Pendahuluan
Bahan ghazwul fikri, hizbu syetan dan juga qodhoya ummat adalah penyedaran kepada musuh-musuh islam yang sntiasa mengajak manusia ke jalan yang benar. Bahan alhaq wal bathil ini berusa untuk menyedarkan bahwa musuh islam itu sebetulnya berasal dari pihak kebatilan dan pertembungan dengan islam dengan islam merupakan keadaan yang akan selalu dihadapi. Mereka selain islam akan bersama menyerang dan menghancurkan islam. Bahan al haq wal bathil ini mencoba juga memberikan beberapa jalan keluar ke atas permasalahan ummat dengan memunculkannya hizbullah. Penyederan bahwa pertembungan adalah antara haq dan bathil disampaikan melalui bahan sirak bayna haq wal bathil dan quwatul haq. Setelah itu sikap yang perlu di persiapkan dalam menghadapi pertembungan ini adalah furqon dan istiqomah. Akhirnya bagaimanapun sikap bertahan akan dilanjutkan kepada usaha menghadapi dan menyelesaikan masalah iaitu dengan menghadirkan hizbullah sebagai alternatif jawaban. Bagaimanapun keadaannya peranan hizbullah mesti di hidupkan.
Pertembungan diantara muslim dengan kafir dan musuh-musuhnya adalah disebabkan kerana pertembungan al haq dan bathil. Permusuhan al bathil sehingga ia dengan sengaja memerangi islam smnjak dulu hingga sekarang dan sampai hari kiamat merupakan bukti bahwa mereka tidak akan senang melihat islam kecuali apabila pengikut islam bertingkah laku kafir atau menjadi murtad. Keadaan ini keadaan yang paling diminati dan di senanginya. Tercapai objektif menyesatkan manusia dan membuat kerusakan ini selepas berhadapan dengan hizbullah yang merupakan kekuatan yang sebenarnya.
Pertembungan diantara al haq dan al bathil adalah peperangan diaantara hizbullah dan hizbusyetan. Allah yang menciptakan manusia dan alam ini mempunyai ilmu yang luas mengenai ciptaan sehingga kebenaran Allah ini menjadi suatu dien Allah yang juga akhirnya sebagai dien yang benar . Ansorullah adalah sikap mukmin kepada pemmpinya yang kemudian sebagai tentera Allah dan bergabung ke dalam hizbullah. Kemenangan akan diperoleh hizbullah dengan kejayan dunia akhirat.
Di lain pihak pula mush dapat membentuk pengikut kebatilan yang tidak jelas bagaimana pandangan nya terhadap mahluk (manusia dan alam) yang berdasarkan andaian atau sangkaan sahaja. Mereka juga membentuk pendukung kebatilan yang kemudian menjadi junudul bathil dan akhirnya menjadi hizbu syetan. Dengan demikian pertembungan antara hizbu syetan dan hizbullah di pentas dunia dan khususnya di dunia dakwah mulai bermain.
Allah SWt sebagai kholik mempunyai kekuatan yang di gambarkan di dalam kaul(perkataan) dan kauni (alam). Kebenaran Allah SWT yang terdapat di dalam kaun ataupun yang terdapat di dalam kaul(Al Qur'an), apabila diterima oleh manusia maka berarti mereka adalah muslim sedangkan keengkarannya sebagai kafir. Allah akan mempertembngkan kebenaran haq dan bathil dan memenangkan islam keatas kejahiliyaan. Furqon yang didasari oleh pertembungan haq dan bathil membezakan dua kekuatan iaitu Allah SWT sebagai kekuatan kebenaran sedangkan thagut adalah musuh yang nyata. Allah SWT telah menyebutkan bahwa mengikuti Allah berarti mengikuti kebenaran dan membawa kita kepada jannah sedangkan sebaliknya apabila mengikuti taghut maka akan membawa kita ke dalam neraka. Sikap mukmin menghadapi masalah pertembungan ini mesti berada di dalam ikatan tali yang kukuh iaitu dengan menjadikan Allah sebagai wala dan kemudian meninggalkan thagut.
Istiqomah adalah komitmen dan konsisten kita kepada islam berdasarkan prinsip kerana Allah dan islam, yang kemudian dilaksanakan berdasarkan cara islam dengan mengikuti minhaj Allah bersamaNya dan bertujuan kepada islam dan kepada Allah. Kebalikan dari istiqomah yang mempunyai kesertaan Allah dan islam pada semua proses maka ghoiru istiqomah adalah berdasarkan kepada sesuatu yang bukan Allah dan bukan islam. Furqon adalah pembeda dari haq dan bathil ini Kejayaan islam apabila berhasil membedakan kedua pengaruh yang saling bertentangan (haq dan batil). Muslim yang furqon akan meninggalkan kebatilan dengan cara menolaknya dan kemudian menerima islam.
Pertembungan haq dan batil hanya akan dimenangkan oleh hizbullah. Tanpa hizbullah adalah kehancuran. Dengan hizbulah maka akan muncul kemenagngan dan kejayaan. Beberapa cirri hizbullah adalah akhlak-akhlak asasiyah dan akhlak harakiah. Kedua akhlak ini perlu dipenuhi agar dapat menjadi hizbullah dan kemudian Allah SWT akan memenangkan diennya.
Sirak Bayna Haq Wal Bathil
Sinopsis
Allah sebagai yang maha pencipta, maka ia juga maha mengtahui akan ciptaanNya. Dengan demikian maka Allah SWT maha bijaksana. Dengan bijaksana ini maka Allah merupakan al haq. Dien yang Allah miliki adalah dien Allah yang merupakan dien haq. Dien haq yang dipertuntukan kepada manusia memerlukan pengikut dan pendukung sebagai bukti dan contoh bagaiamana manusia memerlukan keselamatan dan kedamaian islam. Para pendukung islam ini disebut sebagai jundullah yang mereka ini bergabung ke dalam hizbullah dan mereka pasti menang jaya.
Selain Allah adalah mahluk yang diciptakan dimana mereka sangat bodoh karena aktiviti, pemikiran dan sifatnya berorientasikan kepada zon dan dugaan. Sedangkan analisa selain Allah ini adalah batil yang dipelopori oleh malik dan thaghut. Dengan demikian dien inipun bisa di sebut dengan dien malik. Mereka pun mempunyai pengikut dan pendukung yang kuat yang di sebut dengan penolong syetan. Mereka sebagai ansorul batil, yang kesediaan dan kesiapan menjalankan perintah taghut merupakan tentera-tentera iblis yang kemudian bergabung di dalam hizbus syaiton. Akhirnya mereka pasti akan kalah dan merugi.
Hasiyah
1. Allah Yang Maha Pencipta
Sarahan
Allah SWT adalah kholik yang sebenarnya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu. Dia memiliki kekuasaan mengatasi segala mahluq. Dengan demikian Allah SWT Maha Berkuasa Mencipta, mengatur dan mentadbir seluruh Alam. Kekuatan yang sebenarnya adalah di sisi Allah. Tidak ada yang silap, lemah dan kekurangan pada Allah. Dia maha sempurna.
Dalil
10:4; KepadaNyalahkembali kamu semua, sebagai janji Allah yang benar. Sesungguhnya Dialah yang memulakan kejadian mahluk, kemudian ia mengembalikan(hidup semula sesudah matinya), untuk membalas orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dengan adil; dan orang-orang kafir pula, disediakan bagi mereka minuman dari air panas yang menggelegak, dan azab yang tidak terperi sakitnya, disebabkan mereka ingkar dan berlaku kufur.
67:3 ; Dia lah yang mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah yang maha pemurah itu di seberang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah; (jika engkau ragu-ragu ) maka ulangilah pandangan -(mu)- dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan?
59:24; Dia lah Allah, Yang menciptakan sekalian mahluk; Yang mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang membentuk rupa (mahluk-mahluk Nya menurut yang di kehendakiNya); Bagi Nyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada dilangit dan di bumi; dan Dia lah yang tiada banding Nya, lagi Maha Bijaksana.
2. Maha Mengetahui
Sarahan
Imu Allah meliputi segala-galanya. Dengan ilmunya. Dengan ilmunya Allah SWT berkuasa mencipta, menghidupkan, melangsungkan kehidupan berbagai mahluk,mematikan dan seterusnya menghidupkan kembali serta memperhitungkan. Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang nyata. Allah maha mengetahui keadaan hambanya.
Dalil
67:14; Tidaklah Allah menciptakan sekalian mahluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang ia maha halus urusan pentadbiran Nya, lagi maha mendalam pengetahuanNya!
36:79;; Katakanlah: "Ia akan di hidupkan oleh yang menciptakan nya kali yang pertama.Dia maha mengetahui tentang segala mahluk."
3. Maha Bijaksana
Sarahan
Allah yang menciptakan , maka Dia maha bijaksana dalam mnentukan apakah yang paling sesuai untuk mahluknya. Allah menyediakan segala keperluan mahluknya. Dengan melihat dalam diri kita , nampak jelas kebijaksanaan Allah. Dia mencipta kita dengan sebaik-baik. Dia mengurniakan aqal sehingga kita boleh berfikir. Mata&ldots;melihat, alam yang indah berwarna-warni pula..telinga &ldots;mendegar. &ldots;.Melihat kepada alam sekeliling kita, Allah menciptakan pokok membekal oksigen. Kita sedut setiap saat &ldots; masya Allah. Demikian pula dengan kebijaksanaan Allah SWT maka Dia menurunkan untuk mahluk system &ldots; yang dengan nya setiap mahluk hidup dan berjalan dengan teratur. Maka untuk manusia juga ada system dari Allah.
Dalil
59:24; Dia lah Allah, Yang menciptakan sekalian mahluq; yang mengadakan(dari tiada kepada ada); yang membentuk rupa(mahluk-mahluk nya menurut yang di kehendaki Nya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-muliaNya; bertasbih segala yang ada di langit dan di bumi; dan Dialah yang tiada banding Nya, lagi maha bijaksana.
61:1; Segala yang ada dilangit dan di bumi, tetap mengucap tasbih kepada Allah ; Dan Dialah yang maha kuasa dan maha bijaksana.
62.1; Segala yang ada dilangit dan di bumi, tetap mengucap tasbih kepada Allah yang menguasai(sekalian alam), Yang Maha suci, Yang maha kuasa, lagi maha bijaksana.
4. Allah adalah al Haq
Sarahan
Allah menamakan diriNya sebagai al Haq. Allah adalah Rabb yang sebenarnya. Dialah yag paling mengetahui, paling bijaksana maka selayaknyalah Dia menentukan mana yang haq dan mana yang batil
Dalil
10:32; Maka yang demikian (siafatNya dan kekuasaanNya) ialah Allah, Tuhan kamu yang sebenar-benarnya; sesudah nyatanya sesuatu yang betul dan benar,maka tidakkah yang lain daripada itu salah? Oleh itu, bagaimana kamu dapat di pesongkan dari kebenaran?
22:62; Bersifatnya Allah dengan kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu kerana bahwasanya Allah, Dialah sahaja tuhan yang sebenar-benarnya, dan bahwa segala yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah yang maha tinggi keadaanNya. Lagi maha besar (KekuasaanNya)
5. Dien Allah Dien yang Haq
Sarahan
Maka Allah SWT mengutus rasulNya SAW untuk menyampaikan kepada ummat manusia kebijaksananNya untuk menerima petunjuk Rasul dan seterusnya menjlankan system Allah, dien Allah, Nizam Rabbani. Sebenarnya menerima dan melaksanakandien Allah ini adlah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Dengan tertegak dien Allah, Kehidupan manusia di dunia akan aman, sejahtera, dan akhirnya setelah mati dan menemui Allah SWT di akherat juga dalam sejahtera.
Dalil
48:28; (Allah yang menyatakan itu) Dia lah yang telah mengutus RasulNya(Muhammad, SAW) dengan membawa hidayah petunjuk dan agama yang benar(agama islam), supaya Dia menjadi saksi (tentang kebenaran apa yang di bawa oleh RasulNya itu).
9:33; Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (agama islam), untuk di menangkan dan ditingikan atas segala agama yang lain, walaupun orang-orang musrik tidak menyukainya.
61:9; Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad SAW) dengan membaww hidayah dan petunjuk agama yang benar(agama islam), supaya ia memenangkan dan meninggikan atas segala agama yang lain, Walaupun orang-orang musrik tidak menyukainya.
6. Memerlukan Pendukung
Sarahan
Penegakkan mana-mana system dikalangan manusia, ada pendukung, pembela dan penolong-penolong. Sistem akan tertegak bermula dengan keyakinan manusia, kemudian memnagunkan dalam konsep dan hati nurani dan akhirnya menegakkan dalam syaksiyah peribadi. Golongan yang menerima dien ini adalah muslim, yang patuh dan melaksanakan semua tabpa soal. Seterusnya muslim tadi meningkatkan amalan dan kesungguhan sehingga menjadi mu'min sejati &ldots; dan menuju kesempurnaan menjadi mutaqqin. Sejarah rasul terdahulu seperti nabi Isa as. Diungkap oleh Allah di dalam Al Qur'an mengisahkan ansorullah yang menebarkan dakwah di kalangan Bani Israil ketika itu. Pembantu Rasul di dalam menegak dan melaksanakan dien Allah SWT.
Dalil
61:1; Wahai orang-orang yang beriman! Jadikanlah diri kamu pembela-pembela (agama) Allah sebagaiman (keadaan penyokong-penyokong) Nabi Isa ibni Maryam (ketika ia) berkata kepada penyokong-penyokong itu: " Siapakah penolong-penolong ku (dalam perjalananku)kepada Allah (dengan menegakkan agamaNya) ?" Mereka menjawab :"Kamilah pembela-pembela (agama)Allah!" (Setelah Nabi Isa tidak berada diantara mereka ) maka sepuak dari kaum Bani Israil beriman, dan sepuak lagi (tetap) kafir. Lalu kami berikan pertolongan kepada orang-orang yang menag.
47:7; Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (agama) Allah niscaya Allah membela ( untuk mencapai kebenaran)dan meneguhkan tapak pendirian kamu.
7. Jundullah
Sarahan
Ketika mana dien ini tertegak, disana akan ada musuh Allah dari kalangan syaithon, dan kuncu-kuncu yang menyerang samada melalui ghazwu fikri, maupun ghazmuasykari, atau ghazwu iqtisodi. Sirah Rasulullah SAW menceritakan bagaiman baginda telah di serang, assabigunal awwalun di siksa dan di serang, daulah islam dimadinah juga di serang. Serangan bertubi-tubi &ldots; ghazwah bertemu ghazwah&ldots; Khilafah islam juga di serang &ldots; dari umawiyyah, Abbasiyyah hingga akhirnya tumbang&ldots; pada 1924. Maka siapakah yang akan mempertahankan dien ini dari serangan tersebut .. tentunya jundullah. Tentera Allah yang berdiri tegak, dilatih, ditarbiyah, disusun, ditandzim, sehingga menjadi suatu saf yang tersusun rapi menjalankan agama ini. Jundi yang berdakwah dan jundi yang berperang. Jundi yang lebih mementingkan Allah, Rasul dan Islam, melebihi dirinya, keluarganya dan anak istrinya. Jundullah yang mengejar mardhotillah, dan mengajak syurga Allah dan kemampuannya seluas langit dan bumi. Berjilid-jilid sejarah telah menulis&ldots; darah syuhada'jundullah&ldots; ya Allah matikanlah hati ini atas syahid dijalan Allah&ldots;
Dalil
48:4; (Tuhan yang menbuka jkemengan itu) Dialah yang merunkan semangat tenang-tentram ke dalam hati orang-orang yang beriman(semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman dan yakin beserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; padahal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka); dan Allah adalah maha mengetahui, lagi maha bijaksana.
48:7; Dan Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menyiksa orang-orang yang durhaka); dan Allah adalah maha kuasa, lagi maha bijaksana.
37:171-173; Dan demi sesungguhnya! Telah ada semenjak dahulu lagi, ketetapan kami, bagi hamba-hamba kami yang diutus menjadi Rasul - Bahwa sesungguhnyalah mereka orang-orang yang di berikan pertolongan mencapai kemenagngan. Dan bahwasanya tentera Kami {pengikut-pengikut Rasul), merekalah orang-orang yang mengalahkan (golongan yang menentang kebenaran).
58:21; Allah telah menetapkan : " Sesunnguhnya Aku dan Rasul-rasulKu tetap mengalahkan(golongan yang menentang )". Sesungguhnya Allah maha kuat , lagi maha kuasa.
Hadits;
8. Hizbullah
Sarahan
Tanzim adalah keperluan dalam bekerja secara satu pasukan. Tanpa tandzim suatu pasukan akan huru hara. Terlalu banyak arahan, terlalu banyak kecelaruan akan melemahkan saf.Oleh itu jundullah mestilah disiplinkan hidup mereka untuk focus kepada perjuangan dan amal. Mereka memerlukan tarbiyah yagn khusus untuk menyatukan aqidah, akhlak dan hati sebelum mereka dapat disatukan dalam saf yang berhadapan dengan musuh. Kekuatan islam adalah dengan kekuatan penyusunan setian jundi dengan kepatuhan yang total kepada Allah dan Rasul. Jundullah bersatu di bawah panji-panji Hizbullah. Dan inilah gabungan kekuatan al Haq- kekuatan yang sebenar-benarnya. Satu pasukan yang beriman, mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan tidak takut sesiapapun kecuali Allah SWT.
Dalil
5:55-56; Sesungguhnya penoong kamu adalah Allah, dan Rasulnya serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembhyang dan menunaikan zakat, sedangkan mereka rukuk(tunduk menjunjung perintah Allah). Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka berjayalah dia), kerana sesungguhnya golongan (yang berpegang kepada agama Allah) itulah yang teap menang.
58:22; Engkau tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya; Sekalipun orang-orang yang menentang mereka itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur)akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokng-penyokong (agama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (agama) Allah itu ialah orng-orang yang berjaya.
9. Mereka pasti menang dan jaya
Sarahan
Siapakah yang dapat mengatasi kekuatan al Haq&ldots; Mustahil&ldots;. Kekuatan orang mu'minyang iklash berjihad di jalan AllahSWT merupakan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ini telah bergabung dan terpadu sehingga ia merupakan kekuatan yang lahir dari kekuatan aqidah, ukuwwah dan wehdah.Gabungan inilah mendapat pertolongan dari tentera langit dan bumi dari tentera Allah. Hizbullah yang melengkapi sysrat pasti mendapat pertolongan Allah. Hizbullah pasti menang. Kemenangan inilah yang ditunggu-tunggu orang mu'min&ldots;(al husnayain) 9:52 menang atau syahid
Dalil
Siapakah yang dapat mengatasi kekuatan al Haq&ldots; Mustahil&ldots;. Kekuatan orang mu'minyang iklash berjihad di jalan AllahSWT merupakan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ini telah bergabung dan terpadu sehingga ia merupakan kekuatan yang lahir dari kekuatan aqidah, ukuwwah dan wehdah.Gabungan inilah mendapat pertolongan dari tentera langit dan bumi dari tentera Allah. Hizbullah yang melengkapi sysrat pasti mendapat pertolongan Allah. Hizbullah pasti menang. Kemenangan inilah yang ditunggu-tunggu orang mu'min&ldots;(al husnayain) 9:52 menang atau syahid
5:56; Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan rasulNya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka bejayalah dia), kerana sesungguhnya golongan(yang berpegang kepada agama) Allah, itulah yag tetap menang.
10. Selain Allah adalah mahluk yang diciptakan
Sarahan
Selain Allah SWT adalah mahluk yang di ciptakan. Apakah kekuatan yang ada pada mahluq. Banyak ayat-ayat Allah yang menceritakan haqiqat mahluq yang sebenarnya lemah. Apalagi yang disembah selain Allah itu semuanya lemah belaka. Semua kumpulan atau kelompok yang bergabung untuk menentang Allah itu, tidak memiliki kekuatan apapun. Mereka asalnya lemah dan bergabung diatas kelemahanjua. Kita perlu menyakinkan bahwa mahluq itu benar-benar lemah&ldots; Mahluq tak boleh mencipta wlaupun seekor lalat. Mahluq hanya menggunakan ciptaan Allah. Gabunglah mana-mana saintis yang paling pakarpun, niscaya tidak akan mampu mencipta sebiji atompun ,,, apalagi nak cipta lalat&ldots; impossible. Hanya Allah , pencipta sebenar&ldots; dari tiada kepada Ada. " Kun fa yakun"..
Dalil
16:17; Kalau sudah demikian, adakah Allah menciptakan semuanya itu sama seperti mahluq-mahluq yang tidak menciptakan sesuatu? Maka patutkah kamu lalai sehingga kamu tidak mau beringat serta memikirkannnya?
22:73; Wahai umat manusia, inilah diberikan satu missal perbandingan, maka dengarlah mengenainya dengan sungguh-sungguh. Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, yang lain dari Allah itu, tidak akan sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya; dan jika lalat itu mengambil sesuatu dari mereka, merka tidak dapat mengambilnya balik dari padanya. (kedua-duanya lemah belaka ), lemah yang meminta (dari mendapat hajatnya), dan lemah yang diminta (daripada menunaikannya).
11. Yang sangat bodoh
Sarahan
Sifat kebodohan adalah berkait langsung dengan kelemahan. Oleh itu system yang direka oleh manusia pastinya tak boleh menandingi system Allah. Dien manusia mana mungkin menandingi Dien Allah itu, ketinggian itu tiada bandingan nya . Ramai yang mnecuba-cuba membuat system sendiri terbukti akhirnya membawa kepada kehancuran, kegagalan, putus asa, peperangan dan kebinasaan. Hidup manusia menjadi porak poranda.
Dalil
33:73; (Dengan kesanggupan manusia memikul amanah itu maka) akibatnya Allah akan menyiksa orang-orang lelaki yang munafik serta orang-orang perempuan yang munafik, dan orag-orang lelaki yang musyrik serta orang-orang perempuan yang musyrik; dan juga Allah akan menerima taubat orng-orang lelaki yang briman serta orang-orang perempuan yang beriman. Dan memangnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihi.
12. Berorientasi pada zon, dugaan, analisa
Sarahan
Satu factor penting dari kebinsaan itu adalah manusia membina system mereka diatas dasar dzon.. ragu-ragu.. tidak pasti. Sedangkan Allah SWT mendirikan system berdasarkan kebenaran, ilmu dan hikmah. Dasar dari sangkaan dan analisis yang lemah di gunakan lalu terbinalah system yang akhirnya merosokkan segala-galanya. Dari kezaliman politik, keruntuhan moral, kejatuhan ekonomi, kehancuran system social semuanya didasaarkan dari berbagai hipotesis, tesis, teori, paradigma dan berbagai anggapan yang sangat lemah&ldots;. Kadangkala diistilahkan saintifik.. moden&ldots; maju&ldots; tidak ortodoks&ldots; tidak fundamentalis dsb.. Hakikatnya Allah menyebutkan bahwa dasar mereka hanya dugaan dan sangkaan.
Dalil
110:36; Dan kebanyakan mereka, tidak menurut melainkan sesuatu sangkaan saja. (padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapt memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran(iktiqad). Sesungguhnya Allah maha mengtahui akan apa yang mereka lakkan.
6:116; Dan jika engkau menurut orang kebanyakan dimuka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan mu dari jalan Allah; tiadalah yang mereka turut melainkan sangaan semata-mata, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.
13. Selain Allah adalah bathil
Sarahan
Oleh karena itu sahlah bahwa selain dari Allah, biarpun yang namanya bathil&ldots;Bathil tanpa berilmu, sesat dan bahkan menyesatkan. Tidak ada selepas dari yang haq itu kecuali al bathil. Yang tidak memiliki apa-apa kekuatan . Namun begitu mereka berusaha mempertahankan yang batil itu. Al Bathil akan ditegakkan dan akan dipertahankan karena faedah-faedah tertentu, untuk kepentingan hawa nafsu tertentu. Al Bathil akan bertahan. Al Batil dan kuncu-kuncunya akan ada sepanjang zaman. Mereka adalah palsu dan menegakkan kepalsuan. Menipu dan menyesatkan itu adalah kerja al batil.
Dalil
10:32; Laka yang demikian (sifatNya dan kekuasaanNya) ialah Allah, Tuahan kamu yang sbenar-benarnya; sesudah nyatanya sesuatu yang betul dan benar, maka tidaklah yang lain daripada itu salah dan karut sahaja? Oleh itu bagaimana kamu dapat di pesongkan dari kebenran?
22:62; Bersifatnya Allah dari kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu karena Allah, Dialah saja tuhan yang sebenar-benarnya, dan bahwa yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah saja yang maha tinggi keadaan nya, lagi maha besar (kekuasaanNya)
14. Dienul Malik
Sarahan
Selain islam adalah dien yang batil. Sistem hidup yang lain ditegakkan uuntuk mengatur dan mengurus kehidupan manusua, samada individu ataupun berjamaah (bermasyrakat). Mereka mengamalkan suatu yang bertentangan dengan kehendak Allah Berdasarkan haw nafsu dan keragua-raguan (dzon) deen ini tertegak. Allah tidak menerima dien seperti ini. Oleh itu dien yang batil ini mestilah di kenali oleh para daie supaya ia tidak tertipu atau tergelincir.
Dalil
12:76; Maka Yusuf mulailah memeriksa barang-barang mereka sebelum memerikasa tempat saudara kandungnya ( Bunyamin) kemudian ia menghilangkan benda yang hilang itu dari tempat simpanan barang saudara kandungnya. Demikianlah kami jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf. Tiadklah ia dapat mengambil saudara kandungnya menurut undang-undang raja Dienul Malik, kecuali jika dikehendaki Allah. (Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki, Dan tiap-tiap orang yang berilmu pengetahuan, adalagi diatasnya yang lebih mengetahui,
42:26; Dan ia memperkenankan doa permohonan orang-orang beriman serta beramal sholeh, dan Ia menambahi mereka dari limpah kurniaNya (selain dari yang mereka pohonkan). Dan (sebaliknya)orang-orang kafir, disediakan bagi mereka azab siksa yang seberat-beratnya.
15. Penolong syetan di sebut anshorul batil
Sarahan
Pendukung Dien batil ini juga ramai sekali. Mereka adalah penolong syaithon. Kebatilan di sokng oleh musyrikin, kafirin, munafikin, yahudi dan nasoro. Banyak sekali kisah mereka dari zaman Nabi Adam as dan seluruh rasul kemudian menghadapi semua pendukung syaithon ini. Mereka juga beramal jamai dalam membangunkan dan mempertahankan dien batil ini. Berbagai nama di berikan untuk menghiasi dien ini dan dipertahankan oleh pendukungnya. Di dunia mereka bersama dan di hari qiamat mereka juga menyesal bersama&ldots; Pendukung system batil ini gembira jika orang mukmin kalah, gagal dan tewas. Mereka mahu menguburkan Islam dan Dien Allah SWT. Dalam perang Badr,Uhud, Khandaq mereka telah berusaha&ldots; dan hingga kini mereka tidak berhenti lagi untuk menentang al Islam.
Dalil
4:141; (Mereka yang munafi itu ialah) orang-oarang yang senatiasa menunggu-nuggu (berlakunya sesuatu) kepada kamu; maka kalau kamu mendapat kemengan dari Allah (dalam sesuatu peperangan), berkatalah mereka (kepada kamu): " Bukankah kami turut brjuang bersama-sama kamu ? (oleh itu kami juga berhak menerima bahagian dari harta rampasan perang)". Dan jika orang-orang kafir pula mendapat bahagian(yang menguntungkan dalam peperangan), berkatalah mereka (kepada orang-orang kafir itu): Bukankah kami turut membantu kamu dan mempertahan kan kamu dari(serang balas) dari orang-orang beriman (dengan mendedahkan rahsia perpaduannya)?". Maka Allah akan menghakimi diantara kamu semua pada hari kiamat; dan Allah tidak sekali-kali akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk membinasakan orang-orang yang beriman.
16. Tentera-tentera iblis
Sarahan
Mereka menjadi tentara yang setia dan bersungguh-sunguh mempertahankan Dien syaithon&ldots; Senantiasa mendengar arahan darisyaithon dan kuncunya. Sedangkan syaithon menyeru dan mengajak mereka ke neraka. Perjalanan mereaka di hiasi dan di taburi dengan nikmat dan ganjaran dekat, mereka dipengaruhi untuk tetap dengan kesengan dunia. Ini memanglah kepakaran syaithon.. Dia mengajak merak dari semua arah..
Dalil
26:94-95; " Lalu mereka di humbankan ke dalam neraka dengan tertiarap, jatuh bangun berulang-ulang, -mereka dan orang-orang yang sesat bersama,"Termasuk juga bala tentara iblis semuanya.
17. Hizbu syaithan
Sarahan
Pasukan syaithon ini bergabung untuk menentang hizbullah. Ia membentuk satu team..hizbus syaithon. Dia menggunakan berbagai taktik, Cuma Allah mengatkan bahwa tipu daya dantrick mereka adalah lemah belaka. Hizbus syaiton dzohir dengan macam-macam nama dan organisasi srta parti. Walau apapun nama mereka namun pada haqiqat mereka adalah satu, untk menentang dien yang haq dan meruntuhkannya.
Dalil
7:27; Wahai anak-anak Adam! Jangan lah kamu diperdayakan oleh syaithon sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapa kamu dari syurga, sambil ia melucutkan pakian mereka berdua untuk memperlihatkan kepada meraka: aurat mereka (yang sebelum itu tertutup).
Sesungguhnya syaitan melihat dan kaumnya melihat kamu dengan keadaan yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan-syetan itu teman rapat bagi orang-orang yang tidak beriman.
58:19; Syaitan telah menguasai dan mempengaruhi mereka, sehingga membuat mereka lupa mengingati (ajaran dan amaran) Allah; mereka itulah puak syaithan. Ketahuialah! Bahwa puak syetan itu sebenarnya orang-orang yang merugi.
18. Mereka pasti kalah dan merugi
Sarahan
Hizbus syaithon sebenarnya bergabung diatas landasan yang rapuh dan lemah. Kekuatan jundullah akan pasti mengatasi dien syetan ini. Diakhirat lebih-lebih lagi besar penyesalan mereka. Allah menceritakan bagaimana diakhirat mereka saling berbantah-bantah, tuduh menuduh, cela mencela, karena menyesali penggabungan mereka. Rugilah mereka serugi-ruginya.
Dalil
54:45; Kumpulan mereka yang bersatu itu akan tetap dikalahkan, dan mereka pula akan berpaling lari.
3:12; Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang kafir itu:"Kamu akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan di himpunkan (pada hari kiamat) ke dalam neraka jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat yang disediakan".
