus dilakukan dalam rangka Tau'iyah Ramadhan, yaitu :
1. Persiapan pribadi
2. Persiapan lingkungan
Persiapan pribadi terdiri dari 4 hal, yaitu :
1. I'dad ruhi imani yakni persiapan ruh keimanan. para shalafus saleh biasa melakukan persipan ini jauh sebelum datangnya Ramadhan, bahkan mereka sudah merindukan kedatanganya sejak bulan rajab dan sya'ban ini dapat dilihat dari do'a mereka : "Ya Allah berikanlah kepada kami keberkahan pada bulan Rajab dan sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, Allah swt melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzlaiman sejak bulan rajab, tapi bukan berarti dibulan lainya dibolehkan. Hal ini dilakuakn agar sejak bulan rajab iman kita sudah meningkat. Bisa dikiaskan bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up) sehingga ketika memulai start memasuki Ramadhan kita sudah bisa langsung lari kencang.
2. I'dad jasadi, yakni persiapan fisik, untuk memasuki Ramadhan secara fisik kitapun sudah harus lebih sehat dari biasanya sebab jika fisik lemah kemuliaan-kemuliaan yang dilimpahkan Allah di bulan ramadhan tidak bisa optimal kita raih.
3. I'dad Maliyah, yakni persiapan harta, persiapan harta bukan sekedar untuk mebeli kebutuhan logistik saat buka puasa atau kue-kue lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini, melaikanuntuk melipat gandakan shadaqoh, karena Ramadhan merupakan bulan kepedulian sosial. Pahala bershadaqah pada bulan ini berlipat ganda dibanding bulan biasa.
4. I'dad Fikri wa ilmi, ykni persiapan pikiran dan ilmu. Agar ibadah Ramadhan bis aoptimal diperlukan bekal wawasan dan persepsi yang benar tentang ramadhan, caranya dengan banyak membaca literatur-literatur tentang fadhilah ramadhan.

4 Macam Dzikir

1. Dzikir zahir
dzikir yang dilakukan oelh lidah dan diyakini dalam hati.
2. Dzikir Tsana
menyebutkan pujian-pujian bagi Allah Swt.
3. Dzikir do'a
"ya Tuhan kami kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi (QS 7 : 23)
4. Dzikir ri'ayah
Seperti mengucapkan kalimat-kalimat Allah bersmaku, Allah sellau melihatku, Allah sellau menjadi saksiku, dll.

Senin, 26 April 2010

Generasi Pilihan

7 Tahap penyeleksian generasi pilihan

1. Tidak ada menjadi ada (QS An Nahl : 40)
2. Menjadi manusia (QS 96 :4)
3. Menjadi khalifah (QS Lukman : 20)
4. Menjadi Imam : khalifah yg amanah dan khalifah yg khianat (QS 3 : 35)
5. Istiqomah (QS al-hujurat : 17 & al ankabut : 2-3)
6. Juru da'wah (QS al Fuslihat : 33)
7. Orang yg bahagia : da'wah karena terpaksa, tidak ada perubahan menjadi baik, harus ada manhaj/program, da'wah kewajiban manusia (QS Yusuf : 108)

Minggu, 18 April 2010

Minggu, 28 Maret 2010

TIPS MENGAHADAPI KRITIKAN

1. Terimalah bahwa diri kamu tidak sempurna dan memiliki kekurangan. Sehingga kekurangan dan kelemahan itu bisa kamu pelajari dan perbaiki.
2. Jangan menanggapi kritik secara pribadi. Sebaik apapun kamu sebagai seorang karyawan, tiap orang pasti dapat dikritik. Bersikaplah santai dan tenang dalam menerima setiap kritikan.
3. Dengarkan baik-baik kritikan itu dan jadikan sebagai masukkan positif bagi diri kamu. Karena kalau kamu abaikan, kemungkinan besar kesalahan yang sama akan terulang lagi.
4. Pahamilah bahwa ada orang-orang tertentu yang memang suka memberikan kritik. Mereka selalu melihat prestasi kerja orang lain dari sisi negatif. Terimalah mereka apa adanya.
5. Orang yang berani memberikan kritik umumnya adalah orang yang pandai dan kreatif. Mereka mampu melihat cara-cara lain untuk melakukan suatu pekerjaan dengan lebih baik tapi mereka sampaikan dengan nada yang negatif. Jangan bersikap defensif karena mereka mungkin dapat memberikan usulan yang sangat berguna bagi diri kamu.
6. Ketika dikritik, yakinkan diri bahwa itu bukan karena atasan atau bos membenci atau tidak menyukai kamu, melainkan agar hasil kerja dan produktivitas kamu lebih baik lagi.
7. Kadang-kadang seseorang melontarkan kritik hanya sekedar untuk melepaskan kekesalan hatinya. Bila ini yang terjadi, jadilah pendengar yang baik. Mungkin yang mereka keluhkan sebenarnya hanyalah sesuatu yang kurang berarti.
8. Dengarkan tiap kritik dengan seksama. Bila perlu, bertanyalah untuk menyakinkan bahwa kamu telah menangkap kritiknya.
9. Jangan fokus pada rasa marah atau sakit hati. Lebih baik fokus pada pekerjaan agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
10. Jika kritikan yang diterima membuat kamu sakit hati, tidak ada salahnya untuk mengutarakan perasaan tersebut pada atasan. Sehingga atasan pun akan mengerti perasaan kamu dan membuat hubungan atasan-bawahan menjadi lebih kuat.
11. Dalam menerima kritik apapun juga, cobalah melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah itu. Bila kamu tak dapat melakukan apapun juga, katakanlah dengan jujur dan berilah perhatian tulus atas usulan atau kritikan tersebut.
12. Bila kritikan itu sehubungan dengan kesalahan yang memang kamu lakukan, akuilah dengan jujur. Tiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak perlu merasa malu.
13. Bila rekan atau atasan kamu mengutarakan kritik atau sarannya, berarti mereka masih memperhatikan kamu. Justru kalau tidak ada yang mengkritik, kamu harus waspada.
14. Jadikan kritikan tersebut sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik dan biasakan untuk selalu teliti dalam bekerja agar meminimalisir kesalahan.