Ringkasan Dalil
Allah yang maha pencipta (10:4; 67:3; 59:24;) maha mengtahui (67:14; 36:79;), maha bijaksana(59:24; 61:1; 62:1) Allah adalah al Haq (10:32; 22:62;), dien Allah dien yang haq (48:28; 9:33; 61:9)Memerlukan para pendukung(61:4; 47:7;) para pendukung di sebut jundullah(48:4; 7;37:171-173;; 58:21, hadits), bergabung di dalam hizbullah (5:55-56; 58:22), mereka pasti menang dan jaya(30:47;5:56)
Selain Allah adalah mahluk yang di ciptakan(16:17; 22:73) yang sangat bodoh (33:73), berorientasi pada zon, dugaan,analisa(10:36; 6:116), Selain Allah adalah batil(10:32; 22:62) membuat selain dienullah/dienul malik (12:76; 42:26) para pendukungnya adalah pendukung syetan di sebut anshorul bathil (4:141) di sebut juga tentara-tentara iblis(26:94-05), bergabung dalam hizbus syaithon(7:27; 58:19)
Mereka pasti kalah dan merugi (54:45; 3:12).
Quwatu Haq
Sinopsis
Allah adalah sumber kebenaran dan Dialah yang maha kuat. Ada dua kekuatan: Allah SWT yang pertama dialam dan yang kedua di dalam perkataanNya. Kekuatan Allah di alam merupakan kekuatan kauniyah. Kekuatan ini berlaku bagi semua alam dan manusia samada kafir/ ashabul batil mahupun mukmin ashabul haq. Kekuatan Allah dialam mengena kepada semua mahlukNya tidak terkecuali seperti rezki yang di berikan, kehidupan berupa air, oksigen, hujan , panas dan sebagainya. Manakala kekuatan Allah di dalam perkataan Nya merupakan kekuatan firman-firman Allah yang hanya terdapat pada orang-orang mukmin/ashabul haq.
Antara ashabul haq dan ashabul batil selalu bertentangan karena ada perbedaan antara haq dan batil. Pertembungan ini pasti akan menjadikan Islam sebagai pemenang karena bagaimanapun Allah yang mempunyai Islam sedangkan kita sebagai pendukung dan penolong saja. Lagi pula kebatilan pada hakikatnya di bawa oleh ciptaan Allah juga sehingga semua ketentuan berada pada kehendak Allah SWT. Allah berfirman ketika yang haq datang yang batil pasti lenyap dan kemudian Islam dimenangkan atas semua Dien.
Hasiyah
1. Allah adalah sumber kebenaran
Syarah
Disana tidak ada sumber kebenaran selain Allah SWT. Keyakinan inilah sember penting kekuatan mu'min. Kekuatan yang lahir dari kebenaran bukannya kebatilan.
Dalil
2:147; Kebenaran(yang datangnya kepadamu dan di sembunyikan oleh kaum yahudi dan nasrani)itu (wahai Muhammad), adalah datangnya dari Tuhanmu; oleh karena itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
10:32; Maka yang demikian (sifatNya dan kekuasaanNya) ialah Allah, Tuhan kamu yang sebenar-benarnya; sesudah nyatanya sesuatu yang betul dan benar, maka tidakkah yang lain daripada itu salah dan karut saja? Oleh itu, bagaimana kamu dapat dipesongkan dari kebenaran?
22:62; BersifatNya Allah dari kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu karena bahwasanya Allah, Dialah saja tuhan yang sebenar-benarnya. Dan bahwa yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah yang maha tinggi keadaanNya, lagi maha besar (kekuasanNya)
2. Dia yang maha kuat
Syarah
Allah maha kuat. KekuatanNya dapat diambil dari kekuatan quliyah (iaitu Al Qur'an) dan kekuatan kauniyah (iaitu alam kebendaan). Di dalam al Qur'an terdapat petunjuk llahi dalam semua bidang kehidupan. Al Qur'an mentarbiyah ummat sehingga lahirlah muslim mu'min yang kuat. Ia juga mentarbiyah masyrakat untuk membangun dalam semua aspek kehidupan. Al qur'an yang di talaqqi, ditadabbur,ditadarrus, ditafsir dan dilaksanakan dikalangan ummat pasti menjadi sumber kekuatan ummat. Sebab ini juga musuh islam berusaha agar ummat ini meninggalkan al Qur'an. 'Selama al Qur'an ini ada di tangan ummat Islam, kamu tidak akan dapat mengalahkan ummat Islam'. Kita mesti mentarbiyah ummat untuk kembali menghayati al Qur'an.
Dalil
58:21; Allah telah menetapkan : "Sesungguhnya Aku dan Rasul-rasulKu tetap mengalahkan (golongan yang menentang)". Sesungguhnya Allah maha kuat, lagi maha kuasa.
51:58; Sesungguhnya Allah dialah saja yang memberi rezeki (kepada sekalian mahlukNya, dan Dialah saja) Yang mempunyai kekuasaan yang tidak terhingga, lagi maha kuat kukuh kekuasaan Nya.
40:3; Yang mengampunkan dosa, dan yang menerima taubat; Yang berat azabNya; yang melimpah-limpah kurniaNya; tiada tuhan melainkan Dia; kepadaNyalah tempat kembali.
3. Di alam
Syarah
Allah tidak menciptakan Islam secara sesia.Setiap ciptaan Allah membuktikan kekuatan Allah SWT. Kekuatan alam ini dapat dimanfaatkan oleh manusia Sebahagian kekuatan ini dapat dilatih dan dibangunkan. Sekiranya manusia hanya bergantung kepada kekuatan kebendaan dan melupakan sumber kekuatan kedua, maka ia tidak sempurna bahkan boleh menjadi kufur.
Dalil
30:8; Patutkah mereka merasa cukup dengan mengetahui yang demikian saja, dan tidak memikirkan dalam hati mereka, (supaya mereka dapat mengetahui), bahawa Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada diantara keduanya itu melainkan dengan ada gunanya yang sebenar, dan dengan ada masa penghujungnya tertentu,(juga kembali menemui penciptanya)? Dan sebenarnya banyak diantara manusia , orang-orang yang sungguh-sungguh ingkar akan pertemuan dengan TuhanNya.
6:73; Dan Dialah yang mencipatakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, dan (Dialah juga) pada masa (hendak menjadikan sesuatu) berfirman : "Jadilah", lalu terjadilah ia. FirmanNya itu adalah benar. Dan bagiNyalah kuasa pemerintahan pada hari di tiupkan sankakala. Ia yang mengetahi segala yang ghaib dan yang nyat, Dan Dialah yang maha bijaksana, lagi maha mendalam pengetahuanNya.
44:38/39; Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan yang segala ada diantara keduanya, secara maian-main; Tidaklah Kami menciptakan keduanya (serta segala yang ada diantara keduanya) melainkan dengan menzahirkan perkara-perkara yang benar; akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu).
23:115; " Maka adakah patut kamu menyangka bahwa kami hanya menciptakan kamu (dari tiada kepada ada) saja dengan tiada sembarang hikmat pada ciptaan itu ? dan kamu (menyangka pula) tidak akan di kembalikan kepada Kami?"
4. Di dalam perkataan
Syarah
Al qur'an adalah kalam Allah SWT yang mengandung kalam lengkap, jika dipatuhi dan dilaksanakan maka akan menjadi lengkap dan sempurnalah keidupan manusia. Ia adalah kebenaran yang jelas. Orang mukmin mengambil panduan ini sehingga jadilah mereka ummat pilihan. Apabila arahan-arahan Al Qur'an dilaksanakan dalam kehidupan, ia mengubah manusia, keluarga, masyarakat dan negara.Orang kafir dan hizbus syaithon tidak dapat mengambil faedah dari pada ayat Karena kesombongan mereka.
Dalil
2:147; Kebenaran (yang datangnya kepada mu dan di sembunyikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani) itu (wahai Muhammad), adalah datangnya dari Tuhanmu; oleh itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang -orang yang ragu-ragu.
6:115; Dan telah sempurnalah kalimah Tuhanmu (Al qur'an meliputi hukum-hukum dan janji-janjiNya) dengan benar dan adil; tiada sesiapa dari sesuatupun yang dapat merubah dari kalimah-kalimahNya; Dan Dia lah yang sentiasa mendengar, lagi sentiasa mengetahui.
10:36; Dan kebanyakan mereka, tidak menurut melainkan suatu sangkaan saja,(padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapat memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran(iktiqad). Sesungguhnya Allah maha mengetahui akan apa yang mereka lakukan.
5. Antara ashabul haq dan ashabul bathil
Syarah
Oleh itu pertembungan antara yang haq dan batil pasti berlaku dan kemenangan dipihak al haq. Allah mengumpamakan seperti hujan yang turun, al haq memberikan faedah yang banyak, sedangkan al bathil seperti buih yang akhirnya akan lenyap.
Dalil21:18; Bahkan kami sentiasa mengarahkan yang benar menentang yang salah, lalu ia menghancurkannya, maka dengan serta-merta hilang lenyaplah dia.Dan (tetaplah) kecelakaan akan menimpa kamu disebabkan apa yang kamu sifatkan(terhadap kami).
21:35; Tiap-tiap diri akan merasai mati, dan kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu sekalian akan dikembalikan.
13:17; Ia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu membanjiri tanah-tanah lembah(dengan airnya)menurut kadar yang di tetapkan untuk faedah mahlukNya, kemudian banjir itu membawa buih-buih yang terapung-apung. Dan dari benda-benda yang di bakar di dalam api untuk di jadikan barang perhiasan atau perkakas yang diperlukan, juga timbul buih seperti itu. Demikian lah Allah memberi missal tentang perkara yang benar dan yang salah. Adapun buih itu maka akan hilang lenyaplah ia hanyut terbuang, manakala benda-benda yang berfaedah kepada manusia maka ia tetap tinggal di bumi. Demikianlah Allah menerangkan missal-misal perbandingan.
6. Haq datang yang batil pasti lenyap
Syarah
Apabila kebenaran ditegakkan dengan sebenar-benarnya, kebatilan tidak akan tinggal bersama. Seperti kegelapan, apabila dating cahaya menerangi, maka tiadalah lagi kegelapan. PPendukung kebenaran akan menegakkan al haq dan menghapuskan kebatilan. Apabila Rasulullah SAW menyeru, mentarbiyyah, mentaqwin dan membangunkan Islam kepada masyarakat jahiliyah di Mekkah, Kita melihat seorang demi seorang berpindah ke agama Islam. Kabilah demi kabilah memihak kepada Islam&ldots; akhirnya Bandar demi Bandar dan negara demi negara&ldots;. Demikian al haq menerangi jahiliyyah, sehingga apabila Islam menguasai maka, jahiliyyah pasti akan lenyap.
Dalil
17:81; Dan katakanlah: "Telah datang kebenaran(Islam), dan hilang lenyaplah perkara yang salah (kufur dan syirik); sesungguhnya yang salah itu sememangnya satu perkara yang lenyap".
8:8; Supaya Allah menegakkan yang benar itu dan menghapuskan yang salah (kafir musyrik) yang berdosa itu tidak menyukainya.
7.Dimenangkan atas semua Dien
Syarah
Inilah tujuan Islam diturunkan Allah SWT, sebagai huda, dan Dien yang Haq untuk di menangkan oleh Allah, mengatasi seluruh system/dien yang lain. Islam adalah dien kemenangan. Islam memiliki segala potensi untuk berada diatas. Islamlah yang paling tinggi dan tiadalah yang mengatasinya. Inilah keyakinan para mu'min, dan untuk inilah Islam mentarbiyah ummat. Ummat Islam yang berdiri diatas al haq adalah pendukung kemenangan. Walupun kita maklumi bahwa kemenangan islam ini bukanlah kemenangan secara otomatik, bahkan sirah menceritakan bahwa penegakkan al Islam menuntut darah syuhada dan air mata.
Dalil
48:28; (Allah yang menyatakan itu) Dialah yang mengutus RasulNya (Muhammad SAW) dengan membawa hidayah petunjuk dan agama yang benar (agama islam), supaya Dia memenangkan dan meninggikan atas segala bawaan yang lain; dan cukuplah Allah menjadi saksi (tentang kebenaran apa yang di bawa oleh Rasul Nya itu)
9:33;Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (agama islam), untuk di menangkan dan ditinggikan atas segala agama yang lain, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.
61:9; Dia lah yang telah mengutus Rasul Nya (Muhammad SAW) dengan membawa hidayah dan petunjuk yang benar (agama islam), supaya ia memenangkannya dan meninggikannya atas segala agama yang lain, walaupun orang musyrik tidak menyukainya.
Ringkasan Dalil
Allah adalah sumber kebenaran(2:147; 10:32; 22:62); Dia yang maha kuat (58:21; 51:58; 40:3)
Ada dua kekuatan: 1. Dialam(30:8; 6:73;; 44:38/39; 23:115); kekuatan kauniyah, berlaku bagi semua manusia baik kafi/ashabul bathil mahupun mukmin/ashabul haq. 2. Di dalam perkataan: kekuatan firman-firman Allah (2:147; 6:115; 10:36) hanya bagi orang mukmin/ashabul haq.
Antara ashabul haq dan ashabul bathil selau bertentangan karena ada perbedaan antara haq dan batil (21:18,35; 13:17). Ketika yang haq dating yang batil pasti lenyap (17:81; 8:8), agar di menangkan atas semua dien(48:28; 9:33; 61:9).
Furqon
Sinopsis
Sikap furqon atau pembeda (antara yang haq dengan yang batil) di wakili oleh Allah sebagai haq dan taghut sebagai wakil kebatilan. Pemimpin al haq adalah Allah (yang benar), Allah SWT sebagai al haq akan membawa kepada cahaya yang memberikan bimbingan kepada manusia dengan mendatang kan islam sebagai dien sehingga selesailah segala permasalahan yang ada, kemudian di bawanya mereka di dalam syurga. Manakala pemimpin kebatilan adalah taghut. Taghut sebagai wakil dan pembawa kebatilan selalu berada di dalam kegelapan.Warna gelap yang mewarnai kebatilan akan membawa kejahiliyaan yang merupakan sumber masalah ummat dan perintis munculnya masalah. Keadaan ini akan membawa manusia sampai ke neraka.
Sikap furqon yang harus kita pegang dalam menghadapi pertembungan ini adalah membedakan secara benar mana yang haq dan yang batil kemudian berpegangan secara teguh kepada tali Allah yang sangat kukuh/urwatu wutsqo Prinsip yang perlu dipenuhi di dalam menjalankan urwatul wutsqo adalah aktiviti dan sikap yang berdasarkan lillah(karena Allah), ma'allah(beserta Allah), ilalah(menuju ridho Allah)
Hasiyah
1.Furqon
Syarah
Furqon adalah pembeda haq dan batil. Al qur'an sendiri berperanan sebagai furqon karena salah satu nama Al Qur'an adalah furqon. Al Qur'an sebagai al haq berarti lanngsung memberikan pemahaman bahwa di luar atau yang bertentangan dengan nilai-nilai Al Qur'an adalah kebatilan yang perlu di ingkari dan di tolah. Al Qur'an sebagai furqon karena di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk yang membawa manusia ke jalan yang benar dan membedakan nya dengan kebatilan. Orang yang mengamalkan furqon biasanya adlah orang yang bertakwa kepada Allah SWT akan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan, serta mengampunkan (dosa-dosa) kita.
Furqon sebagai pembeda haq dan batil ini merupakan pertarungan dia antara Allah dengan taghut yang secara implikasinya berlaku diantara orang beriman dengan orang kafir.
Dalil
25:1; Maha berkat Tuhan yang menurunkan Al-Furqon kepada hambaNya (Muhammad), untuk menjadi peringatan dan amaran bagi seluruh penduduk alam.
2:185; (Masa yang di wajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan ramadhan yang padanya di turunkan Al Qur'an, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia , dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbedaan antara yang benar dan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu ; dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka , kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu sebanyak hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan ramadhan), dan supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur.
8:29; Wahai orang-orang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya ia mengadakan bagi kamu (petunjuk) yang membedakan antara yang benar dengan yang salah, dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta mengampunkan (dosa-dosa) kamu. Dan Allah (sememangnya) mempunyai limpah kurnia yang besar.
2. Allah sebagai pembawa al Haq
Syarah
Allah SWT sebagai haq karena dialah yang menciptakan manusia dan alam. Dia wajar mengetahui akan ciptaanNya sehingga ilmu yang dimilikiNya merupakan bukti kebenaran yang di bawaNya.
Dengan kebenaran maka wujudlah cahaya yang menyinari kegelapan dan mendapatkan penjelasan bagaimana semestinya kita hidup dan berjalan dengan baik dalam mencapai kejayaan. Muhammad SAW dan kitab yang diturunkan Allah SWT sebagai cara untuk lebih menjelaskan haq yang sebenarnya.
Islam sebagai pembimbing, karena cahaya yang di bawanya. Oleh itu dilarang mencampur cahaya dan kegelapan. Dilarang kita mencampur adukkan haq ini dengan kebatilan. Haq tetaplah haq dan laksanakan haq semampunya sedangkan batil adalah tetap batil yang merupakan kesesatan. Mencampuradukkan berarti kita tidak furqon tetapi larut dalam situasi.
Islam yang berisikan kebenaran akan menjadi penyelesai masalah ummat Sehingga ummat lepas dari penjara dunia untuk mengajak menusia kejalan yang benar sehingga di bawanya manusia ke akhirat masuk syurga.
Dalil
2:256; Tidak ada paksaan dalam agama (islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar , lagi maha mengetahui.
2:257; Allah pelindung (yang mengawal dan menolong) orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir penolong-penolong mereka adalah taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli neraka mereka kekal di dalamnya.
18:1; Segala terpuji tertentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), kitab suci Al Qur'an, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong)
2:42; Dan janganlah kamu campur adukkan yang benar itu dengan yang salah,dan kamu sembunyikan yang benar itu pula padahal kamu semua mengetahuinya.
3. Taghut sebagai pembawa kebatilan
Syarah
Dilain pihak pula taghut sebagai wakil dari kebatilan senantiasa mengeluarkan kegelapan yang menjadikan pengikutnya tidak tahu kemana akan pergi dan kemana kesudahannya. Keadaan kegelapan ini mungkin menjadikan muslim tersesat di dalam kejahiliyahan atau kebodohan yang didalamnya berpuncak segala kebodohan ummat.
Jahiliyah dengan kehidupan merupakan contoh nyata amalan yang bukan Islam, dimana mereka tidak mempunyai pegangan dan tidak jelas akan kemana sehingga perjalanan di dalam gelap boleh menyesatkannya.
Jahiliyah dengan keadaan yang demikian maka wajar dari dalamnya muncul permasalahan yang akan menghancurkan ummat Islam dan dunia seisinya.
Akhirnya mereka akan di bawa ke neraka.
Dalil
2:256; Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), karena sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar, lagi maha mengetahui.
18:56; Dan tidak Kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi amaran; dan orang-orang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu; dan mereka jadikan ayat-ayatku, dan amaran yang di berikan kepada mereaka sebagai ejekan-ejekan.
31:20; Dan tidak kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi berita gembira dan pemberi amaran; dan orang-orang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu; dan mereka jadikan ayat-ayatKu, dan amaran yang diberikan kepada mereka sebagai ejekan-ejekan.
2:257; Allah pelindung (yang mengawal dan yang menolong) orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir, penolong -penolong mereka ialah taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.
4. Urwatul Wutsqo
Syarah
Sikap kita menghadapi keadaan pertembungan haq dengan batil adalah mesti membuat hubungan yang kuat pada tali yang kuat dan kukuh (urwatul wutsqo). Pegangan ini berdasarkan pada kejelasannya terhadap al haq dan al batil. Tanpa mengtahui haq bagaimana pula individu akan berpegang dan kepada siapa pula mesti berpegang. Selain itu di ketahui mesti bagaimana kita mengenal jahiliyah sehingga kita perlu berjaga-jaga terhadap kebatilan. Kebatilan ini akan membawa kesesatan urwatu wutsqo dapat di jalankan dengan cara beriman kepada Allah dan mengingkari taghut . Iman Allah dan engkar taghut mesti di tanamkan di dalam hati agar kita berdiri dan berjalan dengan stabil tanpa goncangan.
Dalil
2:256; Tiadak ada paksaan dalam agama (islam), karena sesungguhnya telah nyata kebenaran (islam) dari kesesatan (kufur), Oleh itu sesiapa tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar , lagi maha mengetahui.
5. Prinsip urwatul wutsqo
Syarah
Melaksanakan urwatu wutsqo ini, kita perlu mempunyai prinsip pelaksanaaannya. Diantara prinsip ini adalah kita menjadikan aktiviti ini berdasarkan Allah dan pelaksanaannya kepada Allah. Lil islam berarti kita mendasari aktiviti dengan ikhlas. Cara bersama Allah berarti kita menjadikan hidup dan mati untuk Allah dan islam. Sedangkan tujuan kepada Allah (ilallah) adalah mencari keredhaanNya.
Dalil
98:5; Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyambah Allah dengan mengikhlashkan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh diatas tauhid; dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah agama yang benar.
6:162; Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadahku, hidupku dan matiku , hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.
16:128; Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa, dan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.
2:207; Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keredhaan Allah semata-mata; dan Allah pula amat belas kasihan akan hamba-hambanya.
Ringkasan Dalil
Furqon: pembeda ( antara yang haq dengan yang bathil) (25:1; 2:185; 8:29) 1. Pemimpinnya Allah (2:257)-al haq/yang benar (18:1; 2:42;), membawa kepada cahaya(2:257), kebenaran (2:256), al islam, penyelesaian masalah sampai dengan ke syurga. 2. Pemimpinnya taghut(2:256), al bathil(18:56; 31:20), membawa kepada kegelapan (2:257) sampai ke neraka, kesalahan, system jahiliyah, sumber segala permasalahan, neraka.
Untuk furqon harus berpegang teguh kepada tali Allah yang sangat kukuh/urwatu wutsqo (2:256) prinsipnya : lillah/karena Allah (98:5; 6:162), ma'allah (beserta Allah) (16:128), ilallah. Menuju redha Allah (2:207).
Istiqomah
Sinopsis
Istiqomah merupakan komitmen dan konsisten kita kepada Allah. Segala aktiviti dan tingkah laku kita di rujuk kepada Allah. Aktiviti yang tidak dirujuk kepdaa Allah atau yang tidak konsisten maka disebut tidak istiqomah. Beberapa cirri istiqomah yang perlu di laksanakan oleh muslim adalah menjadikan dasar aktivitinya kepada mabda atau prinsip hidupnya karena Allah, iaitu karena islam. Karena secara konsep kehidupan ini karena Dia (lillah) maka kita mesti hidup beserta Allah, yaitu dengan mengikuti minhaj Allah(al islam) kemudian istiqomah juga di iringi dengan tujuan hidup yaitu dengan menuju kepada Allah atau menuju kepada Islam. Keadaan yang demikian di sebut istiqomah.
Bagi mereka yang tidak islam atau kafir, mabda/prinsip hidup karena untuk bukan Islam (miasalnya untuk isme-isme jahiliyah)maka hasilnya juga untuk selain Allah. Dalam konsep (manhaj) yang di bawanya itu, mereka hidup tanpa islam atau bukan dengan Islam, dengan demikian ia hidup beserta syetan. Dari segi tujuan hidup pula mereka menuju kepada selian islam atau kepada selain Allah.Keadaan demikian di sebut tidak istiqomah yang diamalkan oleh pihak kafir.
Sedangkan pihak muharrifin atau munafik bersifat mundzabdzab Yang berarti kadang istiqomah kadang tidak istiqomah, sekali sekala iman kadang kufur dengan maksiyatnya sehinga mereka ini sama saja dengan kafir yaitu tidak istiqomah terhadap islam.Kaum munafik pun akanmengalami azab dan siksaan yang pedih sebagai balasan amalan yang tidak istiqomah.
Hasiyah
1.Istiqomah
Syarah
Senantiasa muslim berada di atas al haq dan tetap istiqomah. Ini merupakan kekuatan untuk membentengi serangan dari al batil yang tidak pernah penat. Iblis telah membuat komitmen kepda Allah bahwa ia akan berusaha dengan kuncu-kuncunya dan gengnya untuk terus menyesatkan anak Adam sehingga hari kiamat. Oleh itu istiqomahlah senjata kita. Seorang mu'min dari awal titik bertolaknya berdiri diatas prinsip bahwa" aku memperjuangkan islam ini adlah karena Allah"&ldots; bukan karena yang lain. Kalau tidak demikian kita tidak akan bertahan. Banyak sangat tarikan dan godaaan untuk seorang mu'min itu terpesong, tertipu, terbelit atau akhirnya di telah oleh jahiliyah.Mereka pun tak kurang umpan dan taktik untuk memerangkap orang mu'min. Noktah bidayah&ldots; Starting point mestilah benar-benar lillah.. yang didasrkan dari prinsip-prinsip yang datangnya hanya dari Allah SWT dan Rasul. Komitmen adalah lil islam.. Brjuang untuk menegakkan islam. Minhaj mestilah dari Islam. Minhaj. System cara,uslub, pendekatan semuanya bersumber dari Allah SWT. Minhaj yang diturunkan Allah adalah lengkap dan sempurna. Seorang mu'min akan tetap istiqomah dengan mengambil sumber kehidupannya daripada Allah. Oleh itu hanya islam lah yang mewarnai, mensibgroh kehidupan dan kematiannya. (5:48) Dan matlamat akhir adlah jelas dan terang yaitu mendapatkan mardhotillah di dunia dan akhirat. Menegakkan islam serta memenangkan islam.
Dalil
6:161; Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.
2:193; Dan perangilah mereka sehingga tidak adalagi fitnah, dan(sehingga) menjadilah agama itu semata-mata karena Allah. Kemudian jika mereka berhenti maka tidaklah ada permusuhan lagi melainkan terhadap orang-orang zalim.
8:39; Dan perangilah mereka sehingga tidak adalagi fitnah, dan(sehingga) menjadilah agama itu seluruhnya(bebas) bagi Allah semata-mata. Kemudian jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan gangguannya, niscaya mereka di berikan balasan yang baik) karena sesungguhnya Allah maha melihat akan apa yang mereka kerjakan.
42:15; Oleh karena yang demikian itu, maka serulah(mereka-wahai Muhammad-kepada beragama dengan betul), serta tetap teguhlah engkau menjalankan sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, dan janganlah engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka; sebaliknya katakanlah:"Aku beriman kepada segala kitab yang diturunkan oleh Allah, dan aku di perintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah jualah tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal kami dan bagi kamu amal kamu. Tidaklah patut ada sebarang pertengkaran antara kami dengan kamu(karena kebenaran telah jelas nyata). Allah akan menghimpunkan kita bersama (pada hari kiamat), dan kepadaNyalah tempat kembali semuanya(untuk dihakimi dan di beri balasan)".
41:30-32; Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata:"Tuahan kami ialah Allahh",kemudian mereka tetap teguh diatas jalan yang betul,akan turunlah malaikat dari mereka dari semasa-ke semasa (dengan memberi ilham0:"Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berduka-cita, dan terimalah berita gembira bahwa kamu akan beroleh syurga yang telah di janjikan kepada kamu."Kami lah penoong-penolong kamu dalam kehidupan dunia dan pada hari akhirat; dan kamu akan beroleh- pada hari akhirat -apa yang di ingini oleh hawa nafsu kamu, serta kamu akan beroleh -pada hari itu - apa yang kamu cita-citakan mendapatnya."(pemberian-pemberian yang serba mewah itu) sebagai sambutan dari Allah yang maha pengampun lagi maha mengasihani!"
11:112; Oleh itu, hendaklah engkau (wahai Muhammad) senantiasa tetap teguh diatas jalan yang betul sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, dan hendaklah orang-orang yang rujuk kembali kepada kebenaran mengikuti mu berbuat demikian ; dan janganlah kamu melampaui batas hokum-hukum Allah; Sesungguhnya Allah maha melihat akan apa yang kamu kerjakan.
Hadits.
2.Ghoiru istiqomah
Syarah
Disebaliknya golongan yang tidak istiqomah dari awalnya lagi bertolak dari niat yang tidak bersih. Yaitu mereka melakukan suatu amaldi atas tujuan selain Allah. Apakah toghut, kebendaan ataupun hawa nafsu yang menjadi tujuan mereka, haqiqatnya mereka melakukan sesuatu bukan untuk islam dan bukan karena Allah. Tentu saja mereka bersumberkan minhaj hidup jahiliyah yang di namakan dengan apa saja nama atau sumber. Teori-teori, hipotesis, 'dzon' dan falsafah seperti komunisma,materialisma,sosialisma serta tokoh-tokoh pemikir jahiliyah adalah sumber mereka. Minhaj hidup mereka di cedok dari sumber-sumber yang tidak haq, lalu hancurlah system kehidupan mereka . Apakah yang menjadi sasaran akhir dari kehidupan mereka&ldots; tentu saja kerugian yang sebenarnya. Rugi di hari bertemu dengan Allah SWT, menyesal dan saling berbantah-bantahan. Di dunia mereka bermati-matian untuk mempertahankan tertegaknya toghut dan sistemnya. Mereka menjadi pendukung setia toghut sehinggalah mereka mati karenanya&ldots; nauzubillah. Amal baik mereka di dunia menjadi habuk yang berterbangan dan faedahnya adalah "maya" atau seperti fatamorgana. Para daie tidak harus tertipu dan gelap mata dengan apa yang dilihat dari kebaikan mereaka. Kita mesti istiqomah diatas islam.
Dalil
18: 103; Katakanlah (wahai Muhammad): " Mahukah Kami kabarkan kepada kamu akan orang orang-orang yang merugi amal-amal perbuatannya?
24:39; Dan orang-orang kafir pula, amal-amal mereka adalah umpama riak sinaran panas di tanah rata yng di sangkanya air oleh orang yang dahaga ,(lalu ia menuju kearahnya) dan ia tetap mendapati hokum Allah di sisi amalnya, lalu Allah menyempurnakan hitungan amalnya (serta membalasnya); dan (ingatlah) Allah amat segera hitungan hisabNya.
3.Mudzabdzab
Syarah
Golongan yang tiada pendirian di jelaskan dalan al Qur'an dengan istilah mudzabdzab. Ini golongan orang munafik dan AllahSWT menkategorikan mereka sebagai kufur.. serta memenetapkan status mereka paling bawah dalam api neraka.. nauzubillag. Mereka juga tidak istiqomah&ldots;. Tidak tetap diatas iman dan islam. Allah SWT telah menjelaskan hakekat ini dalam Al Qur'an &ldots; bahkan ada serah yang dinamakan untuk mereka. Tidak istiqomah ini adalah sifat yang merbahaya oleh itu tarbiyah islammiayah mesti berterusan. Jangan menyangka bila telah menjadi syeh besar tak perlu tarbiyah,tazkiyah,tazkirah&ldots;. Semuanya perlukan mutabaah. Setiap kita perlukan nasihat dan tarbiyah berterusan. Tarbiyah terlalu penting untuk di abaikan.
Dalil
4:137; Sesunggguhnya orang-orang yang beriman, kemudian mereka kafir, kemudian mereka beriman semula, kemudian mereka kafir lagi, kemudian mereka bertambah lagidengan kekufuran, Allah sekali-sekali taidak akan memberi ampun kepada mereka, dan tidak akan memberi pentunjuk hidayah ke jalan yang benar.
4:143; Mereka berkeadaan "muzabzab" (tidak mempunyai pendirian yang tetap) antara (iman dan kufur )itu; Mereka tiadak berpihak terus kepada golongangan (kafir) dan tidak pula berpihak kepada golongan (yang beriman)
4:150; Sesunggguhnya orang-orang yang kufur ingkar kepada Allah dan RasulNya,dan (orang-orang yang) hendak membeda-bedakan iman mereka diantara Allah dan RasulNya, dan (orang-orang yang) berkata:"Kami beriman kepada setengah Rasu-rasul itu dan kufur kepada setengah yang lain", serta hendak bertujuan mengambil jalan lain antara iman dan kufur itu:
Ringkasan Dalil
Islam/mukmin: mabda/prinsip hidupnya: semata karena Allah, ialah karena selain Allah. Dalam konsep, karena dia lillah maka ia beserta Allah,yaitu dengan minhaj Allah Al Islam. Dari segi tujuan hidup maka ia menuju Allah (6:162),,atau menuju Islam (hadits, 2:193; 8:39) yang disebut istiqomah (42:15; 41:30-32; a, 11:112)
Diluar islam /kafir. Mabda/prinsipnya karena untuk nomn Islam (isme-ismse jahiliyah) maka hasilnya untuk selain Allah. Dalam konsep M(Manhaj) karena dia tanpa islam atau bukan karena islam maka ia beserta syetan. Dari segi tujuan hidup karena selain menuju islam maka menuju selain Allah (18:103; 24:39) yang di sebut kufur.
Muharrifin/munafik: mudzabdzab, tidak istiqomah(4:137, 143, 150,b,c)
Hizbullah
Sinopsis
Persediaaan utama menghadapi al batil adalah dengan memiliki hizbullah. Hizbullah di bentuk dan di bina dengan dua azas yaitu akhlak islamiyah dan akhlak harakiah. Akhlaq islamiyah membina persediaan dalaman yang mantap melalui, mahabatillah-cinta Allah, Berkasih saying sesama mu'min, bertegas dengan kafir, berjihad dan menghilangkan takut kepad manusia, membersihkan wala semata-mata untuk Allah dan Rasul. Setelah di bina persediaan asas ini , mu'min di perkkohkan dengan akhlak harakiah sebagai binaan untuyk menguatkan mu'min terjun ke medan pertembungan dien al batil. Antara lain persediaan al thabat.. menghancurkan sifat taraddud (sifat tak pasti), zikrullah sebagai penghapus sifat lalai-ghaflah. Taat Allah dan Rasul - untuk menghancurkan ma'siyyat. Membina sifat tanazu' supaya melahirkan kesatuan. Sifat sabar menghapuskan, Sifat tidak berkaluh kesah untuk melahirkan tawadhu, menghapuskan riya supaya tetap ikhlas, tidak menghalang dari jalan Allah tetapi terus menerus menolong di jalan Allah.
Hasiyah
Akhlak Asasiyah
1. Mencintai Allah
Syarah
Al Qur'an berulang kali menyebut isu kecintaan ini sebagai suatu dasar dalam kehidupan manusia. Samada mencintai Allah ataupun mencintai selain Allah. Asas kecintaan adalah dorongan yang kuat dalam diri manusia. Kecintaan kepada Allah bukan bermaksud meninggalkan yang lain. Akan tetapi ia seperti mata air yang menjadikan para mu'min mencintai semua yang Allah kasihi dan menjadikan mu'min sungguh-sungguh dalam beramal. Cinta Allah dan Rasul mesti diletakkan pada perioriti pertama&ldots; bukan kedua.
Dalil
5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberikanNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
2:165; (Walaupun demikian), ada juga dari manusia yang mengambil selain Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagai mana mereka mencintai Allah; sedangkan orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah. Dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat, bahwa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah , dan bahwa sesungguhnya Allah maha berat azab dan siksaNya, (niscaya mereka tidak melakukan kezaliman itu)
8:2; Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila di sebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka; dan apabila di bacakan kepad mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman , dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.
2. Bersikap lemah-lembut kepada mukminin
Syarah
Ini adalah sikap yang menjadi buah dari cinta Allah dan keimanan kepada Allah. Allah memerintahkan mu'min mencintai ikhwahnya sesama mu'min, buah dari ukhuwah fillah. Asas ukhuwwah menjadikan mu'min merasai kemuliaan dan menghormati saudaranya. Ia juga memahami akan kelemahan manusia dan bersikap lemah-lembut serta pemaaf. Dlam konteks tarbiyah bukan tidak menegur atau menasihat, bahkan ada pendekataan khusus yang diajari oleh Rasulullah SAW. Kalau kita berkasar tentunya orang lari dari kita.
Dalil
5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
48:29; Nabi Muhammad (SAW) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi islam) , dan sebaiknya bersikap berkasih saying serta belas kasihan sesama sendiri (umat islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang sholeh) terdapat muka mereka -dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikian sifat mereka yang tersebut dalam kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam kitab injil pula ialah(bahwa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat,lalu ia tegap berdiri diatas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan Nabi Muhammad, SAWdan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) karena Ia hendak menjadikan orang-orang kafir mereana dengan perasaan marah dan hasad dengki- dengan kembang biaknya umat islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.
3. Bersikap tegas terhadap kafirin
Syarah
Ketegasan mu'min penting bila berhadapan dengan kafir. Mereka adalh musuh yang nyata. Permusuhan yang berlaku hasil dari pertentangan aqidah, pertentangan dien dan pertentangan matlamat. Tugas mu'min adalah berda'wah dan menegakkan al haq sedangkan mereka di sebaliknya.Sikap pendirian teguh mu'min penting ketika berhadapan dengan kafir dan kekufuran. Kiya tidak boleh kompromi dalam perkara dasar islam. Surah Al kafirun menegaskan&ldots; lakum deenukum&ldots;
Dalil
5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
48:28-29; (Allah yang menyatakan itu ) Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad SAW) dengan membawa hidayah petunjuk dan agama yang benar(agama islam), supaya Dia memenangkan dan meninggikan atas segala bawaan agama yang lain; dan cukuplah Allah menjadi saksi (tentang kebenaran apa yang di bawa RasulNya itu).Nabi Muhammad (SAW) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi islam) , dan sebaiknya bersikap berkasih saying serta belas kasihan sesama sendiri (umat islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang sholeh) terdapat muka mereka -dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikian sifat mereka yang tersebut dalam kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam kitab injil pula ialah(bahwa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat,lalu ia tegap berdiri diatas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan Nabi Muhammad, SAWdan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) karena Ia hendak menjadikan orang-orang kafir mereana dengan perasaan marah dan hasad dengki- dengan kembang biaknya umat islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.
66:9; Wahai Nabi ! Berjihadlah(menentang) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, serta bertindak keras terhadap mereka . Dan (sebenarnya) tempat mereka adalah neraka jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali.
4. Berjihad di jalan Allah
Syarah
Inilah jawaban kepada masalah yang di hadapi umat. Mu'min mestilah di dorong untuk terjun ke meadn buka duduk diam dan berpeluk tubuh. Setelah memahami dan menyakini fikrah islamiah, sewajarnya akhlak mu'min adalah ia perlu bangkit dan menyebar ridsalah. Kiranya ada yang cuba menghalanginya ia tiadk patah semangat dan berputus asa. Jihad adalah jalan keluar. Ia terus menerus bersugguh-sungguh di atas jihad dan pengorbanan. Man mungkin tertegak islam, dan dsampai islam kepada kita tanpa darah dan air mata. Sejarah ummat islam kaya dengan warna darah syuhada' dan Allah SWT sendiri telah memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada syuhada. Jihad dengan segala macam persediaan, strategi dan taktik, mengikut marhalah dan perancangan harakiah kerja-kerja jihad dilaksanakan oleh jundullah.
Dalil
5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
9:23-24; Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu sebagai orang-orang yang di dampingi jika mereka memilih kufur dengan meninggalkan iman; maka merekalah orang-orang yang zalim, katakanlah (Wahai Muhammad); "Jika bapa-bapa kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal kamu sukai,-(jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk agamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab siksaNya); karena Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (durhaka).
47:31; Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar/atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu.
5. Tidak takut celaan orang yang suka mencela
Syarah
Manusia memang senang memberi komen. Mereka akan mengatakan sesuatu kepada kita. Tetapi apakah kata-kata manusia semuanya nak di dengar dan diambil kira oleh jundullah??? Kalau nak dengar semua komen tak jadilah kerja kita. Kita melatih terus paara duat untuk terus beramal dan melaksanakan perancangankerja dengan terus-menerus. Tidak harus cepat secara psikologi merasa lemah dengan ghazwu fikri mereka. Kamu tak kan berjaya, kamu buat kacau, kamu menyusahkan emak bapa, kamu tak sesuai,kamu bukan ustaz, kamu tak layak,kamu tak ada tauliyah, kamu student belajar dulu, anak istri nak makan apa kalau macam iini, takkan nak tinggalkan kemajuan, sekarang era IT bukan zaman jahiliyah, kenapa tak rujuk barat saja..,, takkan Qur'an saja, mana dalil yang anta cakap, anatatak jelas lagi fikrah, anta tak asolah,anta tak itu,anata tak ini&ldots; dan macam-macam &ldots;.lagi.
Dalil
5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.
86:6; Ia di ciptakan dari air(mani) yang memancut (ke dalam rahim)
83:35-36; Sambil mereka berehat di atas pelamin-pelamin (yang berhias), sserta melihat (hal yang berlaku kepada musuhnya). (Untuk menambahkan kegembiraan mereka, mereka di Tanya):"Bukankah orang-orang yang kaafir itu telah di balas akan apa yang telah mereka kerjakan dahulu?"
6. Walanya untuk Allah Rasul dan orang yang mukmin
Syarah
Semua orang secara sedar atau tidak akan memberi wala' kepada sesuatu. Sebagai jundullah, sasaran wala kita mestilah kepada Allah, Rasulnya dan mu'min. Pertolongan kita juga dari Allah dan Allah beserta para mu'min. Wala yang tak berbelah bagi inilah yang akan menyatukan saf mu'min.
Dalil
5:55, 56; Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, dan RasulNya, serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat, sedang mereka rukuk(tunduk menjunjung perintah Allah). Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka berjayalah dia) , karaena sesungguhnya golongan (yang berpegang kepada agama) Allah, itulah yang tetap menang.
58:22; Engkau tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya; Sekalipun orang-orang yang menentang mereka itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur)akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokng-penyokong (agama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (agama) Allah itu ialah orang-orang yang berjaya.
Akhlak Harakiyah :
7.Tsabaat
Syarah
Menghadapi jihad dan pertembungan sangat memenatkan dan meletihkan. Kalau kereta yang berjalan terus-menerus dan akhirnya akan terpaksa berhenti. Untuk terus tetap bagaimana?. Ini perlu tarbiyah berterusan. Hati-hati (qulub) ini mesti terus di isi dengan keimanan yang kental, fikrah dan tasawwur tetap diperingatkan mengenai kepentingan amal dan jihad. Hubungan teru-menerus dengan Allah SWT adalah senjata paling kuat ketika berhadapan dengan suasana gawat medan jihad dan peperangan. Zikrullah dan merasai pertolongan Allah menjadikan mu'min thabat dan tidak akan berundur menghadapi suasana medan. Bahkan di medan ghazwul fikri ini pun kita kena terus thabat&ldots;
Dalil
8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
8. Zikrullah
Syarah
Ketenangan hati, mut'mainal qulub adalah satu puncak dari kejaaan mukmin. Dalam ketenangan qulublah maka manusia akan mendapat satu nikmat besar. Orang kalau kaya , rumah besar, sesmua cukup tapi kalau hati tidak tenang&ldots;. Hilang kenikmatannya. Allah mengajar kita bahwa ketenangan itu hanya dating dengan mengingatiNya,Zikrullah. Memang telah ada banyak uraian dan penjelasan mengenai zikrullah dari Al Qur'an dan as sunnah. Solah sendiri merupakan zikrullah yang di fardukan 5 hari sekali. Zikr yang ma'thur dari rasulullah pula menjadi amalan dan benteng mu'min. Zikrullah juga dalam maksud mengingati seluruhnya yang di wahyukan Allah melalui tilawah, tadarus dan tadabbur ayat dan tafakkur alam ciptaan Allah. Ingat Allah, bahkan sebagai ghoyah kita yaitu tepat kembali kita agar menjadi bekal untuk terus berjihad.
Dalil
8:45-47
13:28; "(yaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tentram hati mereka dengan zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tentramlah hati manusia.
9.Tidak lalai
Syarah
Senantiasa bersedia dan bersiap menghadapi segala kemungkinan juga sifat jundullah. Persediaan adalah mengikut keperluan dan berdasarkan waqie. Serangan dating dalam berbagai bentuk maka perlulah bersedia. Menunggu apa saja arahan dari qiadah dan bersedia taat. Kelalaian mungkin menyebabkan musuh msauk melalui pintu yang kita jaga. Dalam madan tullab misalnya, musuh menggunakan media untuk menyerang dengan hebat. Maka kita perlu sedar.
Dalil
2:203; Dan sebutlah kamu akan Allah (dengan takbir semasa mengerjakan haji ) dalam beberapa hari yang tertentu dalam bilangannya. Kemudian sesiapa yang segera (meninggalkan mina) pada hari yang kedua, maka ia tidaklah berdosa dan sesiapa yang melambatkan (meninggalkan mina) maka ia juga tidaklah berdosa; (keteiadaan dosa itu ialah) bagi orang yang bertakwa dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan ketahuilah sesungguhnya kamu akan di himpunkan kepadaNya.
10. Taat kepada Allah
Syarah
Dengan amal-amal sholeh yang kita kerjakan akan menutup ruang untuk bermaksiyat kepada Allah. Amal sholeh membersihkan hidup mu'min. Amal taat ini menguatkan iman dan membentuk akhlaq mu'min yang kuat. Bidang alam taat kepadaa Allah adalah seluas islam. Ia memberi ruang dakwah dan ruang berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat. Dalam menunaikan taat, ia melaksanakan amal harakiyah. Mu'min menjadi missal amali bagi apa yang ia da'wahkan. Amal taat inilah buah-buah iman yang benar kepada Allah. Taat kepada Allah SWT adalah taat yang mutlaq&ldots;
Dalil
8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
4:80; Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah; dan sesiapa yang berpaling ingkar, maka( janganlah engkau berduka cita wahai Muhammad), karena Kami tidak mengtusmu untuk menjadi pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan).
11. Tidak bermaksiat
Syarah
Ma'siyat banyak merusakkan kehidupan manusia. Ia membawa manusia semakin jauh dari hidayah Allah, dan jauh dari kebenarn. Ia menjadi penghalang dari para malaikat dan pertolngan dari Allah. Maksiyat menghitamkan hati dan memberikan gambaran yang negatif terhadap para duat. Hendaklah di tarbiyah dengan berterusan agar jahiliyah ini dapat di kikis sepenuhnya dari hati kita. Dalam sirah pernah Rasulullah SAW menegur Abu Zar yang mengatakan kepada Bilal satu ungkapan dari Jahiliyah.
Dalil
53:26; (Golongan yang musyrik mengharapkan pertolongan benda-benda yang mereka sembah itu) padahal berapa baynak malaikat dilangit, syafaat mereka tidak dapat mendatangkan sebarang faedah, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi sesiapa yang di kehendakiNya dan di rhedhaiNya.
12. Tidak saling berbantah-bantahan
Syarah
Perbedaan pendapat dan pandangan manusia memang biasa. Bahkan sahabat yang besar seperti Abu Bake dan Umar pun berbeda pendapat. Tetapi yang salah ialah berlebih-lebih dalam mempertahankan pendapat. Ia merasai pandangannya lah yang paling benar.. orang lain semua salah. Sehingga akhirnya timbullah perasaan tidak puas hati dan di lahirkan dalam manifestasi berbantah-bantahan. Ini akan membawa per selisihan hati yang membawa kepada berpecah-belah dan hilanglah wehdah, .. kesatuan. Oleh itu mentarbiyah jundullah untuk tidak berselisih, bersyra dan kemudian taat kepada keputusan.
Dalil
8:45-47;
6:153; Dan bahwa sesungguhnya inila jalan Ku (agama islam) yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya; dan janganlah kamu menurut jalan-jalan (yang lain dari islam), karena jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah, Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kepada kamu, supaya kamu bertaqwa.
30:31-32; Hendaklah kamu (wahai Muhammad dan pengikut-pengikutmu) senantiasa rujuk kembali kepada Allah (dengan mengerjakan amal-amal bakti) serta bertaqwalah kamu kepadaNya; dan kerjakanlah sembahyang dengan betul sempurna; dan janganlah kamu menjadi dari manaa-mana golongan orang musrik-yaitu orang-orang yang menjadikan fahaman agama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing serta mereka pula menjadi berpuak-puak; tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya (dari fahaman dan amalan yang terpesong itu).
13.Bersatu
Syarah
Tanpa wehdah, kekuatan kita hilang dan musuh senang untuk mengalahkan kita. Habislah kita. Kesatuan jundullah beasaskan suatu sang kukuh iaitu Allah yang satu, kitab yang satu dan dien yang satu. Kesatuan berdasrkan iman dan ukhuwah. Semua mempunyai ghoyahyang satu, bagaimana kita boleh berpecah kembali. Kesatuan mesti terus menerus di jaga dan dipelihara terutama ketika kita diserang musuh.
Dalil
3:103; dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah(agama islam), dan janganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan(semasa jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan diantara hati kamu ( sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang islam yang bersaudara. Dan kamu dahulu telah berada ditepi jurang neraka (di sebabkan nikmat islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayahNya.
14. Sabar
Syarah
Akhlak yang perlu juga di sediakan bagi jundullah yang menyertai hizbulah adalah sabar. Akhlak ini merupakan benteng dan sekaligus senjata bagi kita yang berdakwah. Dengan kesabaran semua permasalahan dan ujian yang ada di hadapan serta segala cabaran dakwah dan kehidupan dapat dihadapi dan di atasi dengan baik. Suasana jiwa yang di warnai oleh sabar ini dapat menentramkan jiwa dan mendamaikan hati. Suasana yang selalu menyertai segala tentangan dan tantangan dakwah. Kesabaran akan membawa kita kepada kejayaan. Banyak perintah yang Allah sebutkan agar kita saling menasehati dengan kesabaran setelah kita menasehati al haq kepada orang lain, juga hadits yang menyuruh kita bersabar sehingga dengan sabar ini kita mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan. Musibah yang akan menimpa kita pun perlu di hadapi dengan sabar, seperti musibah kelaparan, kematian,kemiskinan dan sebagainya. Kesabaran di alam dakwah merupakan akhlak penting yang perlu di sediakan pada diri kita dalam menghadapi cemooh,fitnah dan hasutan.
Dalil
98:45-47; Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu.Oleh karena itu mereka senantiasa bingung dan teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mau keluar (untuk trut berperang0, tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian bersama orang-orang yang tinggal". Kalaulah mereka keluar bersama kamu ,(dengan tujuan)hendak menimbulkan fitnah (kekacauan) dalam kalangan kamu; ssedang diantara kamu ada orang yang suka mendengar hasutan mereka. Dan (ingatlah) Allah maha itu maha mengetahui orang-orang yang zalim.
3:146; Dan berapa banyak Nabi-nabi (dahulu) dengan berperang di sertai oleh ramai orang-orang yang taat kepada Allah, maka mereka tidak merasa lemah semangat akan apa yang telah menimpa mereka pada jalan (agama) Allah dan mereka juga tidak lemah tenga dan tidak pula mahu tunduk (kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah senantiasa mengasihi orang-orang yang sabar.
15.Tidak berkeluh kesah,tidak sombong
Syarah
Orang yang beriman dan berdakwah tidak ada dalam dirinya kamus berkeluh kesah. Mereka tidak ada masa untuk berkeluh kesah, masanya suntuk menghadaapi dakwah dan menjalankan aktiviti-aktiviti berdakwah. Akhlak yang juga perlu di lengkapi ini merupakan bahagian bagaimana kita dapat memotivasi diri. Dengan keluh kesah maka kita menjadikan diri sendiri tidak bermotivasi, kurang semangat dan tidak mempunyai harapan. Keadaan yang demikian biasanya, di ciptakan leh diri individu itu sendiri.Akhlak tidak sombong juga perlu menghiasi para jundullah dan Da'I Allah. Dengan akhlak ini, ia mudah menerima pandangan dan perbaikan diri dan dakwah untuk menyongsong kejayaan di masa depan. Tidak sombong juga merupakan akhlak para ibadurrahman. Motivasi untuk meningkatkan gerak langkah menuju kecita-cita. Manakala tidak sombong akan menjadikan kita mudah diterima mad'u, disenangi oleh orang dan juga mudah untuk melaksanakan kebaikan yang di nasehatkan kepadanya.
Dalil
8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
16.Tawadhu
Syarah
Akhlak tawadhu ini hampir sama ruhnya dengan tidak sombong. Mukmin senantiasa berjalan dengan tawadhu, ia tidak sombong dan senantiasa merendahkan hati dari hadapan orang lain. Ia bukan rendah diri karena rendah diri bukan merupakan akhlak islam walaupun ini banyak berlaku di kalangan islam sebagai hasil dari penjajahan. Rendah hati itu berkata tidak tinggi, tidak membanggakan diri dan juga tidak merendahkan orang lain. Bahkan Allah SWT menyuruh kita untuk merendahkan diri kepada pengikutnya dan tentunya juga kepada manusia secara umumnya.
Dalil
26:215; Dan hendaklah engkau merendah diri kepada pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman.
17.Tidak Riya
Syarah
Riya adalah penyakit ahati yang tersembunyi yang sangat berbahaya. Dengan riya ini kekuatan menjadi berkurang dan Allah melepaskan diri dari kita, karena perbuatan maksiat (ria) tersebut. Contoh di dalam Al Qur'an menceritakan kegagalan dari mereka yang riya karena mereka sombong, menunjuk-nunjuk kehebatannya di depan orang ramai&ldots;. Perbuatan yang diiringi dengan riya menjadikan amalan tersebut tidak di nilai oleh Allah SWT. Riya ini sukar dikenal pasti karena berhampiran dengan ikhlas, perbedaan diantara keduanya sangatlah tipis. Susahnya memisahkan daan terkadang muncul silap niat pada diri kita di dalaam melaksanakan aktiviti ini perlu mengiringi aktiviti ini dengan memperbanyak istigfar. Dengan tidak riya maka jundullah akan selalu di dukung oleh Allah SWT.
Dalil
8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
41:35-36; Dan sifat terpuji ini tidak dapat di terima dan diamalkan melainkan oleh orang-orang yang bersifat sabar, dan juga tidak dapat diterima dan diamalkan oleh orang-orang yang bersikap sabar, dan tidak juga dapat di terima dan diamalkan melainkan oleh orang yang mempunyai bahagian yang besar dari kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan jika engkau di hasut oleh sesuatu hasutan dari syaithon, maka hendaklah engkau meminta perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia lah yang maha mendengar , lagi maha mengtahui. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah malam dan siang, serta matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan janganlah pula sujud kepada bulan, dan sebaliknya hendaklah kamu sujud kepada Allah yang menciptakannya, kalau betulah kamu beribadat kepada Allah.
18.Ikhlas
Syarah
Ikhlas lawan dari riya, Allah SWT menyuruh kita untuk beribadah secara ikhlas yaitu beribadah karena Allah saja. Aktiviti di dalam islam mesti di dasari dengan niat ikhlas. Ikhlas dapat memberikan sokongan yang kuat kepada amal yang dilaksankan karena Allah lindungi dan membantu kita. Dengan ikhlas maka Da'I akan siap menerima semua cabaran yang mungkin di temuinya, samada dari luar ataupun dari dalam. Ikhlas pun dapat menyediakan diri kita menerima segala bentuk keputusan yang akan di diterima kita samada kejayaan atau kegagalan. Ikhlas pula akan mudah terbukanya hidayah bagi yang membawa dakwah atau yang menerima dakwah itu sendiri. Ikhlas pula akan mudah terbukanya hidayah bagi yang membawa dakwah atau yang menerima dakwah itu sendiri. Ikhlas juga mensucikan diri dan juga dengan membuka diri serta menjadikan tujuan kepada Allah sahaja, akan menjadikan dakwah berjaya.
Dalil
39:11; Katakanlah lagi (Wahai Muhammad): " Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat kepadaNya;
39:14; Katakanlah lagi : " Allah jualah yang aku sembah dengan mengikhlaskan amalan agamaku kepadaNya.
19.Tidak menghalangi dari jalan Allah
Syarah
Peribadi jundullah yang memiliki akhlak asasiyah dan akhlak harakiyah ini juga mempunyai akhlak yang tidak menghalangi dari jalan Allah. Mereka senantiasa taat dan tidak berbantah-bantahan. Mereka jundullah menjadikan zikir dan kesabaran sebagai benteng yang kuat. Akhlak demikian tentunya tidak akan menghalangi dari jalan Allah.
Dalil
8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.
Ringkasan Dalil
Akhlak asasiyah : mencintai Allah (5:54; 2:165; 8:2); bersikap lemah lembut kepada mukminin(5:54; 48:29), bersikap tegas terhadap kafirin (5:54; 48:28-29),66:9), berjihad dijalan Allah(5:54; 9:23-24; 47:31;), tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela (5:54; 86:6; 83:35-37); walanya untuk Allah Rasul dan orang mukmin (5:55, 56; 58:22)
Akhlak harakiyah: tsabaat, tidak ragu-ragu (8:45-47), Zikrullah(8:45-47; 13:28); tidak lalai(2:203); taat kepada Allah dan RasulNya (8:45-47; 4:80), tidak bermaksiyat (53:26), tidak saling berbantah-bantahan(8:45-47; 6:153; 30:31-32), bersatu (3:103), sabar (98:45-47, 3:146), tidak berkeluh kesah, tidak sombong (8:45-47), tawadhu(26:215), tidak riya(8:45-47; 41:35-36); Ikhlas (39:11,14), tidak menghalangi dari jalan Allah (8:45-47), membantu jalan Allah.
Kamis, 20 Mei 2010
Ma'rifatul Rasul
Pendahuluan
Mengenal Rasul adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengamalkan Islam secara sempurna. Tanpa Rasul maka kita tidak dapat melaksanakan Islam dengan baik. Kehadiran Rasul memberikan panduan dan bimbingan kepada kita bagaimana cara mengamalkan Islam. Dengan demikian Rasul adalah penting bagi muslim sebagai metod atau tariqah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengenal Rasul tidak sahaja dalam bentuk fizikal atau penampilannya tetapi segala aspek syar'i berupa sunnah yang didedahkan Nabi kepada kita sama ada tingkah laku, perkataan ataupun sikap. Pengenalan kepada Rasul dapat dilihat melalui sirah nabi yang menggambarkan kehidupan Nabi serta latar belakangnya seperti nasab. Kemudian melalui sunnah dan dakwah Nabi pun dapat memberikan penjelasan siapa Nabi sebenarnya.
Pakej Makrifatur Rasul ini membincangkan bagaimana mengenal Rasul, apa sahaja yang perlu dikenal dari Rasul dan bagaimana pula kita mengamalkan Islam melalui petunjuk Rasul. Yang penting dari pakej ini adalah kita mengetahui, memahami dan dapat mengamalkan Sunnah Nabi dan menjalankan Ibadah dengan baik.
Dengan mengenal Rasul diharapkan kita dapat mencintai Rasul dan mengikutinya, perkara ini sebagai cara bagaimana kita taat dan mencintai Allah SWT. Oleh itu mengenal Rasul tidak sahaja dari segi jasad, nasab dan latar belakangnya, tetapi bagaimana beliau beribadah dan beramal soleh. Sesetengah masyarakat mengetahui dan mengamalkan sunnah Nabi dari segi ibadah sahaja bahkan dari segi penampilan sahaja. Sangat jarang muslim yang mengambil contoh kehidupan Nabi secara keseluruhannya sebagai contoh, misalnya peranan Nabi dari segi politik, pemimpin, peniaga dan juga Nabi sebagai suami, ayah dan ahli di masyarakat. Semua peranan Nabi ini perlu dicontoh dan diikuti sehingga kita dapat mengamalkan Islam secara sempurna dan menyeluruh. Walaupun demikian, ummat Islam masih menjadikan Nabi sebagai Rasul adalah dari segi lafaz atau kebiasaan ummat Islam bersalawat ke atas Nabi. Bagaimanapun ummat Islam yang sholat akan selalu bersalawat ke atas nabi dan selalu menyebutnya
Pengenalan kepada Rasul juga pengenalan kepada Allah dan Islam. Memahami Rasul secara komprehensif adalah cara yang tepat dalam mengenal Islam yang juga komprehensif. Rasul dikenal sebagai peribadi teladan dan ikutan yang unggul dan lelaki terpilih di antara manusia yang sangat layak dijadikan model bagi setiap muslim. Bererti Nabi adalah ikutan bagi setiap tingkah laku, perkataan dan sikap yang disunnahkannya.
Mencintai Nabi sebagai hasil dari mengenal Rasul tidak sahaja dalam menyebut namanya setelah sholat, mengadakan acara barzanji, merayakan hari maulid Nabi dan bentuk acara-acara lainnya.Kemudian mereka tidak mengamalkan sunnah ataupun tingkah laku asas yang dimilikinya seperti sidiq, tabligh, amanah dan fatanah. Keadaan demikian sangat merugi bagi setiap muslim. Atau sebahagian sangat taasub dengan pakaian Nabi, sorban, songkok dan sebagainya, sebahagian lagi sekedar mengutip hadits Nabi untuk ceramahnya tetapi tidak diamalkan, bahkan ada yang menolak beberapa sunnah atau tingkah laku Nabi. Keadaan demikian, berlaku ditengah masyarakat awam sebagai akibat dari tidak fahamnya mereka kepada Rasul secara benar dan utuh.
Bagi ummat Islam yang terlibat dengan dakwah Islam, ramai yang tidak merujuk kepada metod atau minhaj Nabi dalam berdakwah sehingga tidak mendapatkan hasil yang optima. Kegagalan dakwah sentiasa dihadapi oleh para da'i, ketidak berkesanan dakwah dan kurangnya hasil atau bekas dakwah sebagai bahagian penilaian dakwah. Dengan mengenal Rasul, kita dapat menyimpulkan bahawa dakwah yang dibawa oleh Rasul adalah dakwah yang berkesan dan sudah menghasilkan perubahan-perubahan masyarakat ke arah yang positif. Bahkan Rasul telah membuktikan bahawa Islam menyebar ke seluruh dunia dan Islam dipegang oleh berbagai suku atau bangsa di dunia ini. Kemudian kegagalan pada saat ini disebabkan kerana tidak merujuk kembali bagaimana kejayaan dan kegemilangan yang telah dicapai Nabi dulu.
Metod Rabbani yang dibawa oleh Rasul perlu difahami dan diamalkan dengan baik. Objektif ini dicapai apabila kita mengenal Rasul. Pakej ini mencuba untuk membentangkan apa sahaja keperluan kita mengenal Rasul, supaya kita mempunyai motivasi dan sedar tenteng keperluan kita memahami Rasul, Kemudian definisi Rasul, peranan Rasul, sifat-sifat Rasul, tugas Rasul ciri-ciri risalah Muhammad, Kewajiban kita terhadap Rasul, dan akhirnya hasil yang kita dapati dengan mengikuti risalah Rasul.
Hajatul Insan Ila Rasul
Sinopsis
Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan fitrah, dimana manusia bersih, suci dan mempunyai kecenderungan yang baik dan ke arah positif iaitu ke arah Islam. Fitrah manusia di antaranya adalah mengakui kewujudan Allah sebagai pencipta, keinginan untuk beribadah dan menghendaki kehidupan yang teratur. Fitrah demikian perlu diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari melalui petunjuk Al Qur'an (Firman-firman dan panduan dari Allah SWT) dan panduan Sunnah (Sabda Nabi dan perbuatannya). Semua panduan ini memerlukan petunjuk dari Rasul khususnya dalam mengenal pencipta dan sebagai panduan kehidupan manusia. Dengan cara mengikuti panduan Rasul kita akan mendapati ibadah yang sohih.
Hasiyah
1. Al Insan
Sarahan
Al Insan (manusia) adalah ciptaan Allah SWT yang diberikan banyak kelebihan dan keutamaan dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya.
Di antara kelebihan manusia adalah fitrah. Agama Allah yang dijadikanNYa kepada manusia sesuai dengan fitrahnya.
Dalil
30:30 Manusia diciptakan sesuai dengan fitrahnya
2. Fitrah
Sarahan
Fitrah yang ada pada manusia dapat menilai baik buruk tingkah laku masyarakat ataupun dirinya.Ini disebabkan kerana fitrah dimiliki oleh manusia semenjak ia lahir, samada dilahirkan oleh ibu bapa kafir ataupun jahiliyah. Kecenderungan yang baik sentiasa membawa manusia ke arah Islam seperti pengakuannya kepada Allah sebagi pencipta (Rab). Perubahan fungsi dan peranan fitrah ini terjadi kerana pengaruh persekitaran termasuk pengaruh ibu bapa ataupun lingkungan sosial. Yang menjadikan manusia berubah dari fitra kepada nasranai, yahudi dan majusia juga disebabkan oleh pengaruh ibu bapanya.
Fitrah dapat dijadikan sebagai saksi bagi segala perbuatannya. Fitrah manusia sudah dibekali oleh Allah SWT dengan nilai-nilai semula jadi yang dapat menilai suatu tingkah laku. Beberapa fitrah manusia adalah keinginan manusia untuk mengabdi kepada Kholiq, mengakui keberadaan Allah SWT sebagai kholiq dan keinginan manusia untuk hidup teratur.
Dalil
30:30, Hadits: Setiap anak dilahirkan atas fitrahnya, kemudian ibu bapanya yang menjadikan anak yayahudi, majusi dan nasrani
75:14, manusia menjadi saksi ke atas dirinya sendiri
27:14, hati mereka meyakini walaupun mengingkari
3. Wujudul Kholiq
Sarahan
Kewujudan pencipta merupakan sesuatu yang tak dapat diingkari. Manusia pada dasarnya mengakui perkara ini. Allah sebagai pencipta (Rab) di dalam Al Qur'an diakui oleh orang kafir sekalipun. Perjanjian manusia ketika di dalam rahim ibunya juga menyatakan bahawa "alastu birobbikum Qolu bala syahidna". Manusia menerima Allah sebagai rab. Begitupun ketika orang kafir Qurays ditanya berkaitann dengan pencipta langit, bulan, bintang dan sebagainya maka dijawab Allah. Hal ini menunjukkan bahawa Allah sebagai Rab diakui dan diiktiraf oleh manusia tetapi tidak semuanya yang mengakui Allah sebagai Ilah.
Dalil
23: 83-90, apabila ditanya kepada orang kafir jahiliyah siapakah yang mempunyai bumi dan orang yang diatasnya, siapakah yang mempunyai tujuh langit? maka jawabannya adalah Allah.
7:172, apakah aku Rab kamu, mereka berkata ya kami menyaksikannya.
4. Ibadatul Kholiq
Sarahan
Manusia secara umum mendapat arahan dari Allah SWT untuk mengabdi kepadaNya. Pengabdian kepada Allah adalah sebagai hasil dan akibat dari pengakuan kita kepada Allah sebagai pencipta. Mengakui Pencipta bererti mengakui apa yang disampaikanNya, menerima arahanNya, menjalankan Undang-undangNya dan sebagainya. Usaha-usaha ini adalah bahagian dari bentuk pengabdian kita kepada Allah SWT
Dalil
2:21, Wahai manusia, sebahlah Tuhanmu yang menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu.
5. Hayatul Munadhomah
Sarahan
Petunjuk dari Allah adalah untuk memandu manusia ke arah yang baik. Semua arahan dan bimbingan dari Allah SWT adalah baik bagi manusia yang diciptaNya kerana sesuai dengan fitrah manusia. allah sebagai pencipta tahu mengenai ciptaannya secara pasti sehingga Allah dapat memebrikan panduan yang juga tepat bagi manusia. Tanpa petunjuk bererti hidup manusia menjadi tidak teratur dan tanpa arah tujuan, ia mengikuti hawa nafsunya sahaja yang tidak jelas kemana pergi. Mereka akan tersesat di jalan yang tidak benar.
Dalil
28:50, mengikuti panduan Allah menjadi hidup teratur, manakala tidak mengikuti Allah bererti mengikuti hawa nafsu dan menjadi sesat (tidak teratur hidupnya)
6. Hidayatur Rasul
Sarahan
Jika kita hendak mengikuti perintah Allah maka kita mesti mengikuti perintah Rasul. Apabila kita ingin mengasihi Allah maka kita perlu petunjuk Rasul. Kaedah ini adalah kaedah yang Rabani dibawa oleh Islam. Oleh kerana itu syahadatain pun terdiri dari pengakuan kepada dua iaitu Allah dan RasulNya. Mengikuti petunjuk rasul berreti kita mengikuti jalan agama Allah yang mempunyai langit dan apa-apa yang di bumi.
Dalil
3:31, Jika mencintai Allah maka ikuti rasul
43:53, mengembalikan semua urusan kepada Allah.
36: 1-2, Al Qur'an yang berhikmah
7.Makrifatul Kholiq
Sarahan
Petunjuk rasul digunakan untuk mengenal Allah. Mengenal Allah juga dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dan memikirkan alam sebagai penciptaanNya. Melihat gunung-ganang, haiwan dan sebagainya merupakan cara untuk mengenal Allah secara ayat Kauniyah.
Dalil
31:10, Allah menciptakan langit, gunung, haiwan dan sebagainya
3:191, Allah menciptakan segala sesuatu tidak dengan sia-sia
8. Minhajul hayah
Sarahan
Petunjuk Rasul juga digunakan untuk mengamalkan Islam yang benar dan yang direhai oleh Allah SWT. Rasul sebagai ikutan dan teladan yang baik untuk diikuti dalam mengamalkan Islam secara benar.
Panduan hidup melalui Islam mesti diamalkan mengikuti teladan kita kepada Rasul
Dalil
33:21, Rasul sebagai teladan yang baik
3:19, Islam sebagai dien yang Allah redhai
3:85 Orang yang merugi apabila tidak mengamalkan Islam
9. Ibadatul Shohih
Sarahan
Ibadah sohih adalah ibadah yang menyembah Allah dengan panduan mengikuti Rasul. Rasul sebagai penerima wahyu dari Allah perlu diikuti dan sebagai keperluan bagi kita untuk menjadikannya sebagai model dan petunjuk dalam menjalankan ibadah yang benar.
Rasul sebagai manusia yang mendapat lesen dari Allah SWT untuk mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam secara sah dan tepat. Allah telah menyebutkan pada banyak ayat yang menyatakan bahawa Rasul diberi wahyu dan diberi tugas untuk menyampaikannya kepada manusia.
Dalil
21:25, Rasul diberi wahyu yang menyebutkan bahawa tiada tuhan selain Allah oleh itu sembahlah Allah.
Ringkasan Dalil
Insan - fitrah (75 : 14, 27 : 14)
Kewujudan Pencipta (23 : 83-90)
Mengabdi pada sang Pencipta (2:21)
Hidup yang teratur (28:50)
Petunjuk rasul (36:1-2, 42: 53, 3:31)
Mengenal pencipta yang Haq (31:10, 3:191)
Panduan hidup (3:19,85, 33:21)
Beribadah yang benar (21:25)
Ta'rifur Rasul
Sinopsis
Rasul adalah seorang lelaki yang terpilih dan yang diutus oleh Allah dengan risalah kepada manusia. Definisi rasul ini menggambarkan kepada kita bagaimana manusia sebagai Rasul yang terbaik di antara manusia lainnya. Sehingga apa yang dibawa, dibincangkan dan dilakukan adalah sesuatu yang terpilih dan mulia dibandingkan dengan manusia lainnya. Rasul sebagai pembawa risalah yang Allah berikan kepadanya dan juga Rasul sebagai contoh dan teladan bagi aplikasi Islam di dalam kehidupan seharian. Untuk lebih jelasnya bagaimana mengenal Rasul yang menjalankan peranan pembawa risalah dan sebagai model, maka kita perlu mengenal apakah ciri-ciri dari Rasul tersebut. Ciri-ciri Rasul adalah mempunyai sifat-sifa yang asas, mempunyai mukjizat, sebagai pembawa berita gembira, ada berita kenabian dan memiliki ciri kenabian, juga nampak hasil perbuatannya.
Hasiyah
1. Ar Rasul
Sarahan
Rasul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan risalah Islam kepada manusia. Rasul adalah manusia pilihan yang kehidupannya semenjak kecil termasuk ibu dan bapanya sudah dipersiapkan untuk menghasilkan ciri-ciri kerasulannya yang terpilih dan mulia. Mengenal rasul mesti mengetahui apakah peranan dan fungsi rasul yang dibawanya. Terdapat dua peranan rasul iaitu membawa risalah dan sebagai model.
Rasul sebagai manusia biasa yang diberikan amanah untuk menyampaikan risalah kepada manusia.
Dalil
18:110, Rasul sebagai manusia biasa seperti mu
6:9, Rasul dalam bentuk Rajul bukan malaikat
33:40, Muhammad SAW sebagai Rasul Allah
2. Hamilu Risalah
Sarahan
Rasul membawa risalah kepada manusia, banyak disampaikan di dalam ayat Al Qur'an. Tugas menyampaikan wahyu dan risalah ini adalah tugas dan amanah wajib bagi setiap Rasul. Apa sahaja yang Rasul terima dari Allah maka disampaikan wahyu tadi kepada manusia.
Rasul dan orang yang menyampaikan risalah Islam tidak akan takut dengan segala bentuk ancaman kerana ia yakin bahawa yang dibawa dan disampaikannya adalah milik Allah yang memiliki alam semesta dan seisinya. Dengan demikian apabila kita menyampaikan pesan sang pencipta maka pencipta (Allah) akan melindungi dan menolongnya.
Dalil
5:67, Rasul menyampaikan apa-apa yang diterimanya dari Allah
33:39, orang yang menyampaikan risalah Allah, mereka tidak takut kepada sesiapapun kecuali hanya kepada Allah sahaja.
3. Qudwatu fi tatbiqu risalah
Sarahan
Dalam menjalankan dan mengamalkan Islam, tidak akan mungkin seorang manusia dapat memahami langsung apa-apa yang ada di dalam Al Qur'an kecuali apabila dapat petunjuk dan contoh dari Nabi. Muhammad dan para rasul lainnya mempunyai peranan dalam menjembatani pesan-pesan dari Allah agar dapat diaplikasikan kepada Manusia. Nabi Ibrahim AS sebagai contoh dalam mengelakkan diri dari menyembah sembahan berhala . Walaupun demikian sebagai umat Muhammad yang wajib diikuti hanya kepada Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan yang sesuai dengan pendekatan bagi manusia sekarang.
Dalil
33:21, Muhammad (Rasul) sebagai qudwah yang baik
60:4, Ibrahim AS sebagai ikutan dalam melaksanakn Aqidah
4. Alamatu risalah
Sarahan
Agar memahami peranan Rasul lebih mendalam maka kita perlu mengetahui apakah ciri-ciri Rasul sebenarnya. Rasul yang membawa peranan dan amanah yang cukup berat dalam menjalankan tugasnya mempunyai beberapa keistimewaan yang dijelaskan dalam ciri-ciri Rasul itu sendiri. sifat asa, mukjizat, basyirat, nubuwah dan tsamarat.
5. Sifatul Asasiyah
Sarahan
Sifat asas rasul adalah akhlak mulia yang terdiri dari sidiq, tabligh, amanah dan fatanah. Sifat asas dan utama ini mesti dipunyai oleh setiap rasul dan orang yang beriman. Tanpa sifat ini maka seorang mukmin kurang mengikuti Islam yang sebenarnya bahkan dapat menggugurkan keislamannya. Misalnya sifat dasar sidiq, RasullulLah menekankan bahawa kejujuran sebagai akhlak yang utama, tanpa sidiq maka gugur keislamannya. Dengan kejujuran yang dimiliki walaupun ia berbuat dosa seperti merogol atau mencuri, masih dapat dimaafkan apabila ia masih mempunyai sifat sidiq. Dengan sifat asas ini maka manusia dijamin hidupnya didunia dan di akhirat akan bahagia.Sifat asas juga bersifat universal ini sangat strategik bagi setiap mukmin dalam menjalankan Islam dan memelihara dirinya dari segala cabaran.
Dalil
68:4, Rasul mempunyai akhlak yang mulia.
6. Mukjizat
Sarahan
Banyak mukjizat yang dibawa oleh para Rasul. Setiap Rasul membawa mukjizat yang diberi Allah berbeza-beza seperti nabi Ibrahim yang tidak terbakar, nabi Musa yang membelah lautan, nabi Sulaiman dapat bercakap dengan segala makhluk, nabi Daud yang mempunyai kekuasaan dan lainnya. Nabi Muhammad sendiri banyak mukjizat yang Allah SWT berikan misalnya membelah bulan ketika dicabar oleh orang kafir, Al Qur'an, makluman awal terhadap segala peristiwa yang berlaku dan sebagainya.
Dengan mukjizat ini maka manusia semakin yakin dengan apa yang diberikan oleh para Rasul kepada manusia.
Dalil
54:1, Rasul membelah bulan
15:9, Al Qur'an yang dipelihara oleh Allah
7. Al Mubasyarat
Sarahan
Ciri kerasulan adalah sudah dimaklumkan oleh manusia-manusia sebelumnya mengenai kedatangannya. Nabi Muhammad SAW sudah dimaklumkan ketika zaman Nabi Isa AS, bahawa akan datang seorang Rasul yang bernama Ahmad (terpuji).
Dalil
61:6, berita gembira yang memaklumkan kedatangan nabi Muhammad SAW
8. An Nubuwah
Sarahan
Ciri-ciri rasul lainnya adalah adanya berita kenabian seperti membawa perintah dari Allah untuk manusia keseluruhan seperti perintah haji (pada zaman Nabi Ibrahim) dan perintah - perintah Allah di dalam Al Qur'an (pada zaman Nabi Muhammad)
Dalil
22:26-27, Nabi Ibrahim disuruh oleh Allah untuk memberitahukan kepada manusia agar berhaji.
6:19, Al Qur'an adalah wahyu kepada rasul dan sebagai berita kenabiannya.
25:30, Rasul mengajak ummatnya kepada Al Qur'an tetapi mereka meninggalkannya.
9. Attsamarat
Sarahan
Ciri Rasul adalah ada hasil dari perbuatan dakwah dan harakahnya. Tidak ada hasil maka bererti tidak melakukan. Dengan melakukan maka akan menghasilkan hasil walaupun sedikit. Nabi dan Rasul telah membuktikan kepada kita bagaimana hasil dari usaha-usaha dakwah mereka. Nabi Muhammad SAW telah membuktikan dengan usahanya maka didapati perubahan masyarakat dari jahiliyah kepada islamiyah, dari kemusyrikan kepada keimanan dan perubahan-perubahan lainnya. Islam pun tersebar ke seluruh dunia dengan meninggalkan banyak bukti-bukti sejarah yang sampai saat ini dapat dilihat dan dibuktikan.
Kader Nabi iaitu para sahabat adalah bukti nyata yang menjadikan perubahan-perubahn di jazirah Arab dan seluruh dunia.
Dalil
48:29, hasil tarbiyah dan dakwah Rasul adalah kader-kader yang tangguh.
Ringkasan Dalil
Rasul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan risalah Islam kepada manusia (5:67, 33:39)
Teladan dalam melaksanakan risalah (33:21, 56, 60:4)
Tanda tanda kerasulan:
Sifat (68:4)
Mukjizat (54:1, 15:9)
Berita kedatangan (61:6)
Berita kenabiaan (25:30, 22:26-27)
Hasil hasil perbuatan (48:29)
Makanatur Rasul
Sinopsis
Muhammad RasululLah SAW adalah sebagai hamba di antara hamba-hamba Allah lainnya. Sebagai hamba maka Rasul mempunyai ciri yang juga sama dengan manusia lainnya seperti beliau sebagai manusia, mempunyai nasab dan jasadnya. Sebagai hamba ini menunjukkan bahawa Nabi adalah manusia biasa yang Allah berikan kemuliaan berupa wahyu dari Allah. Untuk mengetahui Nabi sebagai hamba dapat kita ketahui secara pasti dari perjalanan sirah Nabi , khususnya di dalam fiqh sirah. Selain itu Nabi Muhammad SAW juga sebagai rasul di antara para rasul. Sebgai rasul , Nabi bersifat menyampaikan risalah, menjalankan amanah dari Alah, dan sebagai pemimpin ummat. Perjalanan nabi sebgai Rasul dalam menyampaikan dakwah dan misi dapat dilihat dari dakwah-dakwah Nabi seperti di dalam fiqh dakwah. Selain itu Nabi Muhammad SAW juga membawa sunnah yang dijadikan sebagai fqhul Ahkam. Kedudukan Rasul dapat digambarakan didalam sirah nabi, sunnahnya dan dakwahnya sehingga dari kedudukan ini banyak yang kita ambil sebagai fiqh sirah, fiqh ahkam dan fiqh dakwah.
Hasiyah
1. Abid min ibadillah
Sarahan
Rasul Muhammad SAW adalah sebagai hamba dan manusia biasa yang juga makan, minum, pergi ke pasar, beristeri, berniaga dan segala aktiviti manusia dikerjakan dan ditunaikan dengan baik. Rasul melaksanakan keperluan dan keperluan sebagai mana manusia lainnya melaksanakan keperluannya. Dari keadaan ini dapat disimpulkan bahawa Rasul sebagai manusia dan kita pun sebagai manusia sehingga apa yang dikerjakan oleh Nabi juga dapat dilaksanakan oleh kita secara baik. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan perintah Rasul kerana Allah telah mengutus Rasul dari kalangan manusia juga.
Yang membezakan rasul dengan manusia yang lain ialah Rasul mendapat wahyu iaitu menyuruh kita mengilahkan Allah sahaja.
Dalil
18:110, Rasul adalah manusia biasa seumpamamu
17:1, Rasul disebut oleh Allah sebagai hambanya
a. Insan
Sarahan
Rasul sebagai manusia digambarkan makan, ke pasar dan sebagainya. Perilaku ini menggambarkan suatu aktiviti sehari-hari manusia. Apabila Rasul sebagai manusia maka dakwah mudah dilaksanakan dan mudah diterima, tidak ada alasan bagi manusia untuk menolaknya. Apabila malaikat sebagai Nabi maka banyak alasan untuk tidak melaksanakan perintah Allah. Kaum Yahudi sentiasa menyoal kehadiran Rasul yang berasal dari manusia. Sebetulnya mereka mengada-adakan soalan yang didasari kekufurannya kepada Allah.
Rasul sebagai manusia juga dijelaskan dengan peranan Rasul sebagai suami dan bapa dari anak-anaknya. Dengan peranan ini menjadikan manusia lebih sempurna dan dapat mengikutinya dengan baik setiap amalan dan arahannya.
Dalil
25:7, Rasul sebagai manusia yang juga makan, berjalan ke pasar
13:38, Rasul mempunyai isteri, anak.
b. Nasab
Sarahan
Rasul berasal dari kaum Quraish. Bapanya yang bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah. Beliau mempunyai keluarga dan keturunan yang jelas. Begitupun tentang sejarah kelahiran dan asal usulnya. Sejarah yang menjelaskan bagaimana nabi dibesarkan sehingga menjadi Rasul juga banyak terdapat di berbagai buku sirah Nabi.
Dalil
Hadits dan Sirah Nabi
c. Jism
Sarahan
Jism nabi Muhammad SAW digambarkan banyak oleh hadits seperti rambutnya yang rapi dan selalu disikat kemas, badannya yang kuat, tingginya sederhana dan sebagainya. Dari gambaran jasad ini Nabi adalah manusia yang juga sebagai manusia biasa lainnya.
Dalil
Hadits dan sirah
d. Sirah Nabawiyah
Sarahan
Penggambaran Nabi sebagai hamba Allah terdapat di dalam sirah nabawiyah. Penggambaan ini dijadikan sebagai pengajaran , menerangkan sesuatu dan juga dapat sebagai petunjuk bagi kita yang membacanya. Dari sirah nabawiyah dapat disimpulkan bahawa Nabi sebagai hamba Allah dan menjalankan aktiviti-aktivitinya sebagai manusia biasa.
Dalil
12:111, Kisah di dalam sirah dijadikan sebagai pelajaran
2. Rasul minal mursalin
Sarahan
Muhammad SAW selain sebagai hamba biasa juga sebagai Rasul yang mempunyai keutamaan dan ciri-ciri kerasulan. Muhammad seperti Rasul lainnya juga mempunyai mukjizat dan tugas-tugas mulia. Walau bagaimanapun Rasul juga seperti manusia yang akan meninggal pada saatnya.
Dalil
3:144, Muhammad itu sebagai Rasul yang sesungguhnya telah terdahulu beberapa Rasul sebelumnya.
a. Tabligh Risalah
Sarahan
Peranan Rasul yang utama adalah menyampaikan risalah Tuhan kerana inilah yang membezakan nya dengan manusia biasa. Rasul membawa manusia untuk mengabdi kepada Ilah yang satu iaitu Allah SWT. Menyampaikan misi Islam dan memberikan contoh adalah aktiviti utama para Rasul
Dalil
72:28, Rasul-rasul itu telah menyampaikan risalat Tuhannya.
33:39, Rasul yang menyampaikan risalah Agama Allah
b. Adaul Amanah
Sarahan
Rasul telah menunaikan amanahnya sebagai rasul iaitu menyampaikan risalah kepada manusia. Menunaikan amanah dan tugas menyampaikan misi ini merupakan peranan Rasul. Bukti bahawa Rasul telah menunaikan amanah ini adalah pengikut-pengikutnya yang setia dan menyebarkan dakwah kepada manusia.
Dalil
72:28, Rasul telah menyampaikan risalat Tuhannya.
5:67, Rasul diperintahkan untuk menyampaikan apa-apa yang diterimanya dari Allah
c. Imamatul Ummat
Sarahan
Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul juga sebagai Imam yang bertanggung jawab ke atas ummatnya. Pada hari kiamat Nabi berperanan sebagai Ummat. Hal ini menunjukkan bahawa Nabi juga bertanggungjawab terhadap apa-apa yang sudah disampaikan kepada ummatnya. Ketika dihari penghitungan di hari kiamat Nabi mempertanggungjawabkan ummatnya.
Dalil
4:41, Nabi Muhammad sebagai saksi bagi ummatnya
17:71, setiap manusia dengan imamnya di hari kiamat
d. Dakwah Nabawiyah
Sarahan
Al Qur'an dan juga Sirah banyak menjelaskan dakwah nabi. Dari kedua ini muncul fiqh dakwah yang bersesuai dengan realiti, tuntutan, keadaan dan respons tempatan. Misalnya Allah menceritakan perjalanan Hijrah Nabi bersama Abu Bakar yang berada di gua Tsur, didapati banyak ular dan berbagai haiwan yang berbahaya, kemudian nabi berkata janganlah takut sesungguhnya Allah bersama kami. Ayat yang menggambarkan dakwah ini menjadi fiqh dakwah bagi para da'i saat ini khususnya memotivasikan kita agar sentiasa berdakwah walaupun menghadapi banyak cabaran dan rintangan.
Dalil
9:40, Rasul menasehati Abu Bakar, janganlah berduka cita sesungguhnya Allah bersama kami.
3. Sunnah
Sarahan
Dari segi bahasa Sunnah bererti jalan. Maksud Sunnah Nabi adalah segala sesuatu yang disebutkan, diakurkan dan diamalkan. Sunnah Nabi bernilai syar'i dan perlu untuk mengikutinya. Sunnah yang demikian dijadikan sebagai teladan dan ikutan. Sesuatu di luar itu boleh dilaksanakan boleh juga tidak, ia merupakan sesuatu yang tidak wajib seperti Nabi biasa menunggang unta, memakai pakaian budaya Arab, perang dengan pedang, dan sebagainya. Perkara ini adalah wasailul hayah yang boleh berubah dan tidak mesti mengikutinya. Yang perlu diikuti dan bernilai sunnah adalah yang bersifat minhajul Hayat. Sunnah ini dijadikan sebagai fiqh ahkam untuk rujukan beramal atau mengambil keputusan.
Dalil
Hadits dan sirah Nabi
a. Fiqhul Ahkam
Sarahan
Bagi muslim dalam menjalankan hidup dan dakwah tentunya menghadapi banyak cabaran selain dari bagaimana mesti menjalani hidup ini dengan sempurna. Peranan hukum atau aturan sebagai panduan membawa kita ke arah yang sempurna sangatlah diperlukan. Rasul dijadikan sebagai tempat ketaatan dan ikutan, dan juga sebagai rujukan hukum. Fiqh ahkam yang digunakan sebagai dalil juga memerlukan pandangan sunnah.
Dalil
4: 64, 65, Rasul sebagai rujukan hukum dalam mengurus perselisihan
Ringkasan Dalil
Hamba di antara hamba-hamba Allah (18:110, 17:1)
Seorang rasul di antara para Rasul (26:3, 3: 144)
Keadaannya sebagai manusia (25:7, 13:38), nasabnya (hadits) dan jasadnya (hadits)
Penyampai misi (72:28)
Penunai amanah (5:3, 33:39, 5:67)
Pemimpin ummat (4:41, 17:71)
Sirah/perjalanan hidup nabi - fiqhus sirah (12:112)
Dakwah Nabi - fiqhuh dakwah (9:40)
Fiqih hukum (4:65)
Sifatur Rasul
Sinopsis
Mengenal Rasul perlu mengenal sifat-sifatnya. Bahagian tingkah laku, personaliti, dan penampilan diwarnai oleh sifat seseorang. Begitupun Nabi Muhammad SAW dapat digambarkan melalui sifat-sifatnya. Mengetahui sifat-sifat ini diharapkan kita menyedari siapa sebenarnya Rasul dan kemudian kita dapat mengikutinya. Sifat Nabi seperti manusia biasa yang sempurna dapat diikuti oleh kita, kerana tingkah laku atau perbuatannya seperti yang dilaksanakan manusia maka kita pun mesti dapat mengikutinya. Kemudian kita semakin percaya kepada apa-apa yang dibicarakan atau disampaikan Rasul adalah yang benar kerana sifat beliau yang 'ismah (terpelihara dari kesalahan), selain itu beliau adalah orang yang cerdas bererti apa yang dibawanya adalah hasil daripada pemikiran dan analisa yang mendalam, tepat dan baik. Sifat amanah adalah juga sifat asas yang setiap manusia mesti menyenangi berkawan dengan mereka yang amanah, kita sebagai muslim perlu mengikuti sifat ini dengan sempurna begitupun dengan sifat lainnya seperti tabligh dan iltizam. Sifat-sifat ini menggambarkan akhlak mulia yang diwarnai oleh akhlak Al Qur,an dan sangatlah sesuai dijadikan sebagai contoh yang baik bagi kita.
Hasiyah
1. Basyariyah (manusia)
Sarahan
Rasul sebagai manusia biasa seperti kita semua. Perbezaannya adalah Allah memberikan wahyu untuk disampaikan kepada orang lain. Kenapa Allah SWT perlu menegaskan bahawa Rasul itu manusia biasa. Dengan penegasan ini maka dapat disimpulkan bahawa Rasul dari golongan kita juga, dari manusia yang seperti kita juga misalnya makan, minum, tidur, beristeri, bekerja, belajar, penat, dan sifat-sifat kemanusiaan lainnya. Perbezaannya hanyalah terletak kepada amanah yang Allah berikan kepada Rasul iaitu wahyu. Meyakini betul bahawa Rasul seperti kita maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolak perintah Rasul, tidak ada alasan tidak mampu, tidak boleh dan sebagainya. Juga tidak boleh beri alasan anak, isteri, sibuk kerja dan sebagainya kerana Rasul juga mempunyai tanggung jawan demikian juga terhadap anak, isteri dan sebagainya.
Dalil
14:11, Rasul sebagai manusia biasa
2. 'Ismah (terpelihara dari kesalahan)
Sarahan
Manusia biasa yang tidak mendapatkan wahyu mungkin melakukan kesilapan dan kesalahan. Tetapi bagi para Rasul yang diberi amanah untuk menyampaikan dakwah mesti terpelihara dari kesalahan kerana yang disampaikan adalah sesuatu yang berasal dari Allah SWT. Allah SWT perlu memelihara aturan dan firmannya dari kesalahan. Dengan sifat Rasul demikian iaitu dijaga oleh Allah SWT maka apa yang dikeluarkan Nabi adalah benar dan kita perlu meyakininya.
Dalil
5:67, Allah memelihara Rasul dari kejahatan manusia
66:1, Allah pengampun lagi penyayang
3. Sidq (benar)
Sarahan
Rasul - rasul dan Muhammad SAW mempunyai sifat sidq yang membawa kebenaran. Orang yang membawa kebenaran tentunya ia sendiri bersifat sidq sehingga apa yang disampaikan dapat diterima. Oleh itu, dengan sifat ini ramai masyarakat jahiliyah menerima Islam. Sifat sidq bererti mengikuti Islam sebagai sumber kebenaran. Tidak mengikuti Islam bererti mengikuti hawa nafsunya sehingga menjauhkan diri dari kebenaran.
Dalil
39:33, Muhammad SAW membawa kebenaran
53:3-4, Tiadalah ia berbicara menurut hawa nafsunya
4. Fatanah (cerdas)
Sarahan
Kecerdasan Rasulullah dapat dilihat bagaimana Rasul menyusun dakwah dan strategi-strategi seperti berperang, berdakwah ke tempat lain dan sebagainya. Di antara kecerdasan Rasul adalah mempunyai pandangan bahawa Islam akan menaklukkan Mekah dan menaklukkan Khaibar. Rasul menggambarkan pada saat tersebut ummat Islam masuk ke Masjidul Haram dengan aman sentosa, serta bercukur dan menggunting rambut kepala tanpa sedikitpun. Kecerdasan Rasul dalam memperkirakan kekuatan Ummat Islam dan kelemahan pihak lawan juga dibuktikan di dalam peperangan lainnya.
Dalil
Hadits
48:27, pandangan Nabi terhadap kemenangan Islam
5. Amanah
Sarahan
Sifat lainnya adalah Amanah. Amanah secara umum bererti bertanggungjawab terhadap apa yang dibawanya, menepati janji, melaksanakan perintah, menunaikan keadilan, memberikan hukum yang sesuai dan dapat menjalankan sesuatu yang disepakatinya. Sifat demikian dimiliki oleh para Rasul dan kita mesti mengikutinya. Sifat ini sangatlah diperlukan di dalam kehidupan kita tidak hanya dalam segi ibadah khusus tetapi secara umum seperti bekerja, belajar dan berhubungan dengan orang lain. Bos di tempat kita bekerja akan menyenangi kita yang mempunyai sifat amanah ini bahkan dengan sifat ini kita akan berjaya dan berprestasi.
Dalil
4:58, Alah menyuruhmu supaya menunaikan amanah
6. Tabligh (menyampaikan)
Sarahan
Salah satu rahsia kenapa Islam tersebar dengan cepat ke seluruh pelosok tempat dan bagaimana pula dengan cepatnya perubahan-perubahan di tengah masyarakat.Kenapa jumlah bilangan pengikut Islam semakin hari semakin ramai dan semakin banyak yang menyokongnya. Jawabannya adalah sifat tabligh dimiliki oleh Rasul dan pengikutnya. Setiap muslim merasakan bahawa dakwah atau menyampaikan Islam sebagai suatu kewajiban yang perlu dilaksanakan di mana sahaja dan bila masa sahaja. Ertinya dalam keadaan bagaimanapun, Ummat Islam sentiasa menyampaikan risalah ini kepada siapa sahaja yang menerimanya.
Dalil
5:67, Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadanya
7. Iltizam (komitmen)
Sarahan
Rasulullah SAW beserta Rasulnya sangatlah dikenal dengan komitmenya dengan Islam dan apa yang dibawanya. Beliau tahan dan tidak merasa takut sedikitpun menghadapi cabaran dan tantangan dari pihak jahiliyah. Rasul selalu komitmen dan dapat menghadapi cabaran dengan baik. Sifat iltizam ini perlu dipupuk pada diri kita kerana dengan sifat inilah, nilai-nilai Islam pada diri kita menjadi terpelihara dengan baik. Tanpa iltizam maka godaan syaitan dan gangguan kafir menjadi terasa pada kita dan perubahan berlaku bahkan menjadi futur dan sesat . NauzubilLah. Kemenangan bersama-sama dengan sifat iltizam ini.
Dalil
17:74, kalau sekiranya tiadalah kami tetapkan komitmen engkau, sesungguhnya hampir engkau condong sedikit kepada mereka itu.
68:1-8, menggambarkan bagaimana Muhammad SAW disebut gila kerana ia tetap komitmen dengan Islam, tahan dari cabaran kesesatan dan tidak mengikuti orang yang mendustakan agama Allah.
8. Khuluqin Azim (akhlak yang mulia)
Sarahan
Sifat-sifat yang dimiliki oleh para rasul menggambarkan akhlak yang mulia. Akhlak mulia bererti akhlak yang tinggi kemudian untuk mencapainya perlu proses dan latihan. Tidak semua manusia boleh mencapai akhlak ini kecuali mereka yang mengikuti tarbiyah islamiyah. Akhlak mulia yang dimiliki seseorang maka akan disenangi oleh masyarakat di sekitarnya, mereka menerima dan menyambut individu yang berakhlak mulia. Sunnah dakwah melihatkan bahawa kebencian pihak Jahiliyah kerana aqidah yang dibawa ummat Islam bukan kerana akhlaknya. Mereka menerima akhlak Islam kerana tidak merugikannya bahkan menguntungkannya.
Dalil
68:4, Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai akhlak yang mulia.
9. Akhlak Qur'an
Sarahan
Akhlak mulia adalah juga akhlak Al Qur'an. Bererti akhlak Rasul adalah amalan dan tingkah laku yang sesuai dengan Al Qur'an atau yang diarahkan oleh Al Qur'an. Jadi untuk mendapati akhlak mulia seperti yang dimiliki Rasul maka mesti mengamalkan Al Qur'an dalam kehidupan sehari-harinya. Al Qur'an berjalan adalah akhlak Rasul.
Dalil
Hadits, bertanya kepada Aisyah RA bagaimanakah akhlak RasululLah ? jawabannya adalah khuluquhu Al Qur'an.
10. Uswatun Hasanah (teladan yang baik)
Sarahan
Pada diri Rasul Muhammad SAW terdapat contoh yang baik iaitu akhlak yang mulia yang digambarkan oleh Allah SWT. Sebagai contoh yang nyata bagaimana menjadi muslim yang berakhlak mulia dan bagaimana al Qur'an tertanam dalam diri kita maka ikutilah Nabi Muhammad SAW. mereka yang mengikuti nabi ini adalah mereka yang mengharapkan rahmat Allah dan hari yang kemudian, serta ia banyak mengingat Allah.
Dalil
33:21, Sesungguhnya pada Rasul Allah (Muhammad) ada ikutan yang baik bagimu.
Ringkasan Dalil
Sifat-sifat Rasul:
Manusia sempurna (14:11, 25:8)
Terpelihara dari kesalahan (5:67, 80:1, 66:1)
Benar (39:33, 53:3-4)
Cerdas (Hadits, 48:27)
Amanah (4:58, 69:44-46)
Menyampaikan (5:67, 81:24, 80:1-2)
Komitmen yang sempurna (17: 73, 68:6)
Akhlak yang agung (68:4) iaitu akhlak Qur'an - Hadits
Sebagai suri teladan (33:21).
Wadhifatur Rasul
Sinopsis
Tugas Rasul dapat dibahagikan kepada dua iaitu menyampaikan risalah dan menegakkan dienulLah. Kedua tugas ini adalah inti sari dari perintah Allah SWT dzan amaln dakwah Nabi Muhammad SAW. Risalatud dakwah yang dibawa oleh Nabi adalah memperkenalkan masyarakat Jahiliyah kepada penciptanya, perkara ini tidak lah begitu sukar kerana setiap manusia mempunyai fitrah untuk menerima kholiq. Setelah itu menjadikan mereka sebagai muslim. Sebagai muslim, perlu untuk mengetahui bagaimana cara beribadah dan mengikuti Islam. Tugas Rasul diantaranya adalah m,enjelaskan cara pengabdian kepada Allah, menjelaskan Islam sebagai panduan hidup. Usaha menyampaikan risalah secara berkesan dengan melaksanakan tarbiyah Islamiyah iaitu dengan menekankan kepada arahan dan nasihat.
Tugas kedua adalah menegakkan dienulLah. Tugas ini tidak semua muslim memahaminya atau tidak mengetahui bagaimana untuk merealisasikannya. Rasul sebagai pembawa risalah adalah suatu pengetahuan umum bagi kita tetapi tidak demikian dengan peranan untuk menegakkan agama Allah. Beberapa aktiviti untuk menegakkan dien Allah ini adalah menegakkan khilafah, membangun rijal, minhajud dakwah dan merealisasikan risalah.
Hasiyah
1. Wazifatur Rasul (tugas Rasul)
Sarahan
Allah SWT memerintahkan Rasul untuk menyampaikan wahyu dan sebagai hasil dari penyebaran wahyu ini adalah terbentuknya dienulLah. Oleh kerana itu tugas utama menyampaikan dakwah ini juga perlu diiringi dengan menegakkan dien Allah. Kedua tugas ini saling berkaitan oleh sebab itu, kita perlu memahaminya secara mendalam agar dapat menjalankan dakwah dengan baik. Menyampaikan risalah adalah pekerjaan Nabi yang utama dan kita pun sudah mengikuti tugas ini sebagai kewajiban dari seorang Muslim. Namun demikian, tidak ramai muslim mengetahui dan bagaimana menyusun dakwah hingga tegaknya dien Allah.
Dalil
5:67, Rasul diperintahkan untuk menyampaikan dakwah
42:13-15, Allah memberikan wasiat kepada para Rasul untuk menegakkan dien.
2. Risalatud Dakwah (menyampaikan dakwah)
Sarahan
Tugas Rasul yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT dan merupakan ciri-ciri dari kerasulan adalah menyampaikan dakwah kepada manusia. Dalam menyampaikan dakwah, Allah SWT di dalam firmannya banyak yang menggugah hati manusia dengan mengingatkan mereka kepada ciptaan Allah yang maha agung, sama ada memperlihatkan alam semesta, haiwan ataupun tumbuh-tumbuhan. Setelah itu bagaimana cara beribadah. Usaha perubahan ini dilakukan oleh Rasul secara berkesan melalui tarbiyah Islamiyah.
Dalil
5:67, Rasul diperintahkan untuk menyampaikan dakwah
33:39, Nabi menyampaikan risalah agama Allah
a. Makrifatul Kholiq (mengenal pencipta)
Sarahan
Mengenal Allah adalah suatu yang mudah bagi fitrah manusia. Mengenal Kholik melalui makhluk iaitu alam semesta dan manusia, seperti kejadian alam, proses pembentukan manusia, pergantian siang malam dan sebagainya. Akal sebagai suatu wasilah untuk mengenal kholik. Para saintis mempunyai kemampuan menerangkan peristiwa alam, namun tidak semua diantara mereka yang dapat mengaitkannya kepada pencipta (Allah).
Dalil
41:53, Allah Swt memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan kami di ufuq dan pada diri mereka sendiri.
3:190, Sesungguhnya tentang kejadian langit dan bumi dan pertikaian malam dan siang menjadi tanda bagi orang yang berakal.
b. Kayfiyatul Ibadah (cara beribadah)
Sarahan
Mengabdi kepada Allah, menjalankan perintah Allah dan Rasul adalah ibadah. Bagaimana cara beribadah, Allah SWT tidak sebutkan secara detil. Rasul yang kemudian menjelaskannya kerana Rasul sebagai manusia dan sesuai untuk masanya. Dengan model dari Rasul dalam menjalankan ibadah maka jelaslah satu per satu amalan dan cara yang benar dalam beribadah kepada Allah.
Dalil
Hadits, Sholatlah kamu seperti halnya aku sholat.
c. Minhajul Hayah (pedoman hidup)
Sarahan
Menyampaikan risalah selain berkaitan dengan pengenalan kepada Kholiq dan cara ibadah, juga mengenalkan panduan hidup (Islam) secara benar. Islam sebagai minhajul hayat menggambarkan Islam sebagai dien yang menyeluruh dan lengkap yang mencakupi segala aspek dalam kehidupan seperti politik, negara, bermasyarakat dan ber ekonomi.
Dalil
3:19, Islam sebagai dien yang Allah redhai
Hadits
d. Tarbiyah
Sarahan
Tarbiyah adalah minhaj Rabbaniyah yang penting dan tidak dapat ditinggalkan dalam menjalankan dakwah ini. Tarbiyah sebagai cara yang berkesan dalam membangun rijal ke arah pembentukan syaksiyah Islamiyah dan pembentukan daiyah. Jadi media penyampaian risalah Nabi yang utama dan sangat berperanan adalah Tarbiyah. Di dalam tarbiyah mencakupi taujih (arahan) dan nasihah.
Dalil
Hadits dan Sirah Nabawiyah seperti tarbiyah di rumah Arqom b Abi Arqom.
3. IqomatuddienulLah (menegakkan dien Allah)
Sarahan
Menegakkan dienulLah juga merupakan perintah atau arahan yang datangnya dari Allah. Tegaknya dien mesti dimulai oleh tegaknya Islam di dalam diri peribadi, keluarga dan masyarakat. Usaha ini tercapai melalui penyampaian risalah, dimana tarbiyah adalah cara yang paling berkesan untuk mencapai objektif ini.
Tegaknya dien perlu didukung oleh penyusunan peribadi dan pembentukan strategi untuk mencapai kejayaan Islam di tengah masyrakat. Perancangan dan pentadbiran dakwah nabi sudah dibuktikan kejayaannya.
Dalil
42:13-15, Allah memberikan wasiat kepada para Rasul untuk menegakkan dien.
a. Iqomatul Khilafah (menegakkan khilafah)
Sarahan
Mengikut kepada firmanNya bahawa setiap mukmin akan diberi kedudukan sebagai khalifah di muka bumi ke atas makhluk lainnya. Namun demikian dari segi kenyataan tidak semuanya orang Islam mendapatkan kedudukan khalifah. Mereka yang mendapatkan peranan khalifah adalah mereka yang berusaha untuk berdakwah dan menegakkan dien Allah sahaja.
Dalil
24:55, Allah akan mengangkat kamu menjadi khalifah sebagaimana orang sebelum kamu, Allah akan menetapkan agama Islam yang direhainya untuk mereka, dan akan mengganti ketakutan mereka dengan keamanan.
48:27, Pandangan Nabi yang dibenarkan Allah dalam meramalkan kemenangan Islam.
b. Binau Rijal (membangun Rijal)
Sarahan
Menegakkan dien tidak mungkin dikerjakan sendirian sahaja. Usaha ini perlu dilakukan secara berjamaah. Mereka yang bersama pun perlu memiliki kekuatan, kefahaman yang jelas, aqidah yang bersih dan memegang minhaj yang betul. Kebersamaan dari kader - kader diperolehi melalui pembangunan rijal. Tarbiyah adalah usaha untuk membangun rijal yang dipersiapkan sebagai tonggak dakwah. Cara bagaimana bina rijal ini kita merujuk kembali bagaimana Rasul melaksanakan pembinaan kepada para sahabat.
Dalil
3:104, bentuklah dari sebahagianmu orang untuk melakukan amar makruf dan nahiy mungkar
c. Minhajud Dakwah (panduan dakwah)
Sarahan
Al Qur'an dan Sunnah adalah minhaj dakwah yang penuh dengan petunjuk-petunjuk bagaimana menjalankan dakwah. Banyak contoh-contoh misalnya kita disuruh berdakwah lembut, ramah, tidak boleh keras, dengan pengajaran yang baik, nasehat, memaafkan dan mengampunkan mereka.
Minhaj Dakwah dalam menegakkan dien juga membincangkan bagaimana dakwah melalui pendekatan ekonomi, budaya, sosial dan politik. Selain itu Rasul juga menggambarkan dakwah mengikuti potensi masing-masing seperti di zaman sekarang sebagai consultant, accountant, engineer dan sebagainya.
Dalil
3:159, pendekatan dakwah yang lembut dan ramah dapat mengelakkan mad'u dari bercerai berai. Elakkan berbuat jahat, berhati kasar dalam pendekatan dakwah.
d. Tathbiqur Risalah (aplikasi risalah)
Sarahan
Aplikasi dari penerimaan risalah Islam adalah mengamalkan Islam secara keseluruhannya dalam kehidupan seharian. tegaknya dien tidak akan wujud apabila mereka yang menerima sekedar tahu dan kemudian tidak mengamalkan. Tegaknya dien akan tercapai apabila setiap individu mengaplikasikannya dalam hidup. Setelah mereka tahu, kemudian diamalkan kedalam dirinya dan didakwahkan kepada orang lain merupakan usaha yang dapat mempercepat tegaknya dien di muka bumi ini.
Dalil
2:208, Orang beriman disuruh masuk (mengamalkan) Islam secara keseluruhan
6:162, katakanlah sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku, semuanya bagi Allah, tuhan semesta alam.
Ringkasan Dalil
Umum:
Menyampaikan risalah (5:67, 33:39)
Memperkenalkan Al Khaliq (7: 175)
Menjelaskan cara pengabdian (hadits)
Menjelaskan pedoman hidup (hadits)
Mendidik para sahabat: dengan arahan dan nasihat
Khusus:
Menegakkan dienulLaah (42: 13-15)
Menegakkan khilafah (24:55, 48:27)
Membina kader (3:104)
Membuat konsep dakwah (3:159)
Melaksanakan panduan hidup (2:208, 6:162)
Khosoisu Risalah Muhammad SAW
Sinopsis
Nabi Muhammad SAW mempunyai ciri-ciri yang khusus dibandingkan dengan para rasul lainnya. Diantara ciri-ciri tersebut adalah sebagai nabi penutup, penghapus risalah sebelumnya, membenarkan nabi sebelumnya, menyempurnakan risalah, diperuntukkan bagi manusia seluruh alam, dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Ciri-ciri ini dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak dimiliki oleh para Rasul sebelumnya. Nabi Muhammad sebagai penutup bererti tidak ada lagi nabi setelah nabi Muhammad SAW, ia pun menghapuskan risalah sebelumnya yang bererti risalah sebelumnya tidak lagi digunakan setelah datangnya Nabi Muhammad SAW, beliaupun membenarkan Nabi sebelumnya dan adanya Nabi Muhammad tidak untuk kaumnya sahaja tetapi bagi seluruh manusia dan bagi semesta Alam.
RasululLah tampil sebagai pembawa risalah Islam yang mencakupi huda dan dienul Haq. Selain itu hadirnya RasululLah SAW di tengah kita adalah sebagai saksi, pembawa berita gembira dan peringatan, menyeru ke jalan Allah dan sebagai pelita yang menerangi.
Hasiyah
1. Khotama Al Anbiya (Nabi penutup)
Sarahan
Allah SWT te;ah menurunkan Nabi sebanyak 124,000 dan Rasul sebanyak 313 orang. Namun demikian di dalam Al Qur'an yang disebutkan hanya sebanyak 25 orang sahaja. Perhatikan Al Qur'an surat 40:78, 4:163-164, 6:84-86. Seperti juga ada diungkapkan bahawa setelah Rasul Musa AS ada sebanyak 36 pelanjut Risalahnya. Sedangkan penutup bagi semua Rasul dan Nabi itu adalah Nabi Muhammad SAW.
Dalil
33:40, Muhammad itu bukan bapa salah seorang diantara lelaki kamu tetapi dia adalah Rasul Allah dan kesudahan dari Rasul-Rasul Allah
2. Nasikhu Ar Risalah (penghapus risalah)
Sarahan
Risalah terdahulu hanya untuk kaum tertentu sahaja, sehingga hanya sesuai untuk kaum tersebut. Selain itu risalah terdahulu mengikuti keadaan dan situsai serta keperluaan semasa waktu itu sehingga hanya sesuai pada saat tersebut sahaja.
Risalah Nabi Muhammad sebagai pelengkap dari risalah sebelumnya dan sekaligus memansukhkan risalah sebelumnya. Risalah Nabi Muhammad SAW sesuai dan dapat digunakan oleh semua manusia dan dapat diamalkan hingga hari kiamat.
Risalah terdahulu yang dibawa oleh ratusan Nabi dan Rasul mempunyai pendekatan dakwah yang sesuai dengan pendekatan kaumnya misalnya pendekatan dakwah Nabi Daud dengan kekuatan fizikal, Nabi Sulaiman pandai bercakap dengan haiwan, pokok, jin dan mempunyai kekuatan memindahkan kerajaan dan sebagainya, Nabi Ibrahim berdakwah dengan memotong semua kepala berhala, Nabi Isa AS tidak berkahwin dan banyak contoh lainnya. Disimpulkan bahawa pendekatan-pendekatan dakwah dan risalah yang dibawa oleh Nabi sebelumnya tidaklah sesuai lagi bagi zaman sekarang.
Dalil
Hadits.
33:40, sebagai penutup nabi. 61:8, membenarkan para nabi sebelumnya.
34:28, ditujukan untuk seluruh manusia.
21:107, menjadi rahmat bagi alam semesta.
3. Musoddiqu Al Anbiyak (membenarkan para nabi)
Sarahan
Banyak tentangan dan cabaran yang mencuba menghapuskan agama Allah, namun demikian Allah SWT sentiasa menjaga dan memeliharanya dari serangan kaum kafir. Di antaranya dengan memenangkan Islam atas agama lainnya atau dengan menurunkan para Rasul dan Nabi untuk kembali menegakkan kesilapan atau kejahiliyahan ummat. Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir melengkapi risalah sebelumnya dan dijadikan sebagai rujukan utama bagi ummat Islam
Dalil
61:8,9 Mereka hendak memadamkan risalah Allah tetapi Allah SWT pelihara dan menyempurnakannya. Kemudian Allah SWT mengutus Rasul-Nya dengan memberikan petunjuk dan agama yang benar, supaya Dia memenangkan agama Allah itu atas sekalian agama.
4. Mukammilu Ar Risalah (penyempurna risalah)
Sarahan
Selain membenarkan Rasul dan Nabi sebelumnya yang membawa risalah Islam. Kehadiran nabi Muhammad SAW juga diperuntukkan menyempurnalkan risalah sebelumnya. Risalah sebelumnya cenderung diperuntukkan bagi suatu kaum tertentu sahaja dan bagi saat tertentu. Berbeza dengan Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk semua manusia (tidak untuk kaumnya sahaja) dan berlaku hingga hari kiamat.
5. Kaafatalinnaas (untuk seluruh manusia)
Sarahan
Rasul Muhammad SAW berbeza dengan para Rasul dan Nabi sebelumnya di mana Nabi Muhammad SAW diutus bagi kepentingan ummat manusia secara keseluruhan dengan tidak mengira suku, bangsa, warna kulit, bahasa dan sebagainya. Sehingga dapat dilihat perkembangan Islam pada masa ini di mana muslim tersebar di seluruh pelusuk dunia.
Dalil
34:28, Kami tiada mengutus engkau Ya Muhammad melainkan kepada sekalian ummat manusia untuk memberi khabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui
6. Rahmatul Alamin (rahmat bagi alam semesta)
Sarahan
Kehadiran Nabi Muhammad SAW di muka bumi ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam yang tidak sahaja manusia tetapi juga alam, haiwan, pokok dan sebainya. Manusia pun dengan kehadiran Nabi Muhammad mendapatkan rahmat dan kebaikan. Manusia kafir dan jahiliyah pun mendapatkan rahmat dari kedatangan Islam. Dengan demikian Islam dan Nabi Muhammad tidak hanya untuk ummat Islam tetapi kebaikannya juga dirasakan oleh manusia lainnya. Islam adalah membawa agama fitrah yang sesuai dengan penciptaan manusia, jadi apabila Islam disampaikan maka akan dirasakan sesuai oleh manusia.
Alam, haiwan dan pokok pun dilindungi dan dipelihara dengan kedatangan Islam. Umat Islam sebagai khalifah di muka bumi melaksanakan pemeliharaan dan penjagaan alam dengan demikian kestabilan terwujud dan alam serta isinya menjadi damai.
Dalil
21:107, kami tiada mengutus engkau (ya Muhammad), melainkan menjadi rahmat untuk semesta alam.
7. Risalatul Islam
Sarahan
Risalah Nabi Muhammad SAW adalah risalah Islam, yang dibawanya adalah sesuatu yang benar. Hal ini tercermin dari akhlak, keperibadian dan sifat-sifat Nabi yang mulia.
Inti dari risalah Nabi Muhammad SAW adalah huda (petunjuk) dan dien yang benar. Risalah membawa huda kerana Islam itu sendiri sebagai panduan bagi manusia.
Dalil
48:28, Dia yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar), supaya agama itu mengalahkan semua agama. Dan Allah cukup menjadi saksi.
8. Ad dakwah
Sarahan
Rasul menggunakan Islam sebagai petunjuk dan juga Allah menangkan Islam sebagai dienul Haq ke atas agama-agama lainnya. Usaha ini tidak akan tercapai apabila tidak dilaksanakan dakwah.
Rasul dalam menjalankan dakwahnya mempunyai peranan sebagai saksi atas ummatnya, memberi penyampaian nilai-nilai Islam yang bersifat kabar gembira ataupun kabar peringatan.
Allah SWT sekali lagi menegaskan bahawa Rasul berdakwah dengan menyeru manusia agar kembali kepada Allah dan kemudian Rasul sebagai pelita yang menerangi.
Peranan Nabi yang digambarkan di dalam surat 33:45-46 adalah sebagai da'i. Beliau berdakwah dengan mengajak manusia dan bersifat sebagai pelita yang sentiasa dijadikan rujukan bagi manusia.
Dalil
33:45-46, Hai Nabi, sesungguhnya kami mengutus engkau sebagai saksi atas ummat dan untuk memberi khabar gembira dan khabar takut. Dan untuk menyeru (manusia) kepada Allah dengan izin-Nya, dan menjadi pelita yang menerangi.
Ringkasan Dalil
Muhammad
Penutup para Nabi (33: 40)
Penghapus risalah sebelumnya ( hadits )
Membenarkan para Nabi sebelumnya (61:8)
Penyempurna risalah sebelumnya, ditujukan untuk seluruh manusia (34:28)
Ditujukan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (21:107)
Risalah Muhammad adalah risalah Islam: intinya petunjuk / Al Qur'an dan dien yang benar/Al Islam
Wajib berdakwah:
Menjadi saksi (33:45)
Memberi berita gembira (33:45)
Memberi peringatan (33:45)
Menyeru ke jalan Allah (33:46)
Cahaya yang menerangi (33:46)
Wajibat Nahwa Rasul
Sinopsis
Muslim yang menyebut bahawa Muhammad adalah Rasulullah di dalam syahadatnya maka bererti individu tersebut akan membenarkan apa yang dikhabarkannya, mentaati semua perintahnya, menjauhi apa yang dilarangnya, dan tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya. Penerimaan dan ketaatan serta ibadah kepada-Nya melalui petunjuk Rasul adalah hasil dari persaksian ke atas Nabi yang kemudian dari sini muncul kewajiban-kewajiban yang perlu dijalankan.
Kewajiban kami (muslim) kepada Rasul adalah mengimanainya, mencintai, mengagungkan, membelanya, mencintai para pencintanya, menghidupkan sunnahnya, memperbanyak shalawat, mengikutinya dan mewarisi risalahnya. Dengan kewajiban ini setiap muslim akan sentiasa menjaga dirinya berada di dalam saf Islam. Kewajiban ini sebagai janji dan komitmen dari persaksian kita kepada Nabi bahawa Muhammad SAW adalah RasullulLah.
Hasiyah
1. Muhammad RasullulLah.
Sarahan
Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang dijadikan sebagai Nabi dan Rasul penutup. Beliau sebagai model terbaik dan melengkapi nabi dan rasul sebelumnya. Risalah yang dibawanya sangatlah bersesuaian dengan keadaan saat ini dan diperuntukkan bagi semua manusia.
Berbagai kelebihan dan keutamaan pada diri Nabi sangatlah banyak, sehingga kita perlu menyimpulkan bahawa beliaulah yang paling sesuai untuk diikuti. Kemudian bagaimanakah kewajiban kita kepadanya?
Dalil
33:40, Muhammad SAW sebagai Nabi penutup
34:28, diperuntukkan kepada semua manusia
2. Membenarkan apa yang dikabarkannya
Sarahan
Nabi Muhammad SAW adalah Rasul yang membawa kebenaran. Setiap yang disampaikannya adalah benar dan berasal dari Allah SWT. Beliau mengajak kita untuk beriman dan taat kepada Allah dan Rasuul-Nya. Usaha pertama sebelum kita beriman, kita mesti menerima dan membenarkan apa yang akan kita yakini. Selama kita tidak menerima maka selama itu kita tidak dapat membenarkan risalah Nabi dan juga tidak akan kita beriman kepada-Nya. Orang yang membenarkan risalah-Nya adalah orang yang bertaqwa.
Dalil
Hadits.
39:33, orang yang membawa kebenaran (Muhammad SAW) dan orang-orang yang membenarkannyaadlah mereka itu orang yang taqwa.
3. Mentaati semua perintahnya
Sarahan
Orang yang beriman adalah tentera yang siap dan sedia mendapat arahan dan perintah dari atasan. Atasan kita adalah allah SWT dan Nabi SAW. Dialah yang berhak sebagai atasan kita kerana dialah pencipta, pemberi rezki, pengatur, dan pemiliki kita. Sedangkan Nabi adalah orang yang ditunjuk langsung oleh Allah sebagai pembimbing kita. Sikap kita yang terbaik adalah dengar dan taat perintah-Nya.Kerana setiap perintah itu adalah untuk kebaikan kita juga.
Dalil
24:51, sesungguhnya perkataan orang beriman apabila dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, supaya dihukum antara mereka, bahawa mereka berkata: kami dengar dan kami taat. Mereka itulah orang yang menang
5:7, kami dengar, kami taat dan takutlah kamu kepada Allah
4. Menjauhi apa yang dilarangnya
Sarahan
Muhammad SAW sebagai rasul yang mendapat lesen dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyu-Nya maka kita mesti mengiktiraf keadaan beliau dan menjadikan diri Nabi sebagai bahagian di dalam kehidupan kita. Beliau berhak mengatur kehidupan kita kerana ini untuk kebaikan kita sendiri. Oleh kerana itu, apabila beliau melarang sesuatu maka ikuti larangannya. Inilah jaln terbaik.
Dalil
59:7, &ldots; apa-apa yang diberikan rasul kepadamu, hendaklah kamu ambil dan apa-apa yang dilarangnya, hendaklah kamu hentikan dan takutlah kepada Allah.
5. Tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya
Sarahan
Mentaati Allah mesti melalui ketaatan kepada Rasul. Yang ditaati adalah syariat yang dibawanya sama ada yang disampaikan di dalam Al Qur'an ataupun Sunnah Nabi. Kita tidak akan dapat beribadah kecuali mengikuti Rasul dan syariat-Nya.
Dalil
hadits
4:80, barang siapa mentaati rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.
6. Kewajiban terhadap rasululLah
a.Mengimani
Sarahan
Kewajiban kita terhadap Nabi adalah mengimaninya. Dengancara ini kita akan terhindar dari api neraka dan azab yang pedih
Dalil
hadits.
61:10, 11, suatu perniagaan yang akan melepaskan kita dari azab yang pedih adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjuang di jalan Allah dan Rasul-Nya.
b. Mencintai
Dalil
hadits,
c. Mengagungkan
Dalil
(48:7)
d. Membelanya
Dalil
(9:40, 61:14)
e. Mencintai para pencintanya
Dalil
(48:29)
f. Menghidupkan sunnahnya
Dalil
(Hadits, 3:130)
g. Memperbanyak sholawat
Dalil
(33:56)
h. Mengikutinya
Dalil
(3:31)
i. Mewarisi risalahnya
Dalil
(48:28)
Ringkasan Dalil
Muhammad RasullulLah: membenarkan apa yang dikabarkannya (Hadits, 39:33),
Mentaati semua perintahnya (24:51, 5:7, 4:115)
Menjauhi apa yang dilarangnya (59:7)
Tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya (hadits, 4:80)
Kewajiban terhadap rasululLah mengimani (hadits, 61:11)
Mencintai (hadits)
Mengagungkan (48:7)
Membelanya (9:40, 61:14)
Mencintai para pencintanya (48:29)
Menghidupkan sunnahnya (Hadits, 3:130)
Memperbanyak sholawat (33:56)
Mengikutinya (3:31)
Mewarisi risalahnya (48:28)
nataiju Ittiba'u Rasul
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM PERLAKSANAAN TARBIYAH
PEMBERIAN BAHAN UTAMA KEPADA MAD'U MESTI DENGAN CARA TALLAQI, TIDAK DIBERIKAN DALAM BENTUK TERTULIS ATAU FOTOCOPY BAHAN INI
TARBIYAH BERKESAN TIDAK MELALUI DAURAH. DAURAH SEBAGAI PENYAMPAIAN BAHAN HANYA UNTUK MENGIKAT
BAHAN-BAHAN INI ADALAH SEBAGAI PEMBANTU DAN PELENGKAP PENCAPAIAN OBJEKTIF TARBIYAH, BUKAN SATU-SATUNYA
PENYAMPAIAN BAHAN DI DALAM TARBIYAH MERUPAKAN SATU METOD SAHAJA YANG PERLU DISELINGI DENGAN PELBAGAI AKTIVITI
PENYAMPAIAN BAHAN SEBAIKNYA TIDAK SEKALIGUS, PERLU MEMPERTIMBANGKAN PEMAHAMAN MAD'U DAN KEPERLUAN
BAHAN INI DISAMPAIKAN TIDAK PERLU BERURUTAN. TETAPI TETAP MEMPERTIMBANGKAN PENCAPAIAN OBJEKTIF
BAHAN TARBIYAH INI LEBIH KEPADA TSAQOFI SEHINGGA DIPERLUKAN PENGEMBANGAN CONTOH, PENDEDAHAN DALIL DAN TADRIB DI MEDAN AMAL
TARBIYAH SEBENARNYA LEBIH KEPADA APLIKASI DAN LATIHAN DI MEDAN AMAL
MEDAN AMAL DAPAT BERUPA DAKWAH FARDIYAH, QIYAMUL LAIL, SAUM SUNNAH, HAFALAN AYAT ATAU HADITS, DI PADANG BOLA, DI MANA SAHAJA DENGAN SYARAT ADA INTERAKSI DAN KETERLIBATAN DI ANTARA AHLI USRAH DENGAN MURABBI ATAU DI ANTARA MEREKA.
KETERLIBATAN LEBIH BERKESAN APABILA DIPROGRAM SEBELUMNYA.
BAHAN INI SEBAGAI USAHA UNTUK MENTERTIBKAN PERLAKSANAAN TARBIYAH BERKESAN.
BAHAN-BAHAN LAINNYA PERLU DISAMPAIKAN SEBAGAI SELINGAN MISALNYA BACA BUKU, PERBINCANGAN DAN SEBAGAINYA.
BAHAN-BAHAN INI SUDAH DISUSUN BAGI KEPENTINGAN MURABBI BUKAN KEPENTINGAN MUNTARABI
BAGI KEBERKESANAN TARBIYAH DAN THIQAH MAD'U SEBAIKNYA BAHAN RAJAH TIDAK DIPERLIHATKAN BAHAN ASALNYA.
PENGUASAAN BAHAN SANGAT DIUTAMAKAN BAGI MURABBI SEBELUM PENYAMPAIAN
MUNTARABBI PERLU PENILAIAN
BAHAN INI TIDAK BOLEH DIFOTOSTAT UNTUK YANG LAINNYA TERMASUK AJ TANPA PENGETAHUAN MTM DENGAN PERTIMBANGAN:
* AMNIYAH
* KEBERKESANAN BAHAN KEPADA MAD'U
* KESILAPAN DAN KEKELIRUAN BAGI PENYAMPAI BAHAN DAN PEYAMPAIAN
*MUDAH PENGAWALAN
*PERBAIKAN DAN PENGEMBANGAN
* MENJAGA PERLAKSANAAN TARBIYAH SECARA BAIK
Mengenal Rasul adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengamalkan Islam secara sempurna. Tanpa Rasul maka kita tidak dapat melaksanakan Islam dengan baik. Kehadiran Rasul memberikan panduan dan bimbingan kepada kita bagaimana cara mengamalkan Islam. Dengan demikian Rasul adalah penting bagi muslim sebagai metod atau tariqah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengenal Rasul tidak sahaja dalam bentuk fizikal atau penampilannya tetapi segala aspek syar'i berupa sunnah yang didedahkan Nabi kepada kita sama ada tingkah laku, perkataan ataupun sikap. Pengenalan kepada Rasul dapat dilihat melalui sirah nabi yang menggambarkan kehidupan Nabi serta latar belakangnya seperti nasab. Kemudian melalui sunnah dan dakwah Nabi pun dapat memberikan penjelasan siapa Nabi sebenarnya.
Pakej Makrifatur Rasul ini membincangkan bagaimana mengenal Rasul, apa sahaja yang perlu dikenal dari Rasul dan bagaimana pula kita mengamalkan Islam melalui petunjuk Rasul. Yang penting dari pakej ini adalah kita mengetahui, memahami dan dapat mengamalkan Sunnah Nabi dan menjalankan Ibadah dengan baik.
Dengan mengenal Rasul diharapkan kita dapat mencintai Rasul dan mengikutinya, perkara ini sebagai cara bagaimana kita taat dan mencintai Allah SWT. Oleh itu mengenal Rasul tidak sahaja dari segi jasad, nasab dan latar belakangnya, tetapi bagaimana beliau beribadah dan beramal soleh. Sesetengah masyarakat mengetahui dan mengamalkan sunnah Nabi dari segi ibadah sahaja bahkan dari segi penampilan sahaja. Sangat jarang muslim yang mengambil contoh kehidupan Nabi secara keseluruhannya sebagai contoh, misalnya peranan Nabi dari segi politik, pemimpin, peniaga dan juga Nabi sebagai suami, ayah dan ahli di masyarakat. Semua peranan Nabi ini perlu dicontoh dan diikuti sehingga kita dapat mengamalkan Islam secara sempurna dan menyeluruh. Walaupun demikian, ummat Islam masih menjadikan Nabi sebagai Rasul adalah dari segi lafaz atau kebiasaan ummat Islam bersalawat ke atas Nabi. Bagaimanapun ummat Islam yang sholat akan selalu bersalawat ke atas nabi dan selalu menyebutnya
Pengenalan kepada Rasul juga pengenalan kepada Allah dan Islam. Memahami Rasul secara komprehensif adalah cara yang tepat dalam mengenal Islam yang juga komprehensif. Rasul dikenal sebagai peribadi teladan dan ikutan yang unggul dan lelaki terpilih di antara manusia yang sangat layak dijadikan model bagi setiap muslim. Bererti Nabi adalah ikutan bagi setiap tingkah laku, perkataan dan sikap yang disunnahkannya.
Mencintai Nabi sebagai hasil dari mengenal Rasul tidak sahaja dalam menyebut namanya setelah sholat, mengadakan acara barzanji, merayakan hari maulid Nabi dan bentuk acara-acara lainnya.Kemudian mereka tidak mengamalkan sunnah ataupun tingkah laku asas yang dimilikinya seperti sidiq, tabligh, amanah dan fatanah. Keadaan demikian sangat merugi bagi setiap muslim. Atau sebahagian sangat taasub dengan pakaian Nabi, sorban, songkok dan sebagainya, sebahagian lagi sekedar mengutip hadits Nabi untuk ceramahnya tetapi tidak diamalkan, bahkan ada yang menolak beberapa sunnah atau tingkah laku Nabi. Keadaan demikian, berlaku ditengah masyarakat awam sebagai akibat dari tidak fahamnya mereka kepada Rasul secara benar dan utuh.
Bagi ummat Islam yang terlibat dengan dakwah Islam, ramai yang tidak merujuk kepada metod atau minhaj Nabi dalam berdakwah sehingga tidak mendapatkan hasil yang optima. Kegagalan dakwah sentiasa dihadapi oleh para da'i, ketidak berkesanan dakwah dan kurangnya hasil atau bekas dakwah sebagai bahagian penilaian dakwah. Dengan mengenal Rasul, kita dapat menyimpulkan bahawa dakwah yang dibawa oleh Rasul adalah dakwah yang berkesan dan sudah menghasilkan perubahan-perubahan masyarakat ke arah yang positif. Bahkan Rasul telah membuktikan bahawa Islam menyebar ke seluruh dunia dan Islam dipegang oleh berbagai suku atau bangsa di dunia ini. Kemudian kegagalan pada saat ini disebabkan kerana tidak merujuk kembali bagaimana kejayaan dan kegemilangan yang telah dicapai Nabi dulu.
Metod Rabbani yang dibawa oleh Rasul perlu difahami dan diamalkan dengan baik. Objektif ini dicapai apabila kita mengenal Rasul. Pakej ini mencuba untuk membentangkan apa sahaja keperluan kita mengenal Rasul, supaya kita mempunyai motivasi dan sedar tenteng keperluan kita memahami Rasul, Kemudian definisi Rasul, peranan Rasul, sifat-sifat Rasul, tugas Rasul ciri-ciri risalah Muhammad, Kewajiban kita terhadap Rasul, dan akhirnya hasil yang kita dapati dengan mengikuti risalah Rasul.
Hajatul Insan Ila Rasul
Sinopsis
Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan fitrah, dimana manusia bersih, suci dan mempunyai kecenderungan yang baik dan ke arah positif iaitu ke arah Islam. Fitrah manusia di antaranya adalah mengakui kewujudan Allah sebagai pencipta, keinginan untuk beribadah dan menghendaki kehidupan yang teratur. Fitrah demikian perlu diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari melalui petunjuk Al Qur'an (Firman-firman dan panduan dari Allah SWT) dan panduan Sunnah (Sabda Nabi dan perbuatannya). Semua panduan ini memerlukan petunjuk dari Rasul khususnya dalam mengenal pencipta dan sebagai panduan kehidupan manusia. Dengan cara mengikuti panduan Rasul kita akan mendapati ibadah yang sohih.
Hasiyah
1. Al Insan
Sarahan
Al Insan (manusia) adalah ciptaan Allah SWT yang diberikan banyak kelebihan dan keutamaan dibandingkan dengan makhluk Allah lainnya.
Di antara kelebihan manusia adalah fitrah. Agama Allah yang dijadikanNYa kepada manusia sesuai dengan fitrahnya.
Dalil
30:30 Manusia diciptakan sesuai dengan fitrahnya
2. Fitrah
Sarahan
Fitrah yang ada pada manusia dapat menilai baik buruk tingkah laku masyarakat ataupun dirinya.Ini disebabkan kerana fitrah dimiliki oleh manusia semenjak ia lahir, samada dilahirkan oleh ibu bapa kafir ataupun jahiliyah. Kecenderungan yang baik sentiasa membawa manusia ke arah Islam seperti pengakuannya kepada Allah sebagi pencipta (Rab). Perubahan fungsi dan peranan fitrah ini terjadi kerana pengaruh persekitaran termasuk pengaruh ibu bapa ataupun lingkungan sosial. Yang menjadikan manusia berubah dari fitra kepada nasranai, yahudi dan majusia juga disebabkan oleh pengaruh ibu bapanya.
Fitrah dapat dijadikan sebagai saksi bagi segala perbuatannya. Fitrah manusia sudah dibekali oleh Allah SWT dengan nilai-nilai semula jadi yang dapat menilai suatu tingkah laku. Beberapa fitrah manusia adalah keinginan manusia untuk mengabdi kepada Kholiq, mengakui keberadaan Allah SWT sebagai kholiq dan keinginan manusia untuk hidup teratur.
Dalil
30:30, Hadits: Setiap anak dilahirkan atas fitrahnya, kemudian ibu bapanya yang menjadikan anak yayahudi, majusi dan nasrani
75:14, manusia menjadi saksi ke atas dirinya sendiri
27:14, hati mereka meyakini walaupun mengingkari
3. Wujudul Kholiq
Sarahan
Kewujudan pencipta merupakan sesuatu yang tak dapat diingkari. Manusia pada dasarnya mengakui perkara ini. Allah sebagai pencipta (Rab) di dalam Al Qur'an diakui oleh orang kafir sekalipun. Perjanjian manusia ketika di dalam rahim ibunya juga menyatakan bahawa "alastu birobbikum Qolu bala syahidna". Manusia menerima Allah sebagai rab. Begitupun ketika orang kafir Qurays ditanya berkaitann dengan pencipta langit, bulan, bintang dan sebagainya maka dijawab Allah. Hal ini menunjukkan bahawa Allah sebagai Rab diakui dan diiktiraf oleh manusia tetapi tidak semuanya yang mengakui Allah sebagai Ilah.
Dalil
23: 83-90, apabila ditanya kepada orang kafir jahiliyah siapakah yang mempunyai bumi dan orang yang diatasnya, siapakah yang mempunyai tujuh langit? maka jawabannya adalah Allah.
7:172, apakah aku Rab kamu, mereka berkata ya kami menyaksikannya.
4. Ibadatul Kholiq
Sarahan
Manusia secara umum mendapat arahan dari Allah SWT untuk mengabdi kepadaNya. Pengabdian kepada Allah adalah sebagai hasil dan akibat dari pengakuan kita kepada Allah sebagai pencipta. Mengakui Pencipta bererti mengakui apa yang disampaikanNya, menerima arahanNya, menjalankan Undang-undangNya dan sebagainya. Usaha-usaha ini adalah bahagian dari bentuk pengabdian kita kepada Allah SWT
Dalil
2:21, Wahai manusia, sebahlah Tuhanmu yang menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu.
5. Hayatul Munadhomah
Sarahan
Petunjuk dari Allah adalah untuk memandu manusia ke arah yang baik. Semua arahan dan bimbingan dari Allah SWT adalah baik bagi manusia yang diciptaNya kerana sesuai dengan fitrah manusia. allah sebagai pencipta tahu mengenai ciptaannya secara pasti sehingga Allah dapat memebrikan panduan yang juga tepat bagi manusia. Tanpa petunjuk bererti hidup manusia menjadi tidak teratur dan tanpa arah tujuan, ia mengikuti hawa nafsunya sahaja yang tidak jelas kemana pergi. Mereka akan tersesat di jalan yang tidak benar.
Dalil
28:50, mengikuti panduan Allah menjadi hidup teratur, manakala tidak mengikuti Allah bererti mengikuti hawa nafsu dan menjadi sesat (tidak teratur hidupnya)
6. Hidayatur Rasul
Sarahan
Jika kita hendak mengikuti perintah Allah maka kita mesti mengikuti perintah Rasul. Apabila kita ingin mengasihi Allah maka kita perlu petunjuk Rasul. Kaedah ini adalah kaedah yang Rabani dibawa oleh Islam. Oleh kerana itu syahadatain pun terdiri dari pengakuan kepada dua iaitu Allah dan RasulNya. Mengikuti petunjuk rasul berreti kita mengikuti jalan agama Allah yang mempunyai langit dan apa-apa yang di bumi.
Dalil
3:31, Jika mencintai Allah maka ikuti rasul
43:53, mengembalikan semua urusan kepada Allah.
36: 1-2, Al Qur'an yang berhikmah
7.Makrifatul Kholiq
Sarahan
Petunjuk rasul digunakan untuk mengenal Allah. Mengenal Allah juga dapat dilakukan dengan cara memperhatikan dan memikirkan alam sebagai penciptaanNya. Melihat gunung-ganang, haiwan dan sebagainya merupakan cara untuk mengenal Allah secara ayat Kauniyah.
Dalil
31:10, Allah menciptakan langit, gunung, haiwan dan sebagainya
3:191, Allah menciptakan segala sesuatu tidak dengan sia-sia
8. Minhajul hayah
Sarahan
Petunjuk Rasul juga digunakan untuk mengamalkan Islam yang benar dan yang direhai oleh Allah SWT. Rasul sebagai ikutan dan teladan yang baik untuk diikuti dalam mengamalkan Islam secara benar.
Panduan hidup melalui Islam mesti diamalkan mengikuti teladan kita kepada Rasul
Dalil
33:21, Rasul sebagai teladan yang baik
3:19, Islam sebagai dien yang Allah redhai
3:85 Orang yang merugi apabila tidak mengamalkan Islam
9. Ibadatul Shohih
Sarahan
Ibadah sohih adalah ibadah yang menyembah Allah dengan panduan mengikuti Rasul. Rasul sebagai penerima wahyu dari Allah perlu diikuti dan sebagai keperluan bagi kita untuk menjadikannya sebagai model dan petunjuk dalam menjalankan ibadah yang benar.
Rasul sebagai manusia yang mendapat lesen dari Allah SWT untuk mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam secara sah dan tepat. Allah telah menyebutkan pada banyak ayat yang menyatakan bahawa Rasul diberi wahyu dan diberi tugas untuk menyampaikannya kepada manusia.
Dalil
21:25, Rasul diberi wahyu yang menyebutkan bahawa tiada tuhan selain Allah oleh itu sembahlah Allah.
Ringkasan Dalil
Insan - fitrah (75 : 14, 27 : 14)
Kewujudan Pencipta (23 : 83-90)
Mengabdi pada sang Pencipta (2:21)
Hidup yang teratur (28:50)
Petunjuk rasul (36:1-2, 42: 53, 3:31)
Mengenal pencipta yang Haq (31:10, 3:191)
Panduan hidup (3:19,85, 33:21)
Beribadah yang benar (21:25)
Ta'rifur Rasul
Sinopsis
Rasul adalah seorang lelaki yang terpilih dan yang diutus oleh Allah dengan risalah kepada manusia. Definisi rasul ini menggambarkan kepada kita bagaimana manusia sebagai Rasul yang terbaik di antara manusia lainnya. Sehingga apa yang dibawa, dibincangkan dan dilakukan adalah sesuatu yang terpilih dan mulia dibandingkan dengan manusia lainnya. Rasul sebagai pembawa risalah yang Allah berikan kepadanya dan juga Rasul sebagai contoh dan teladan bagi aplikasi Islam di dalam kehidupan seharian. Untuk lebih jelasnya bagaimana mengenal Rasul yang menjalankan peranan pembawa risalah dan sebagai model, maka kita perlu mengenal apakah ciri-ciri dari Rasul tersebut. Ciri-ciri Rasul adalah mempunyai sifat-sifa yang asas, mempunyai mukjizat, sebagai pembawa berita gembira, ada berita kenabian dan memiliki ciri kenabian, juga nampak hasil perbuatannya.
Hasiyah
1. Ar Rasul
Sarahan
Rasul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan risalah Islam kepada manusia. Rasul adalah manusia pilihan yang kehidupannya semenjak kecil termasuk ibu dan bapanya sudah dipersiapkan untuk menghasilkan ciri-ciri kerasulannya yang terpilih dan mulia. Mengenal rasul mesti mengetahui apakah peranan dan fungsi rasul yang dibawanya. Terdapat dua peranan rasul iaitu membawa risalah dan sebagai model.
Rasul sebagai manusia biasa yang diberikan amanah untuk menyampaikan risalah kepada manusia.
Dalil
18:110, Rasul sebagai manusia biasa seperti mu
6:9, Rasul dalam bentuk Rajul bukan malaikat
33:40, Muhammad SAW sebagai Rasul Allah
2. Hamilu Risalah
Sarahan
Rasul membawa risalah kepada manusia, banyak disampaikan di dalam ayat Al Qur'an. Tugas menyampaikan wahyu dan risalah ini adalah tugas dan amanah wajib bagi setiap Rasul. Apa sahaja yang Rasul terima dari Allah maka disampaikan wahyu tadi kepada manusia.
Rasul dan orang yang menyampaikan risalah Islam tidak akan takut dengan segala bentuk ancaman kerana ia yakin bahawa yang dibawa dan disampaikannya adalah milik Allah yang memiliki alam semesta dan seisinya. Dengan demikian apabila kita menyampaikan pesan sang pencipta maka pencipta (Allah) akan melindungi dan menolongnya.
Dalil
5:67, Rasul menyampaikan apa-apa yang diterimanya dari Allah
33:39, orang yang menyampaikan risalah Allah, mereka tidak takut kepada sesiapapun kecuali hanya kepada Allah sahaja.
3. Qudwatu fi tatbiqu risalah
Sarahan
Dalam menjalankan dan mengamalkan Islam, tidak akan mungkin seorang manusia dapat memahami langsung apa-apa yang ada di dalam Al Qur'an kecuali apabila dapat petunjuk dan contoh dari Nabi. Muhammad dan para rasul lainnya mempunyai peranan dalam menjembatani pesan-pesan dari Allah agar dapat diaplikasikan kepada Manusia. Nabi Ibrahim AS sebagai contoh dalam mengelakkan diri dari menyembah sembahan berhala . Walaupun demikian sebagai umat Muhammad yang wajib diikuti hanya kepada Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan yang sesuai dengan pendekatan bagi manusia sekarang.
Dalil
33:21, Muhammad (Rasul) sebagai qudwah yang baik
60:4, Ibrahim AS sebagai ikutan dalam melaksanakn Aqidah
4. Alamatu risalah
Sarahan
Agar memahami peranan Rasul lebih mendalam maka kita perlu mengetahui apakah ciri-ciri Rasul sebenarnya. Rasul yang membawa peranan dan amanah yang cukup berat dalam menjalankan tugasnya mempunyai beberapa keistimewaan yang dijelaskan dalam ciri-ciri Rasul itu sendiri. sifat asa, mukjizat, basyirat, nubuwah dan tsamarat.
5. Sifatul Asasiyah
Sarahan
Sifat asas rasul adalah akhlak mulia yang terdiri dari sidiq, tabligh, amanah dan fatanah. Sifat asas dan utama ini mesti dipunyai oleh setiap rasul dan orang yang beriman. Tanpa sifat ini maka seorang mukmin kurang mengikuti Islam yang sebenarnya bahkan dapat menggugurkan keislamannya. Misalnya sifat dasar sidiq, RasullulLah menekankan bahawa kejujuran sebagai akhlak yang utama, tanpa sidiq maka gugur keislamannya. Dengan kejujuran yang dimiliki walaupun ia berbuat dosa seperti merogol atau mencuri, masih dapat dimaafkan apabila ia masih mempunyai sifat sidiq. Dengan sifat asas ini maka manusia dijamin hidupnya didunia dan di akhirat akan bahagia.Sifat asas juga bersifat universal ini sangat strategik bagi setiap mukmin dalam menjalankan Islam dan memelihara dirinya dari segala cabaran.
Dalil
68:4, Rasul mempunyai akhlak yang mulia.
6. Mukjizat
Sarahan
Banyak mukjizat yang dibawa oleh para Rasul. Setiap Rasul membawa mukjizat yang diberi Allah berbeza-beza seperti nabi Ibrahim yang tidak terbakar, nabi Musa yang membelah lautan, nabi Sulaiman dapat bercakap dengan segala makhluk, nabi Daud yang mempunyai kekuasaan dan lainnya. Nabi Muhammad sendiri banyak mukjizat yang Allah SWT berikan misalnya membelah bulan ketika dicabar oleh orang kafir, Al Qur'an, makluman awal terhadap segala peristiwa yang berlaku dan sebagainya.
Dengan mukjizat ini maka manusia semakin yakin dengan apa yang diberikan oleh para Rasul kepada manusia.
Dalil
54:1, Rasul membelah bulan
15:9, Al Qur'an yang dipelihara oleh Allah
7. Al Mubasyarat
Sarahan
Ciri kerasulan adalah sudah dimaklumkan oleh manusia-manusia sebelumnya mengenai kedatangannya. Nabi Muhammad SAW sudah dimaklumkan ketika zaman Nabi Isa AS, bahawa akan datang seorang Rasul yang bernama Ahmad (terpuji).
Dalil
61:6, berita gembira yang memaklumkan kedatangan nabi Muhammad SAW
8. An Nubuwah
Sarahan
Ciri-ciri rasul lainnya adalah adanya berita kenabian seperti membawa perintah dari Allah untuk manusia keseluruhan seperti perintah haji (pada zaman Nabi Ibrahim) dan perintah - perintah Allah di dalam Al Qur'an (pada zaman Nabi Muhammad)
Dalil
22:26-27, Nabi Ibrahim disuruh oleh Allah untuk memberitahukan kepada manusia agar berhaji.
6:19, Al Qur'an adalah wahyu kepada rasul dan sebagai berita kenabiannya.
25:30, Rasul mengajak ummatnya kepada Al Qur'an tetapi mereka meninggalkannya.
9. Attsamarat
Sarahan
Ciri Rasul adalah ada hasil dari perbuatan dakwah dan harakahnya. Tidak ada hasil maka bererti tidak melakukan. Dengan melakukan maka akan menghasilkan hasil walaupun sedikit. Nabi dan Rasul telah membuktikan kepada kita bagaimana hasil dari usaha-usaha dakwah mereka. Nabi Muhammad SAW telah membuktikan dengan usahanya maka didapati perubahan masyarakat dari jahiliyah kepada islamiyah, dari kemusyrikan kepada keimanan dan perubahan-perubahan lainnya. Islam pun tersebar ke seluruh dunia dengan meninggalkan banyak bukti-bukti sejarah yang sampai saat ini dapat dilihat dan dibuktikan.
Kader Nabi iaitu para sahabat adalah bukti nyata yang menjadikan perubahan-perubahn di jazirah Arab dan seluruh dunia.
Dalil
48:29, hasil tarbiyah dan dakwah Rasul adalah kader-kader yang tangguh.
Ringkasan Dalil
Rasul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan risalah Islam kepada manusia (5:67, 33:39)
Teladan dalam melaksanakan risalah (33:21, 56, 60:4)
Tanda tanda kerasulan:
Sifat (68:4)
Mukjizat (54:1, 15:9)
Berita kedatangan (61:6)
Berita kenabiaan (25:30, 22:26-27)
Hasil hasil perbuatan (48:29)
Makanatur Rasul
Sinopsis
Muhammad RasululLah SAW adalah sebagai hamba di antara hamba-hamba Allah lainnya. Sebagai hamba maka Rasul mempunyai ciri yang juga sama dengan manusia lainnya seperti beliau sebagai manusia, mempunyai nasab dan jasadnya. Sebagai hamba ini menunjukkan bahawa Nabi adalah manusia biasa yang Allah berikan kemuliaan berupa wahyu dari Allah. Untuk mengetahui Nabi sebagai hamba dapat kita ketahui secara pasti dari perjalanan sirah Nabi , khususnya di dalam fiqh sirah. Selain itu Nabi Muhammad SAW juga sebagai rasul di antara para rasul. Sebgai rasul , Nabi bersifat menyampaikan risalah, menjalankan amanah dari Alah, dan sebagai pemimpin ummat. Perjalanan nabi sebgai Rasul dalam menyampaikan dakwah dan misi dapat dilihat dari dakwah-dakwah Nabi seperti di dalam fiqh dakwah. Selain itu Nabi Muhammad SAW juga membawa sunnah yang dijadikan sebagai fqhul Ahkam. Kedudukan Rasul dapat digambarakan didalam sirah nabi, sunnahnya dan dakwahnya sehingga dari kedudukan ini banyak yang kita ambil sebagai fiqh sirah, fiqh ahkam dan fiqh dakwah.
Hasiyah
1. Abid min ibadillah
Sarahan
Rasul Muhammad SAW adalah sebagai hamba dan manusia biasa yang juga makan, minum, pergi ke pasar, beristeri, berniaga dan segala aktiviti manusia dikerjakan dan ditunaikan dengan baik. Rasul melaksanakan keperluan dan keperluan sebagai mana manusia lainnya melaksanakan keperluannya. Dari keadaan ini dapat disimpulkan bahawa Rasul sebagai manusia dan kita pun sebagai manusia sehingga apa yang dikerjakan oleh Nabi juga dapat dilaksanakan oleh kita secara baik. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakan perintah Rasul kerana Allah telah mengutus Rasul dari kalangan manusia juga.
Yang membezakan rasul dengan manusia yang lain ialah Rasul mendapat wahyu iaitu menyuruh kita mengilahkan Allah sahaja.
Dalil
18:110, Rasul adalah manusia biasa seumpamamu
17:1, Rasul disebut oleh Allah sebagai hambanya
a. Insan
Sarahan
Rasul sebagai manusia digambarkan makan, ke pasar dan sebagainya. Perilaku ini menggambarkan suatu aktiviti sehari-hari manusia. Apabila Rasul sebagai manusia maka dakwah mudah dilaksanakan dan mudah diterima, tidak ada alasan bagi manusia untuk menolaknya. Apabila malaikat sebagai Nabi maka banyak alasan untuk tidak melaksanakan perintah Allah. Kaum Yahudi sentiasa menyoal kehadiran Rasul yang berasal dari manusia. Sebetulnya mereka mengada-adakan soalan yang didasari kekufurannya kepada Allah.
Rasul sebagai manusia juga dijelaskan dengan peranan Rasul sebagai suami dan bapa dari anak-anaknya. Dengan peranan ini menjadikan manusia lebih sempurna dan dapat mengikutinya dengan baik setiap amalan dan arahannya.
Dalil
25:7, Rasul sebagai manusia yang juga makan, berjalan ke pasar
13:38, Rasul mempunyai isteri, anak.
b. Nasab
Sarahan
Rasul berasal dari kaum Quraish. Bapanya yang bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah. Beliau mempunyai keluarga dan keturunan yang jelas. Begitupun tentang sejarah kelahiran dan asal usulnya. Sejarah yang menjelaskan bagaimana nabi dibesarkan sehingga menjadi Rasul juga banyak terdapat di berbagai buku sirah Nabi.
Dalil
Hadits dan Sirah Nabi
c. Jism
Sarahan
Jism nabi Muhammad SAW digambarkan banyak oleh hadits seperti rambutnya yang rapi dan selalu disikat kemas, badannya yang kuat, tingginya sederhana dan sebagainya. Dari gambaran jasad ini Nabi adalah manusia yang juga sebagai manusia biasa lainnya.
Dalil
Hadits dan sirah
d. Sirah Nabawiyah
Sarahan
Penggambaran Nabi sebagai hamba Allah terdapat di dalam sirah nabawiyah. Penggambaan ini dijadikan sebagai pengajaran , menerangkan sesuatu dan juga dapat sebagai petunjuk bagi kita yang membacanya. Dari sirah nabawiyah dapat disimpulkan bahawa Nabi sebagai hamba Allah dan menjalankan aktiviti-aktivitinya sebagai manusia biasa.
Dalil
12:111, Kisah di dalam sirah dijadikan sebagai pelajaran
2. Rasul minal mursalin
Sarahan
Muhammad SAW selain sebagai hamba biasa juga sebagai Rasul yang mempunyai keutamaan dan ciri-ciri kerasulan. Muhammad seperti Rasul lainnya juga mempunyai mukjizat dan tugas-tugas mulia. Walau bagaimanapun Rasul juga seperti manusia yang akan meninggal pada saatnya.
Dalil
3:144, Muhammad itu sebagai Rasul yang sesungguhnya telah terdahulu beberapa Rasul sebelumnya.
a. Tabligh Risalah
Sarahan
Peranan Rasul yang utama adalah menyampaikan risalah Tuhan kerana inilah yang membezakan nya dengan manusia biasa. Rasul membawa manusia untuk mengabdi kepada Ilah yang satu iaitu Allah SWT. Menyampaikan misi Islam dan memberikan contoh adalah aktiviti utama para Rasul
Dalil
72:28, Rasul-rasul itu telah menyampaikan risalat Tuhannya.
33:39, Rasul yang menyampaikan risalah Agama Allah
b. Adaul Amanah
Sarahan
Rasul telah menunaikan amanahnya sebagai rasul iaitu menyampaikan risalah kepada manusia. Menunaikan amanah dan tugas menyampaikan misi ini merupakan peranan Rasul. Bukti bahawa Rasul telah menunaikan amanah ini adalah pengikut-pengikutnya yang setia dan menyebarkan dakwah kepada manusia.
Dalil
72:28, Rasul telah menyampaikan risalat Tuhannya.
5:67, Rasul diperintahkan untuk menyampaikan apa-apa yang diterimanya dari Allah
c. Imamatul Ummat
Sarahan
Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul juga sebagai Imam yang bertanggung jawab ke atas ummatnya. Pada hari kiamat Nabi berperanan sebagai Ummat. Hal ini menunjukkan bahawa Nabi juga bertanggungjawab terhadap apa-apa yang sudah disampaikan kepada ummatnya. Ketika dihari penghitungan di hari kiamat Nabi mempertanggungjawabkan ummatnya.
Dalil
4:41, Nabi Muhammad sebagai saksi bagi ummatnya
17:71, setiap manusia dengan imamnya di hari kiamat
d. Dakwah Nabawiyah
Sarahan
Al Qur'an dan juga Sirah banyak menjelaskan dakwah nabi. Dari kedua ini muncul fiqh dakwah yang bersesuai dengan realiti, tuntutan, keadaan dan respons tempatan. Misalnya Allah menceritakan perjalanan Hijrah Nabi bersama Abu Bakar yang berada di gua Tsur, didapati banyak ular dan berbagai haiwan yang berbahaya, kemudian nabi berkata janganlah takut sesungguhnya Allah bersama kami. Ayat yang menggambarkan dakwah ini menjadi fiqh dakwah bagi para da'i saat ini khususnya memotivasikan kita agar sentiasa berdakwah walaupun menghadapi banyak cabaran dan rintangan.
Dalil
9:40, Rasul menasehati Abu Bakar, janganlah berduka cita sesungguhnya Allah bersama kami.
3. Sunnah
Sarahan
Dari segi bahasa Sunnah bererti jalan. Maksud Sunnah Nabi adalah segala sesuatu yang disebutkan, diakurkan dan diamalkan. Sunnah Nabi bernilai syar'i dan perlu untuk mengikutinya. Sunnah yang demikian dijadikan sebagai teladan dan ikutan. Sesuatu di luar itu boleh dilaksanakan boleh juga tidak, ia merupakan sesuatu yang tidak wajib seperti Nabi biasa menunggang unta, memakai pakaian budaya Arab, perang dengan pedang, dan sebagainya. Perkara ini adalah wasailul hayah yang boleh berubah dan tidak mesti mengikutinya. Yang perlu diikuti dan bernilai sunnah adalah yang bersifat minhajul Hayat. Sunnah ini dijadikan sebagai fiqh ahkam untuk rujukan beramal atau mengambil keputusan.
Dalil
Hadits dan sirah Nabi
a. Fiqhul Ahkam
Sarahan
Bagi muslim dalam menjalankan hidup dan dakwah tentunya menghadapi banyak cabaran selain dari bagaimana mesti menjalani hidup ini dengan sempurna. Peranan hukum atau aturan sebagai panduan membawa kita ke arah yang sempurna sangatlah diperlukan. Rasul dijadikan sebagai tempat ketaatan dan ikutan, dan juga sebagai rujukan hukum. Fiqh ahkam yang digunakan sebagai dalil juga memerlukan pandangan sunnah.
Dalil
4: 64, 65, Rasul sebagai rujukan hukum dalam mengurus perselisihan
Ringkasan Dalil
Hamba di antara hamba-hamba Allah (18:110, 17:1)
Seorang rasul di antara para Rasul (26:3, 3: 144)
Keadaannya sebagai manusia (25:7, 13:38), nasabnya (hadits) dan jasadnya (hadits)
Penyampai misi (72:28)
Penunai amanah (5:3, 33:39, 5:67)
Pemimpin ummat (4:41, 17:71)
Sirah/perjalanan hidup nabi - fiqhus sirah (12:112)
Dakwah Nabi - fiqhuh dakwah (9:40)
Fiqih hukum (4:65)
Sifatur Rasul
Sinopsis
Mengenal Rasul perlu mengenal sifat-sifatnya. Bahagian tingkah laku, personaliti, dan penampilan diwarnai oleh sifat seseorang. Begitupun Nabi Muhammad SAW dapat digambarkan melalui sifat-sifatnya. Mengetahui sifat-sifat ini diharapkan kita menyedari siapa sebenarnya Rasul dan kemudian kita dapat mengikutinya. Sifat Nabi seperti manusia biasa yang sempurna dapat diikuti oleh kita, kerana tingkah laku atau perbuatannya seperti yang dilaksanakan manusia maka kita pun mesti dapat mengikutinya. Kemudian kita semakin percaya kepada apa-apa yang dibicarakan atau disampaikan Rasul adalah yang benar kerana sifat beliau yang 'ismah (terpelihara dari kesalahan), selain itu beliau adalah orang yang cerdas bererti apa yang dibawanya adalah hasil daripada pemikiran dan analisa yang mendalam, tepat dan baik. Sifat amanah adalah juga sifat asas yang setiap manusia mesti menyenangi berkawan dengan mereka yang amanah, kita sebagai muslim perlu mengikuti sifat ini dengan sempurna begitupun dengan sifat lainnya seperti tabligh dan iltizam. Sifat-sifat ini menggambarkan akhlak mulia yang diwarnai oleh akhlak Al Qur,an dan sangatlah sesuai dijadikan sebagai contoh yang baik bagi kita.
Hasiyah
1. Basyariyah (manusia)
Sarahan
Rasul sebagai manusia biasa seperti kita semua. Perbezaannya adalah Allah memberikan wahyu untuk disampaikan kepada orang lain. Kenapa Allah SWT perlu menegaskan bahawa Rasul itu manusia biasa. Dengan penegasan ini maka dapat disimpulkan bahawa Rasul dari golongan kita juga, dari manusia yang seperti kita juga misalnya makan, minum, tidur, beristeri, bekerja, belajar, penat, dan sifat-sifat kemanusiaan lainnya. Perbezaannya hanyalah terletak kepada amanah yang Allah berikan kepada Rasul iaitu wahyu. Meyakini betul bahawa Rasul seperti kita maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolak perintah Rasul, tidak ada alasan tidak mampu, tidak boleh dan sebagainya. Juga tidak boleh beri alasan anak, isteri, sibuk kerja dan sebagainya kerana Rasul juga mempunyai tanggung jawan demikian juga terhadap anak, isteri dan sebagainya.
Dalil
14:11, Rasul sebagai manusia biasa
2. 'Ismah (terpelihara dari kesalahan)
Sarahan
Manusia biasa yang tidak mendapatkan wahyu mungkin melakukan kesilapan dan kesalahan. Tetapi bagi para Rasul yang diberi amanah untuk menyampaikan dakwah mesti terpelihara dari kesalahan kerana yang disampaikan adalah sesuatu yang berasal dari Allah SWT. Allah SWT perlu memelihara aturan dan firmannya dari kesalahan. Dengan sifat Rasul demikian iaitu dijaga oleh Allah SWT maka apa yang dikeluarkan Nabi adalah benar dan kita perlu meyakininya.
Dalil
5:67, Allah memelihara Rasul dari kejahatan manusia
66:1, Allah pengampun lagi penyayang
3. Sidq (benar)
Sarahan
Rasul - rasul dan Muhammad SAW mempunyai sifat sidq yang membawa kebenaran. Orang yang membawa kebenaran tentunya ia sendiri bersifat sidq sehingga apa yang disampaikan dapat diterima. Oleh itu, dengan sifat ini ramai masyarakat jahiliyah menerima Islam. Sifat sidq bererti mengikuti Islam sebagai sumber kebenaran. Tidak mengikuti Islam bererti mengikuti hawa nafsunya sehingga menjauhkan diri dari kebenaran.
Dalil
39:33, Muhammad SAW membawa kebenaran
53:3-4, Tiadalah ia berbicara menurut hawa nafsunya
4. Fatanah (cerdas)
Sarahan
Kecerdasan Rasulullah dapat dilihat bagaimana Rasul menyusun dakwah dan strategi-strategi seperti berperang, berdakwah ke tempat lain dan sebagainya. Di antara kecerdasan Rasul adalah mempunyai pandangan bahawa Islam akan menaklukkan Mekah dan menaklukkan Khaibar. Rasul menggambarkan pada saat tersebut ummat Islam masuk ke Masjidul Haram dengan aman sentosa, serta bercukur dan menggunting rambut kepala tanpa sedikitpun. Kecerdasan Rasul dalam memperkirakan kekuatan Ummat Islam dan kelemahan pihak lawan juga dibuktikan di dalam peperangan lainnya.
Dalil
Hadits
48:27, pandangan Nabi terhadap kemenangan Islam
5. Amanah
Sarahan
Sifat lainnya adalah Amanah. Amanah secara umum bererti bertanggungjawab terhadap apa yang dibawanya, menepati janji, melaksanakan perintah, menunaikan keadilan, memberikan hukum yang sesuai dan dapat menjalankan sesuatu yang disepakatinya. Sifat demikian dimiliki oleh para Rasul dan kita mesti mengikutinya. Sifat ini sangatlah diperlukan di dalam kehidupan kita tidak hanya dalam segi ibadah khusus tetapi secara umum seperti bekerja, belajar dan berhubungan dengan orang lain. Bos di tempat kita bekerja akan menyenangi kita yang mempunyai sifat amanah ini bahkan dengan sifat ini kita akan berjaya dan berprestasi.
Dalil
4:58, Alah menyuruhmu supaya menunaikan amanah
6. Tabligh (menyampaikan)
Sarahan
Salah satu rahsia kenapa Islam tersebar dengan cepat ke seluruh pelosok tempat dan bagaimana pula dengan cepatnya perubahan-perubahan di tengah masyarakat.Kenapa jumlah bilangan pengikut Islam semakin hari semakin ramai dan semakin banyak yang menyokongnya. Jawabannya adalah sifat tabligh dimiliki oleh Rasul dan pengikutnya. Setiap muslim merasakan bahawa dakwah atau menyampaikan Islam sebagai suatu kewajiban yang perlu dilaksanakan di mana sahaja dan bila masa sahaja. Ertinya dalam keadaan bagaimanapun, Ummat Islam sentiasa menyampaikan risalah ini kepada siapa sahaja yang menerimanya.
Dalil
5:67, Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadanya
7. Iltizam (komitmen)
Sarahan
Rasulullah SAW beserta Rasulnya sangatlah dikenal dengan komitmenya dengan Islam dan apa yang dibawanya. Beliau tahan dan tidak merasa takut sedikitpun menghadapi cabaran dan tantangan dari pihak jahiliyah. Rasul selalu komitmen dan dapat menghadapi cabaran dengan baik. Sifat iltizam ini perlu dipupuk pada diri kita kerana dengan sifat inilah, nilai-nilai Islam pada diri kita menjadi terpelihara dengan baik. Tanpa iltizam maka godaan syaitan dan gangguan kafir menjadi terasa pada kita dan perubahan berlaku bahkan menjadi futur dan sesat . NauzubilLah. Kemenangan bersama-sama dengan sifat iltizam ini.
Dalil
17:74, kalau sekiranya tiadalah kami tetapkan komitmen engkau, sesungguhnya hampir engkau condong sedikit kepada mereka itu.
68:1-8, menggambarkan bagaimana Muhammad SAW disebut gila kerana ia tetap komitmen dengan Islam, tahan dari cabaran kesesatan dan tidak mengikuti orang yang mendustakan agama Allah.
8. Khuluqin Azim (akhlak yang mulia)
Sarahan
Sifat-sifat yang dimiliki oleh para rasul menggambarkan akhlak yang mulia. Akhlak mulia bererti akhlak yang tinggi kemudian untuk mencapainya perlu proses dan latihan. Tidak semua manusia boleh mencapai akhlak ini kecuali mereka yang mengikuti tarbiyah islamiyah. Akhlak mulia yang dimiliki seseorang maka akan disenangi oleh masyarakat di sekitarnya, mereka menerima dan menyambut individu yang berakhlak mulia. Sunnah dakwah melihatkan bahawa kebencian pihak Jahiliyah kerana aqidah yang dibawa ummat Islam bukan kerana akhlaknya. Mereka menerima akhlak Islam kerana tidak merugikannya bahkan menguntungkannya.
Dalil
68:4, Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai akhlak yang mulia.
9. Akhlak Qur'an
Sarahan
Akhlak mulia adalah juga akhlak Al Qur'an. Bererti akhlak Rasul adalah amalan dan tingkah laku yang sesuai dengan Al Qur'an atau yang diarahkan oleh Al Qur'an. Jadi untuk mendapati akhlak mulia seperti yang dimiliki Rasul maka mesti mengamalkan Al Qur'an dalam kehidupan sehari-harinya. Al Qur'an berjalan adalah akhlak Rasul.
Dalil
Hadits, bertanya kepada Aisyah RA bagaimanakah akhlak RasululLah ? jawabannya adalah khuluquhu Al Qur'an.
10. Uswatun Hasanah (teladan yang baik)
Sarahan
Pada diri Rasul Muhammad SAW terdapat contoh yang baik iaitu akhlak yang mulia yang digambarkan oleh Allah SWT. Sebagai contoh yang nyata bagaimana menjadi muslim yang berakhlak mulia dan bagaimana al Qur'an tertanam dalam diri kita maka ikutilah Nabi Muhammad SAW. mereka yang mengikuti nabi ini adalah mereka yang mengharapkan rahmat Allah dan hari yang kemudian, serta ia banyak mengingat Allah.
Dalil
33:21, Sesungguhnya pada Rasul Allah (Muhammad) ada ikutan yang baik bagimu.
Ringkasan Dalil
Sifat-sifat Rasul:
Manusia sempurna (14:11, 25:8)
Terpelihara dari kesalahan (5:67, 80:1, 66:1)
Benar (39:33, 53:3-4)
Cerdas (Hadits, 48:27)
Amanah (4:58, 69:44-46)
Menyampaikan (5:67, 81:24, 80:1-2)
Komitmen yang sempurna (17: 73, 68:6)
Akhlak yang agung (68:4) iaitu akhlak Qur'an - Hadits
Sebagai suri teladan (33:21).
Wadhifatur Rasul
Sinopsis
Tugas Rasul dapat dibahagikan kepada dua iaitu menyampaikan risalah dan menegakkan dienulLah. Kedua tugas ini adalah inti sari dari perintah Allah SWT dzan amaln dakwah Nabi Muhammad SAW. Risalatud dakwah yang dibawa oleh Nabi adalah memperkenalkan masyarakat Jahiliyah kepada penciptanya, perkara ini tidak lah begitu sukar kerana setiap manusia mempunyai fitrah untuk menerima kholiq. Setelah itu menjadikan mereka sebagai muslim. Sebagai muslim, perlu untuk mengetahui bagaimana cara beribadah dan mengikuti Islam. Tugas Rasul diantaranya adalah m,enjelaskan cara pengabdian kepada Allah, menjelaskan Islam sebagai panduan hidup. Usaha menyampaikan risalah secara berkesan dengan melaksanakan tarbiyah Islamiyah iaitu dengan menekankan kepada arahan dan nasihat.
Tugas kedua adalah menegakkan dienulLah. Tugas ini tidak semua muslim memahaminya atau tidak mengetahui bagaimana untuk merealisasikannya. Rasul sebagai pembawa risalah adalah suatu pengetahuan umum bagi kita tetapi tidak demikian dengan peranan untuk menegakkan agama Allah. Beberapa aktiviti untuk menegakkan dien Allah ini adalah menegakkan khilafah, membangun rijal, minhajud dakwah dan merealisasikan risalah.
Hasiyah
1. Wazifatur Rasul (tugas Rasul)
Sarahan
Allah SWT memerintahkan Rasul untuk menyampaikan wahyu dan sebagai hasil dari penyebaran wahyu ini adalah terbentuknya dienulLah. Oleh kerana itu tugas utama menyampaikan dakwah ini juga perlu diiringi dengan menegakkan dien Allah. Kedua tugas ini saling berkaitan oleh sebab itu, kita perlu memahaminya secara mendalam agar dapat menjalankan dakwah dengan baik. Menyampaikan risalah adalah pekerjaan Nabi yang utama dan kita pun sudah mengikuti tugas ini sebagai kewajiban dari seorang Muslim. Namun demikian, tidak ramai muslim mengetahui dan bagaimana menyusun dakwah hingga tegaknya dien Allah.
Dalil
5:67, Rasul diperintahkan untuk menyampaikan dakwah
42:13-15, Allah memberikan wasiat kepada para Rasul untuk menegakkan dien.
2. Risalatud Dakwah (menyampaikan dakwah)
Sarahan
Tugas Rasul yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT dan merupakan ciri-ciri dari kerasulan adalah menyampaikan dakwah kepada manusia. Dalam menyampaikan dakwah, Allah SWT di dalam firmannya banyak yang menggugah hati manusia dengan mengingatkan mereka kepada ciptaan Allah yang maha agung, sama ada memperlihatkan alam semesta, haiwan ataupun tumbuh-tumbuhan. Setelah itu bagaimana cara beribadah. Usaha perubahan ini dilakukan oleh Rasul secara berkesan melalui tarbiyah Islamiyah.
Dalil
5:67, Rasul diperintahkan untuk menyampaikan dakwah
33:39, Nabi menyampaikan risalah agama Allah
a. Makrifatul Kholiq (mengenal pencipta)
Sarahan
Mengenal Allah adalah suatu yang mudah bagi fitrah manusia. Mengenal Kholik melalui makhluk iaitu alam semesta dan manusia, seperti kejadian alam, proses pembentukan manusia, pergantian siang malam dan sebagainya. Akal sebagai suatu wasilah untuk mengenal kholik. Para saintis mempunyai kemampuan menerangkan peristiwa alam, namun tidak semua diantara mereka yang dapat mengaitkannya kepada pencipta (Allah).
Dalil
41:53, Allah Swt memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan kami di ufuq dan pada diri mereka sendiri.
3:190, Sesungguhnya tentang kejadian langit dan bumi dan pertikaian malam dan siang menjadi tanda bagi orang yang berakal.
b. Kayfiyatul Ibadah (cara beribadah)
Sarahan
Mengabdi kepada Allah, menjalankan perintah Allah dan Rasul adalah ibadah. Bagaimana cara beribadah, Allah SWT tidak sebutkan secara detil. Rasul yang kemudian menjelaskannya kerana Rasul sebagai manusia dan sesuai untuk masanya. Dengan model dari Rasul dalam menjalankan ibadah maka jelaslah satu per satu amalan dan cara yang benar dalam beribadah kepada Allah.
Dalil
Hadits, Sholatlah kamu seperti halnya aku sholat.
c. Minhajul Hayah (pedoman hidup)
Sarahan
Menyampaikan risalah selain berkaitan dengan pengenalan kepada Kholiq dan cara ibadah, juga mengenalkan panduan hidup (Islam) secara benar. Islam sebagai minhajul hayat menggambarkan Islam sebagai dien yang menyeluruh dan lengkap yang mencakupi segala aspek dalam kehidupan seperti politik, negara, bermasyarakat dan ber ekonomi.
Dalil
3:19, Islam sebagai dien yang Allah redhai
Hadits
d. Tarbiyah
Sarahan
Tarbiyah adalah minhaj Rabbaniyah yang penting dan tidak dapat ditinggalkan dalam menjalankan dakwah ini. Tarbiyah sebagai cara yang berkesan dalam membangun rijal ke arah pembentukan syaksiyah Islamiyah dan pembentukan daiyah. Jadi media penyampaian risalah Nabi yang utama dan sangat berperanan adalah Tarbiyah. Di dalam tarbiyah mencakupi taujih (arahan) dan nasihah.
Dalil
Hadits dan Sirah Nabawiyah seperti tarbiyah di rumah Arqom b Abi Arqom.
3. IqomatuddienulLah (menegakkan dien Allah)
Sarahan
Menegakkan dienulLah juga merupakan perintah atau arahan yang datangnya dari Allah. Tegaknya dien mesti dimulai oleh tegaknya Islam di dalam diri peribadi, keluarga dan masyarakat. Usaha ini tercapai melalui penyampaian risalah, dimana tarbiyah adalah cara yang paling berkesan untuk mencapai objektif ini.
Tegaknya dien perlu didukung oleh penyusunan peribadi dan pembentukan strategi untuk mencapai kejayaan Islam di tengah masyrakat. Perancangan dan pentadbiran dakwah nabi sudah dibuktikan kejayaannya.
Dalil
42:13-15, Allah memberikan wasiat kepada para Rasul untuk menegakkan dien.
a. Iqomatul Khilafah (menegakkan khilafah)
Sarahan
Mengikut kepada firmanNya bahawa setiap mukmin akan diberi kedudukan sebagai khalifah di muka bumi ke atas makhluk lainnya. Namun demikian dari segi kenyataan tidak semuanya orang Islam mendapatkan kedudukan khalifah. Mereka yang mendapatkan peranan khalifah adalah mereka yang berusaha untuk berdakwah dan menegakkan dien Allah sahaja.
Dalil
24:55, Allah akan mengangkat kamu menjadi khalifah sebagaimana orang sebelum kamu, Allah akan menetapkan agama Islam yang direhainya untuk mereka, dan akan mengganti ketakutan mereka dengan keamanan.
48:27, Pandangan Nabi yang dibenarkan Allah dalam meramalkan kemenangan Islam.
b. Binau Rijal (membangun Rijal)
Sarahan
Menegakkan dien tidak mungkin dikerjakan sendirian sahaja. Usaha ini perlu dilakukan secara berjamaah. Mereka yang bersama pun perlu memiliki kekuatan, kefahaman yang jelas, aqidah yang bersih dan memegang minhaj yang betul. Kebersamaan dari kader - kader diperolehi melalui pembangunan rijal. Tarbiyah adalah usaha untuk membangun rijal yang dipersiapkan sebagai tonggak dakwah. Cara bagaimana bina rijal ini kita merujuk kembali bagaimana Rasul melaksanakan pembinaan kepada para sahabat.
Dalil
3:104, bentuklah dari sebahagianmu orang untuk melakukan amar makruf dan nahiy mungkar
c. Minhajud Dakwah (panduan dakwah)
Sarahan
Al Qur'an dan Sunnah adalah minhaj dakwah yang penuh dengan petunjuk-petunjuk bagaimana menjalankan dakwah. Banyak contoh-contoh misalnya kita disuruh berdakwah lembut, ramah, tidak boleh keras, dengan pengajaran yang baik, nasehat, memaafkan dan mengampunkan mereka.
Minhaj Dakwah dalam menegakkan dien juga membincangkan bagaimana dakwah melalui pendekatan ekonomi, budaya, sosial dan politik. Selain itu Rasul juga menggambarkan dakwah mengikuti potensi masing-masing seperti di zaman sekarang sebagai consultant, accountant, engineer dan sebagainya.
Dalil
3:159, pendekatan dakwah yang lembut dan ramah dapat mengelakkan mad'u dari bercerai berai. Elakkan berbuat jahat, berhati kasar dalam pendekatan dakwah.
d. Tathbiqur Risalah (aplikasi risalah)
Sarahan
Aplikasi dari penerimaan risalah Islam adalah mengamalkan Islam secara keseluruhannya dalam kehidupan seharian. tegaknya dien tidak akan wujud apabila mereka yang menerima sekedar tahu dan kemudian tidak mengamalkan. Tegaknya dien akan tercapai apabila setiap individu mengaplikasikannya dalam hidup. Setelah mereka tahu, kemudian diamalkan kedalam dirinya dan didakwahkan kepada orang lain merupakan usaha yang dapat mempercepat tegaknya dien di muka bumi ini.
Dalil
2:208, Orang beriman disuruh masuk (mengamalkan) Islam secara keseluruhan
6:162, katakanlah sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku, semuanya bagi Allah, tuhan semesta alam.
Ringkasan Dalil
Umum:
Menyampaikan risalah (5:67, 33:39)
Memperkenalkan Al Khaliq (7: 175)
Menjelaskan cara pengabdian (hadits)
Menjelaskan pedoman hidup (hadits)
Mendidik para sahabat: dengan arahan dan nasihat
Khusus:
Menegakkan dienulLaah (42: 13-15)
Menegakkan khilafah (24:55, 48:27)
Membina kader (3:104)
Membuat konsep dakwah (3:159)
Melaksanakan panduan hidup (2:208, 6:162)
Khosoisu Risalah Muhammad SAW
Sinopsis
Nabi Muhammad SAW mempunyai ciri-ciri yang khusus dibandingkan dengan para rasul lainnya. Diantara ciri-ciri tersebut adalah sebagai nabi penutup, penghapus risalah sebelumnya, membenarkan nabi sebelumnya, menyempurnakan risalah, diperuntukkan bagi manusia seluruh alam, dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Ciri-ciri ini dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak dimiliki oleh para Rasul sebelumnya. Nabi Muhammad sebagai penutup bererti tidak ada lagi nabi setelah nabi Muhammad SAW, ia pun menghapuskan risalah sebelumnya yang bererti risalah sebelumnya tidak lagi digunakan setelah datangnya Nabi Muhammad SAW, beliaupun membenarkan Nabi sebelumnya dan adanya Nabi Muhammad tidak untuk kaumnya sahaja tetapi bagi seluruh manusia dan bagi semesta Alam.
RasululLah tampil sebagai pembawa risalah Islam yang mencakupi huda dan dienul Haq. Selain itu hadirnya RasululLah SAW di tengah kita adalah sebagai saksi, pembawa berita gembira dan peringatan, menyeru ke jalan Allah dan sebagai pelita yang menerangi.
Hasiyah
1. Khotama Al Anbiya (Nabi penutup)
Sarahan
Allah SWT te;ah menurunkan Nabi sebanyak 124,000 dan Rasul sebanyak 313 orang. Namun demikian di dalam Al Qur'an yang disebutkan hanya sebanyak 25 orang sahaja. Perhatikan Al Qur'an surat 40:78, 4:163-164, 6:84-86. Seperti juga ada diungkapkan bahawa setelah Rasul Musa AS ada sebanyak 36 pelanjut Risalahnya. Sedangkan penutup bagi semua Rasul dan Nabi itu adalah Nabi Muhammad SAW.
Dalil
33:40, Muhammad itu bukan bapa salah seorang diantara lelaki kamu tetapi dia adalah Rasul Allah dan kesudahan dari Rasul-Rasul Allah
2. Nasikhu Ar Risalah (penghapus risalah)
Sarahan
Risalah terdahulu hanya untuk kaum tertentu sahaja, sehingga hanya sesuai untuk kaum tersebut. Selain itu risalah terdahulu mengikuti keadaan dan situsai serta keperluaan semasa waktu itu sehingga hanya sesuai pada saat tersebut sahaja.
Risalah Nabi Muhammad sebagai pelengkap dari risalah sebelumnya dan sekaligus memansukhkan risalah sebelumnya. Risalah Nabi Muhammad SAW sesuai dan dapat digunakan oleh semua manusia dan dapat diamalkan hingga hari kiamat.
Risalah terdahulu yang dibawa oleh ratusan Nabi dan Rasul mempunyai pendekatan dakwah yang sesuai dengan pendekatan kaumnya misalnya pendekatan dakwah Nabi Daud dengan kekuatan fizikal, Nabi Sulaiman pandai bercakap dengan haiwan, pokok, jin dan mempunyai kekuatan memindahkan kerajaan dan sebagainya, Nabi Ibrahim berdakwah dengan memotong semua kepala berhala, Nabi Isa AS tidak berkahwin dan banyak contoh lainnya. Disimpulkan bahawa pendekatan-pendekatan dakwah dan risalah yang dibawa oleh Nabi sebelumnya tidaklah sesuai lagi bagi zaman sekarang.
Dalil
Hadits.
33:40, sebagai penutup nabi. 61:8, membenarkan para nabi sebelumnya.
34:28, ditujukan untuk seluruh manusia.
21:107, menjadi rahmat bagi alam semesta.
3. Musoddiqu Al Anbiyak (membenarkan para nabi)
Sarahan
Banyak tentangan dan cabaran yang mencuba menghapuskan agama Allah, namun demikian Allah SWT sentiasa menjaga dan memeliharanya dari serangan kaum kafir. Di antaranya dengan memenangkan Islam atas agama lainnya atau dengan menurunkan para Rasul dan Nabi untuk kembali menegakkan kesilapan atau kejahiliyahan ummat. Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir melengkapi risalah sebelumnya dan dijadikan sebagai rujukan utama bagi ummat Islam
Dalil
61:8,9 Mereka hendak memadamkan risalah Allah tetapi Allah SWT pelihara dan menyempurnakannya. Kemudian Allah SWT mengutus Rasul-Nya dengan memberikan petunjuk dan agama yang benar, supaya Dia memenangkan agama Allah itu atas sekalian agama.
4. Mukammilu Ar Risalah (penyempurna risalah)
Sarahan
Selain membenarkan Rasul dan Nabi sebelumnya yang membawa risalah Islam. Kehadiran nabi Muhammad SAW juga diperuntukkan menyempurnalkan risalah sebelumnya. Risalah sebelumnya cenderung diperuntukkan bagi suatu kaum tertentu sahaja dan bagi saat tertentu. Berbeza dengan Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk semua manusia (tidak untuk kaumnya sahaja) dan berlaku hingga hari kiamat.
5. Kaafatalinnaas (untuk seluruh manusia)
Sarahan
Rasul Muhammad SAW berbeza dengan para Rasul dan Nabi sebelumnya di mana Nabi Muhammad SAW diutus bagi kepentingan ummat manusia secara keseluruhan dengan tidak mengira suku, bangsa, warna kulit, bahasa dan sebagainya. Sehingga dapat dilihat perkembangan Islam pada masa ini di mana muslim tersebar di seluruh pelusuk dunia.
Dalil
34:28, Kami tiada mengutus engkau Ya Muhammad melainkan kepada sekalian ummat manusia untuk memberi khabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui
6. Rahmatul Alamin (rahmat bagi alam semesta)
Sarahan
Kehadiran Nabi Muhammad SAW di muka bumi ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam yang tidak sahaja manusia tetapi juga alam, haiwan, pokok dan sebainya. Manusia pun dengan kehadiran Nabi Muhammad mendapatkan rahmat dan kebaikan. Manusia kafir dan jahiliyah pun mendapatkan rahmat dari kedatangan Islam. Dengan demikian Islam dan Nabi Muhammad tidak hanya untuk ummat Islam tetapi kebaikannya juga dirasakan oleh manusia lainnya. Islam adalah membawa agama fitrah yang sesuai dengan penciptaan manusia, jadi apabila Islam disampaikan maka akan dirasakan sesuai oleh manusia.
Alam, haiwan dan pokok pun dilindungi dan dipelihara dengan kedatangan Islam. Umat Islam sebagai khalifah di muka bumi melaksanakan pemeliharaan dan penjagaan alam dengan demikian kestabilan terwujud dan alam serta isinya menjadi damai.
Dalil
21:107, kami tiada mengutus engkau (ya Muhammad), melainkan menjadi rahmat untuk semesta alam.
7. Risalatul Islam
Sarahan
Risalah Nabi Muhammad SAW adalah risalah Islam, yang dibawanya adalah sesuatu yang benar. Hal ini tercermin dari akhlak, keperibadian dan sifat-sifat Nabi yang mulia.
Inti dari risalah Nabi Muhammad SAW adalah huda (petunjuk) dan dien yang benar. Risalah membawa huda kerana Islam itu sendiri sebagai panduan bagi manusia.
Dalil
48:28, Dia yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar), supaya agama itu mengalahkan semua agama. Dan Allah cukup menjadi saksi.
8. Ad dakwah
Sarahan
Rasul menggunakan Islam sebagai petunjuk dan juga Allah menangkan Islam sebagai dienul Haq ke atas agama-agama lainnya. Usaha ini tidak akan tercapai apabila tidak dilaksanakan dakwah.
Rasul dalam menjalankan dakwahnya mempunyai peranan sebagai saksi atas ummatnya, memberi penyampaian nilai-nilai Islam yang bersifat kabar gembira ataupun kabar peringatan.
Allah SWT sekali lagi menegaskan bahawa Rasul berdakwah dengan menyeru manusia agar kembali kepada Allah dan kemudian Rasul sebagai pelita yang menerangi.
Peranan Nabi yang digambarkan di dalam surat 33:45-46 adalah sebagai da'i. Beliau berdakwah dengan mengajak manusia dan bersifat sebagai pelita yang sentiasa dijadikan rujukan bagi manusia.
Dalil
33:45-46, Hai Nabi, sesungguhnya kami mengutus engkau sebagai saksi atas ummat dan untuk memberi khabar gembira dan khabar takut. Dan untuk menyeru (manusia) kepada Allah dengan izin-Nya, dan menjadi pelita yang menerangi.
Ringkasan Dalil
Muhammad
Penutup para Nabi (33: 40)
Penghapus risalah sebelumnya ( hadits )
Membenarkan para Nabi sebelumnya (61:8)
Penyempurna risalah sebelumnya, ditujukan untuk seluruh manusia (34:28)
Ditujukan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (21:107)
Risalah Muhammad adalah risalah Islam: intinya petunjuk / Al Qur'an dan dien yang benar/Al Islam
Wajib berdakwah:
Menjadi saksi (33:45)
Memberi berita gembira (33:45)
Memberi peringatan (33:45)
Menyeru ke jalan Allah (33:46)
Cahaya yang menerangi (33:46)
Wajibat Nahwa Rasul
Sinopsis
Muslim yang menyebut bahawa Muhammad adalah Rasulullah di dalam syahadatnya maka bererti individu tersebut akan membenarkan apa yang dikhabarkannya, mentaati semua perintahnya, menjauhi apa yang dilarangnya, dan tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya. Penerimaan dan ketaatan serta ibadah kepada-Nya melalui petunjuk Rasul adalah hasil dari persaksian ke atas Nabi yang kemudian dari sini muncul kewajiban-kewajiban yang perlu dijalankan.
Kewajiban kami (muslim) kepada Rasul adalah mengimanainya, mencintai, mengagungkan, membelanya, mencintai para pencintanya, menghidupkan sunnahnya, memperbanyak shalawat, mengikutinya dan mewarisi risalahnya. Dengan kewajiban ini setiap muslim akan sentiasa menjaga dirinya berada di dalam saf Islam. Kewajiban ini sebagai janji dan komitmen dari persaksian kita kepada Nabi bahawa Muhammad SAW adalah RasullulLah.
Hasiyah
1. Muhammad RasullulLah.
Sarahan
Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang dijadikan sebagai Nabi dan Rasul penutup. Beliau sebagai model terbaik dan melengkapi nabi dan rasul sebelumnya. Risalah yang dibawanya sangatlah bersesuaian dengan keadaan saat ini dan diperuntukkan bagi semua manusia.
Berbagai kelebihan dan keutamaan pada diri Nabi sangatlah banyak, sehingga kita perlu menyimpulkan bahawa beliaulah yang paling sesuai untuk diikuti. Kemudian bagaimanakah kewajiban kita kepadanya?
Dalil
33:40, Muhammad SAW sebagai Nabi penutup
34:28, diperuntukkan kepada semua manusia
2. Membenarkan apa yang dikabarkannya
Sarahan
Nabi Muhammad SAW adalah Rasul yang membawa kebenaran. Setiap yang disampaikannya adalah benar dan berasal dari Allah SWT. Beliau mengajak kita untuk beriman dan taat kepada Allah dan Rasuul-Nya. Usaha pertama sebelum kita beriman, kita mesti menerima dan membenarkan apa yang akan kita yakini. Selama kita tidak menerima maka selama itu kita tidak dapat membenarkan risalah Nabi dan juga tidak akan kita beriman kepada-Nya. Orang yang membenarkan risalah-Nya adalah orang yang bertaqwa.
Dalil
Hadits.
39:33, orang yang membawa kebenaran (Muhammad SAW) dan orang-orang yang membenarkannyaadlah mereka itu orang yang taqwa.
3. Mentaati semua perintahnya
Sarahan
Orang yang beriman adalah tentera yang siap dan sedia mendapat arahan dan perintah dari atasan. Atasan kita adalah allah SWT dan Nabi SAW. Dialah yang berhak sebagai atasan kita kerana dialah pencipta, pemberi rezki, pengatur, dan pemiliki kita. Sedangkan Nabi adalah orang yang ditunjuk langsung oleh Allah sebagai pembimbing kita. Sikap kita yang terbaik adalah dengar dan taat perintah-Nya.Kerana setiap perintah itu adalah untuk kebaikan kita juga.
Dalil
24:51, sesungguhnya perkataan orang beriman apabila dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, supaya dihukum antara mereka, bahawa mereka berkata: kami dengar dan kami taat. Mereka itulah orang yang menang
5:7, kami dengar, kami taat dan takutlah kamu kepada Allah
4. Menjauhi apa yang dilarangnya
Sarahan
Muhammad SAW sebagai rasul yang mendapat lesen dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyu-Nya maka kita mesti mengiktiraf keadaan beliau dan menjadikan diri Nabi sebagai bahagian di dalam kehidupan kita. Beliau berhak mengatur kehidupan kita kerana ini untuk kebaikan kita sendiri. Oleh kerana itu, apabila beliau melarang sesuatu maka ikuti larangannya. Inilah jaln terbaik.
Dalil
59:7, &ldots; apa-apa yang diberikan rasul kepadamu, hendaklah kamu ambil dan apa-apa yang dilarangnya, hendaklah kamu hentikan dan takutlah kepada Allah.
5. Tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya
Sarahan
Mentaati Allah mesti melalui ketaatan kepada Rasul. Yang ditaati adalah syariat yang dibawanya sama ada yang disampaikan di dalam Al Qur'an ataupun Sunnah Nabi. Kita tidak akan dapat beribadah kecuali mengikuti Rasul dan syariat-Nya.
Dalil
hadits
4:80, barang siapa mentaati rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.
6. Kewajiban terhadap rasululLah
a.Mengimani
Sarahan
Kewajiban kita terhadap Nabi adalah mengimaninya. Dengancara ini kita akan terhindar dari api neraka dan azab yang pedih
Dalil
hadits.
61:10, 11, suatu perniagaan yang akan melepaskan kita dari azab yang pedih adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjuang di jalan Allah dan Rasul-Nya.
b. Mencintai
Dalil
hadits,
c. Mengagungkan
Dalil
(48:7)
d. Membelanya
Dalil
(9:40, 61:14)
e. Mencintai para pencintanya
Dalil
(48:29)
f. Menghidupkan sunnahnya
Dalil
(Hadits, 3:130)
g. Memperbanyak sholawat
Dalil
(33:56)
h. Mengikutinya
Dalil
(3:31)
i. Mewarisi risalahnya
Dalil
(48:28)
Ringkasan Dalil
Muhammad RasullulLah: membenarkan apa yang dikabarkannya (Hadits, 39:33),
Mentaati semua perintahnya (24:51, 5:7, 4:115)
Menjauhi apa yang dilarangnya (59:7)
Tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya (hadits, 4:80)
Kewajiban terhadap rasululLah mengimani (hadits, 61:11)
Mencintai (hadits)
Mengagungkan (48:7)
Membelanya (9:40, 61:14)
Mencintai para pencintanya (48:29)
Menghidupkan sunnahnya (Hadits, 3:130)
Memperbanyak sholawat (33:56)
Mengikutinya (3:31)
Mewarisi risalahnya (48:28)
nataiju Ittiba'u Rasul
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM PERLAKSANAAN TARBIYAH
PEMBERIAN BAHAN UTAMA KEPADA MAD'U MESTI DENGAN CARA TALLAQI, TIDAK DIBERIKAN DALAM BENTUK TERTULIS ATAU FOTOCOPY BAHAN INI
TARBIYAH BERKESAN TIDAK MELALUI DAURAH. DAURAH SEBAGAI PENYAMPAIAN BAHAN HANYA UNTUK MENGIKAT
BAHAN-BAHAN INI ADALAH SEBAGAI PEMBANTU DAN PELENGKAP PENCAPAIAN OBJEKTIF TARBIYAH, BUKAN SATU-SATUNYA
PENYAMPAIAN BAHAN DI DALAM TARBIYAH MERUPAKAN SATU METOD SAHAJA YANG PERLU DISELINGI DENGAN PELBAGAI AKTIVITI
PENYAMPAIAN BAHAN SEBAIKNYA TIDAK SEKALIGUS, PERLU MEMPERTIMBANGKAN PEMAHAMAN MAD'U DAN KEPERLUAN
BAHAN INI DISAMPAIKAN TIDAK PERLU BERURUTAN. TETAPI TETAP MEMPERTIMBANGKAN PENCAPAIAN OBJEKTIF
BAHAN TARBIYAH INI LEBIH KEPADA TSAQOFI SEHINGGA DIPERLUKAN PENGEMBANGAN CONTOH, PENDEDAHAN DALIL DAN TADRIB DI MEDAN AMAL
TARBIYAH SEBENARNYA LEBIH KEPADA APLIKASI DAN LATIHAN DI MEDAN AMAL
MEDAN AMAL DAPAT BERUPA DAKWAH FARDIYAH, QIYAMUL LAIL, SAUM SUNNAH, HAFALAN AYAT ATAU HADITS, DI PADANG BOLA, DI MANA SAHAJA DENGAN SYARAT ADA INTERAKSI DAN KETERLIBATAN DI ANTARA AHLI USRAH DENGAN MURABBI ATAU DI ANTARA MEREKA.
KETERLIBATAN LEBIH BERKESAN APABILA DIPROGRAM SEBELUMNYA.
BAHAN INI SEBAGAI USAHA UNTUK MENTERTIBKAN PERLAKSANAAN TARBIYAH BERKESAN.
BAHAN-BAHAN LAINNYA PERLU DISAMPAIKAN SEBAGAI SELINGAN MISALNYA BACA BUKU, PERBINCANGAN DAN SEBAGAINYA.
BAHAN-BAHAN INI SUDAH DISUSUN BAGI KEPENTINGAN MURABBI BUKAN KEPENTINGAN MUNTARABI
BAGI KEBERKESANAN TARBIYAH DAN THIQAH MAD'U SEBAIKNYA BAHAN RAJAH TIDAK DIPERLIHATKAN BAHAN ASALNYA.
PENGUASAAN BAHAN SANGAT DIUTAMAKAN BAGI MURABBI SEBELUM PENYAMPAIAN
MUNTARABBI PERLU PENILAIAN
BAHAN INI TIDAK BOLEH DIFOTOSTAT UNTUK YANG LAINNYA TERMASUK AJ TANPA PENGETAHUAN MTM DENGAN PERTIMBANGAN:
* AMNIYAH
* KEBERKESANAN BAHAN KEPADA MAD'U
* KESILAPAN DAN KEKELIRUAN BAGI PENYAMPAI BAHAN DAN PEYAMPAIAN
*MUDAH PENGAWALAN
*PERBAIKAN DAN PENGEMBANGAN
* MENJAGA PERLAKSANAAN TARBIYAH SECARA BAIK
Makrifatullah
Ahammiah Makrifatullah
Sinopsis
Makrifatullah atau mengenal Allah adalah subjek utama yang mesti disempurnakan oleh seorang muslim. Para mad'u yang diajak untuk terlibat sama di dalam dakwah mestilah dipastikan betul mereka memiliki kefahaman dan pengenalan yang sahih terhadap Allah s.w.t. Mesti terpacak kukuh di dalam hati sanubari bahawa Allah adalah sebagai "Rabb" kepada sekelian alam. Keyakinan ini tentu sekali bersandarkan kepada berbagai dalil dan bukti yang kukuh. Dari keyakinan ini, akan membuahkan peningkatan iman dan taqwa. Personaliti merdeka dan bebas adalah yang lahir dari pengenalan yang mantap terhadap Allah. Juga akan lahir ketenangan, keberkatan dan kehidupan yang baik sebagai manifestasi dari mengenali Allah. Di akhirat akan dikurniakan pula dengan balasan syurga Allah. Semua ini adalah bergaris penamat di keredhaan Allah s.w.t.
Hasyiah
1. Kepentingan ilmu makrifatullah
Syarah:
Riwayat ada menyatakan bahawa perkara pertama yang mesti dilaksanakan dalam agama adalah mengenal Allah (awwaluddin makrifatullah) . Bermula dengan mengenal Allah,maka kita akan mengenali diri kita sendiri. Siapakah kita, dimanakah kedudukan kita berbanding makhluk-makhluk yang lain, apakah sama misi hidup kita dengan binatang-binatang yang ada di bumi ini, apakah tanggungjawab kita dan kemanakah kesudahan hidup kita. Semua persoalan itu akan terjawab secara tepat setelah kita mengenali betul-betul Allah sebagai Rabb dan Ilah. Yang Mencipta, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan dan seterusnya.
Dalil:
47:19. Ayat ini mengarahkan kepada kita dengan bahasa (ketahuilah olehmu) bahawasanya tidak ada ilah selain Allah dan minta ampunlah untuk dosamu dan untuk mukminin dan mukminat. Apabila al-Quran menggunakan sighah amar (perintah) maka ia menjadi wajib menyambut perintah tersebut. Dalam konteks ini mengetahui atau mengenali Allah (makrifatullah ) adalah wajib.
3:18: Allah menyatakan bahawa tidak ada tuhan melainkan Dia, dan telah mengakui pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu sedang Allah berdiri dengan keadilan. Tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
22:72-73: Allah telah menjanjikan kepada mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah samada ayat qauliah atau kauniah dengan api neraka. Janji ini Allah turunkan di dalam surah al-Hajj ayat 72-73: Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang kamu dapati pada muka-muka orang kafir kemarahan. Hampir-hampir mereka menendang orang-orang yang membacakan kepada mereka ayat-ayat kami. Katakanlah kepada mereka : Hendakkah aku khabarkan kepada kamu dengan yang lebih buruk daripada itu , iaitulah neraka yang telah dijanjikan oleh Allah kepada mereka yang kufur dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Wahai manusia, dibawakan satu permisalan maka hendaklah kamu dengar ! Sesunggguhnya orang-orang (berhala-berhala) yang engkau sembah selain Allah tidak akan mampu mencipta seekor nyamuk sekalipun seluruh mereka berkumpul untuk tujuan itu. Dan jika mereka dihinggapi oleh seekor lalat, mereka tidak mampu untuk menyelamatkan diri. Lemahlah orang yang menuntut dan orang yang dituntut (sembah).
Oleh yang demikian makrifatullah menerusi ayat-ayatNya adalah suatu kepentingan utama perlu dilaksanakan agar terselamat dari api neraka.
39:67 : Mereka tidak mentaqdirkan Allah dengan ukuran yang sebenarnya sedangkan keseluruhan bumi berada di dalam genggaman-Nya pada Hari Kiamat dan langit-langit dilipatkan dengan Kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan.
Orang-orang kafir tidak mentaqdirkan Allah dengan taqdir yang sebenarnya kerana mereka tidak betul-betul makrifatullah. Ayat ini menarik kita agar tidak salah taqdir terhadap hakikat ketuhanan Allah yang sebenarnya. Oleh itu memerlukan makrifatullah yang sahih dan tepat.
2. Tema perbicaraan makrifatullah - Allah Rabbul Alamin
Syarah:
Ketika kita membicarakan tentang makrifatullah, bermakna kita berbicara tentang Rabb, Malik dan Ilah kita. Rabb yang kita fahami dari istilah al-Quran adalah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa. Manakala Ilah pula mengandungi erti yang dicintai, yang ditakuti dan juga sebagai sumber pengharapan. Kita boleh lihat hal ini di dalam surah An-Naas : 1-3. Inilah tema di dalam makrifatullah. Jika kita menguasai dan menghayati keseluruhan tema ini, bermakna kita telah mampu menghayati makna ketuhanan yang sebenarnya.
Dalil:
13:16 : Katakanlah: Siapakah Rabb segala langit dan bumi ? Katakanlah : Allah. Katakanlah: Adakah kamu mengambil wali selain daripada-Nya, yang tiada manafaat kepada dirinya dan tidak pula dapat memberikan mudarat ? Katakanlah: Adakah bersamaan orang yang buta dengan orang yang melihat ? Bahkan adakah bersamaan gelap dengan Nur (cahaya)? Bahkan adakah mereka mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu yang menjadikan sebagaimana Allah menjadikan, lalu serupa makhluk atas mereka ? Katakanlah : Allah Allah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dan Dia Esa lagi Maha Kuasa.
6:12: Katakanlah : Bagi siapakah apa-apa yang dilangit dan dibumi ? Katakanlah: Bagi Allah. Dia telah menetapkan ke atas diri-Nya akan memberikan rahmat. Demi sesungguhnya Dia akan menghimpunkan kamu pada Hari Kiamat, yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan diri mereka, maka mereka tidak beriman.
6:19: Katakanlah : Apakah saksi yang paling besar ? Katakanlah: Allah-lah saksi di antara aku dan kamu . Diwahyukan kepadaku al-Quran ini untuk aku memberikan amaran kepada engkau dan sesiapa yang sampai kepadanya al-Quran. Adakah engkau menyaksikan bahawa bersama Allah ada tuhan-tuhan yang lain ? Katakanlah: Aku tidak menyaksikan demikian. Katakanlah: hanya Dialah tuhan yang satu dan aku bersih dari apa yang kamu sekutukan.
27:59: Katakanlah: Segala puji-pujian itu adalah hanya untuk Allah dan salam sejahtera ke atas hamba-hambanya yang dipilih. Adakah Allah yang paling baik ataukah apa yang mereka sekutukan.
24:35: Allah memberi cahaya kepada seluruh langit dan bumi
2:255 Allah. Tidak ada tuhan melainkan Dia. Dia Hidup dan Berdiri Menguasai seluruh isi bumi dan langit.
3. Didukung dengan dalil yang kuat:, 75: 14-15
Syarah:
Makrifatullah yang sahih dan tepat itu mestilah bersandarkan dalil-dalil dan bukti-bukti kuat yang telah siap disediakan oleh Allah untuk manusia dalam berbagai bentuk agar manusia berfikir dan membuat penilaian . Oleh kerana itu banyak fenomena alam yang disentuh oleh al-Quran diakhirkan dengan persoalan tidakkah kamu berfikir, tidakkah kamu melihat, tidakkah kamu mendengar dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan itu boleh mendudukkan kita pada satu pandangan yang konkrit betapa semua alam cakerawala ini adalah di bawah milik dan pentadbiran Allah s.w.t.
Dalil:
Naqli - 6:19: Allah menurunkan al-Quran kepada Rasul sebagai bahan peringatan untuk manusia
Aqli - 3:190: Kejadian langit, bumi dan pertukaran siang malam menjadi bukti bagi orang yang berfikir
Fitri - 7:172 : Pertanyaan Allah kepada anak adam di alam fitrah, bukan Aku tuhanmu ? Lalu diakuri
4. Dapat menghasilkan : peningkatan iman dan taqwa
Syarah:
Apabila kita betul-betul mengenal Allah menerusi dalil-dalil yang kuat dan kukuh, hubungan kita dengan Allah menjadi lebih akrab. Apabila kita hampir dengan Allah, Allah lebih lagi hampir kepada kita. Setiap ayat Allah samada dalam bentuk qauliah mahupun kauniah tetap akan menjadi bahan berfikir kepada kita dan penambah keimanan serta ketakwaan. Dari sini akan menatijahkan personaliti hamba yang merdeka, tenang, penuh keberkatan dan kehidupan yang baik. Tentunya tempat abadi baginya adalah syurga yang telah dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba yang telah diredhaiNya.
5. Kemerdekaan
6:82 : Orang-orang yang beriman dan tidak memcampurkan keimanannya dengan kezaliman, untuk merekalah keamanan sedang mereka itu mendapat petunjuk.
6. Ketenangan
13:28 : Orang-orang yang beriman dan tenteram hatinya dengan mengingati Allah. Ingatlah (bahawa dengan mengingati Allah itu, tenteramlah segala hati.
7. Barakah
7:96: Kalau sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, nescaya kami tumpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi tetapi mereka itu mendustakan sebab itu Kami siksa mereka dengan sebab usahanya itu.
8. Kehidupan yang baik
16:97: Sesiapa yang melakukan kebaikan baik lelaki mahupun perempuan sedang dia beriman nescaya Kami siapkan dia dengan kehidupan yang baik
9. Syurga
10:25-26: Mereka yang melakukan kebaikan akan mendapat kebaikan dan tambahan dari Allah dan mereka akan menjadi penduduk tetap syurga Allah.
10. Mardhotillah:
98:8: Balasan untuk mereka di sisi tuhannya ialah syurga Adne yang mengalir sungai dibawahnya sedang mereka kekal selama-lama di dalamnya . Allah redha kepada mereka dan mereka redha kepada Allah. Syurga itu untuk orang-orang yang takut kepada Allah.
At-Thoriq Ila Makrifatillah
Sinopsis
Apabila kita ingin mencapai sesuatu sasaran, pastinya kita mesti tahu apakah dan bagaimanakah jalan yang akan menyampaikan kita kepada sasaran itu. Begitu juga dengan sasaran untuk mengenal Allah bukan sebarangan cara boleh digunakan kerana jalan yang tidak betul akan membawa kepada pengenalan yang salah. Jalan menuju kepada makrifatullah adalah menerusi ayat-ayat yang terang dan jelas sebagai satu penyataan dari Allah (ayat qauliah). Ayat ini adalah penyataan-penyataan pengenalan yang difirmankan oleh Allah sendiri di dalam al-Quran. Selain itu, ada juga ayat-ayat kauniah yang menjadi bahan berfikir manusia terhadap kejadian alam yang begitu unik ini. Dari dua jalan ini Islam mengajak manusia menggunakan akal dan juga naql untuk menuju makrifatullah . Kedua-dua metod ini akan melahirkan keyakinan, langsung mencetuskan pembenaran (tasdiq) dalam hati kecil manusia yang akhirnya membuahkan keimanan yang mantap terhadap Allah s.w.t.
Selain metod ini, ada juga manusia yang menggunakan metod duga-dugaan dan hawa nafsu untuk mengenal Allah. Paling pasti adalah mereka tidak akan bertemu sasarannya yang sebenar malah dia boleh dipermainkan oleh syaitan seperti yang berlaku kepada penganut hindu, budha dan lain-lain lagi yang menggambarkan tuhan itu mengikut apa yang mereka khayalkan. Metod ini akan berakhir dengan kekufuran.
Hasyiah
1.Jalan menuju pengenalan terhadap Allah s.w.t .
Syarah
Allah s.w.t tidak menampilkan kewujudan Zatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhluk-makhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk bahkan selagi kita boleh nampak dengan mata kepala kita, maka itu bukanlah tuhan . Allah juga menganjur kepada manusia menerusi Nabi s.a.w supaya berfikirlah pada makhluk-makhluk Allah tetapi jangan sekali anda berfikir tentang zat Allah. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat al-Quran agar menjadi bahan berfikir tentang kebesaran Allah.
2.Ayat Qauliah
Syarah
Ayat-ayat qauliah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah s.w.t di dalam al-Quran. Ayat-ayat ini boleh menyentuh pelbagai aspek termasuklah jalan-jalan kepada makrifatullah.
Dalil
95:1-5 : Allah mengajak kita berfikir tentang kejadian makhluknya termasuk buah-buahan, bukit-bukau bahkan diri manusia itu sendiri sehingga akhirnya manusia dapat menyimpulkan satu keyakinan bahawa penciptanya adalah Allah.
3.Ayat Kauniah
Syarah
Ayat Kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling kita yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Oleh kerana alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturan nya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.
Dalil
41:53: Allah menjelaskan bahawa Dia akan tunjukkan ayat-ayat kauniah-Nya diufuq dan juga pada diri manusia sendiri sehingga menjadi terang dan jelas akan kekuasaan Allah.
3:190: Pada kejadian langit dan bumi serta pertukaran siang dan malam juga adalah ayat kauniah kepada kekuasaan Allah bagi sesiapa yang berakal.
4.Metod Islam dengan naqli dan akal
Syarah
Islam menghargai nilai akal yang dimiliki manusia kerana dengan sarana akal ini manusia mampu berfikir dan memilih antara yang benar atau salah. Walau bagaimanapun, dengan akal semata-mata tanpa panduan dari Pencipta akal pencapai pemikiran cukup terbatas. Apa lagi jika dicampurkan dengan anasir hawa nafsu dan zhan. Gabungan antara kemampuan akal dan panduan dari Penciptanya akan menghasilkan pengenalan yang tepat dan mantap terhadap Allah s.w.t. Menjadi satu kesalahan apabila manusia tidak menggunakan akalnya untuk berfikir.
Dalil
10:100-101: Tiadalah seseorang itu beriman melainkan dengan izin Allah. Dia menjadikan siksaan atas orang-orang yang tidak berfikir. KatakanlahPerhatikanlah apa-apa yang dilangit dan dibumi. Tetapi tidak bermanafaat keterangan dan peringatan bagi kaum yang tidak beriman.
65:10 Ancaman Allah dengan siksaan bagi mereka yang berakal tapi tidak berfikir
67:10 Penyesalan yang pasti bagi mereka yang tidak berfikir
6.Tasdiq (membenarkan)
Syarah
Hasil dari berfikir dan meneliti secara terus menurut pedoman-pedoman yang sewajarnya, akan mencetuskan rasa kebenaran, kehebatan dan keagungan Allah . Boleh jadi ia berbetulan dengan firman Allah 53:11( Tiadalah hatinya mendustakan (mengingkari) apa-apa yang dilihatnya). Hati mula membenarkan dan akur kepada kebijaksanaan Tuhan.
Dalil
3:191: Orang-orang yang mengingati Allah setiap ketika akan terungkap pada lisannya ucapan Maha Suci Engkau ya Allah.
50:37: Yang demikian itu menjadi peringatan bagi orang yang mempunyai hati atau mendengarkan sedang hatinya hadir.
7.Menghasilkan iman
Syarah
Metod pengenalan kepada Allah yang dibawa oleh Islam ini cukup efektif secara berurutan sehingga akhirnya menghasilkan keimanan sejati kepada Allah azzawajalla.
8.Metod selain Islam
Syarah
Pemikiran berkenaan theologi dan ketuhanan banyak juga di bawa oleh pemikir-pemikir dari serata dunia tetapi tidak berlandaskan kepada metod yang sebenar. Kebanyakannya berlandaskan duga-dugaan, sangka-sangkaan dan hawa nafsu. Pastinya metod cacamerba ini tidak akan sampai kepada natijah yang sebenar kerana bayang-bayang khayalan tetap menghantui pemikiran mereka. Ada tuhan angin, tuhan api, tuhan air yang berasingan dengan rupa-rupa yang berbeza seperti yang digambarkan oleh Hindu, Budha dan seumpamanya.
9.Dugaan dan hawa nafsu
Syarah
Dua unsur utama dalam metod mengenal Tuhan yang tidak berlandaskan disiplin yang sebenar adalah sangka-sangkaan dan juga hawa nafsu. Campurtangan dua unsur ini sangat tidak mungkin untuk mencapai natijah yang tepat dan sahih.
Dalil
2:55 : Kaum Nabi Musa mengambil anak lembu sebagai tuhan dan cabar untuk tidak beriman dengan Musa kecuali setelah melihat Allah secara terang, lalu mereka disambar oleh halilintar.
10:36: Kebanyakan mereka tidak mengikut kecuali duga-dugaan semata-mata. Sesungguhnya dugaan itu tidak cukup untuk mendapat kebenaran sedikitpun.
6:115 : Telah tamatlah kalimah Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan.
10.Ragu-ragu
Syarah
Apabila jalan yang dilalui tidak jelas dan tidak tepat, maka hasil yang di dapati juga sangat tidak menyakinkan. Mungkin ada hasil yang didapati, tetapi bukan hasil yang sebenarnya. Bagaimanakah kita ingin mengenal Allah tetapi kaedah pengenalan yang kita gunakan tidak menurut neraca dan panduan yang telah ditetapkan oleh Allah. Kadangkala sayyidina umar tersenyum sendirian mengenangkan kebodohannya menyembah patung yang dibuatnya sendiri dari gandum sewaktu jahiliah , apabila terasa lapar dimakannya pujaan itu.
Dalil
22:55: Orang-orang kafir sentiasa dalam keraguan.
24:50: Apakah ada dalam hati mereka penyakit, atau mereka masih ragu-ragu atau takut
11.Berakibat kufur
Semua metod pengenalan yang tidak berasaskan cara yang dianjurkan oleh Islam iaitu menerusi aql dan Naql akan menemui jalan serabut iaitu kekufuran terhadap Allah s.w.t.
Mawani' Makrifatullah
Sinopsis
Walaupun ayat-ayat Allah sama ada ayat-ayat qauliah mahupun kauniah adalah terbuka kepada sesiapa sahaja yang ingin membaca dan menelitinya , namun terdapat berbagai halangan yang akan berhenti di hadapan kita yang didokong oleh iblis dan hawa nafsu bagi memastikan anak cucu adam terus berada di dalam kesesatan dan jauh dari petunjuk Allah s.w.t. Halangan-halangan ini muncul dalam bentuk sifat-sifat peribadi yang kontradik berpunca dari syahwat seperti nifaq, takabbur, zalim, dusta dan sifat-sifat yang berpunca dari salah faham atau syubhat seperti jahil, ragu-ragu, menyimpang. Kesemua ini menatijahkan kekufuran terhadap Allah s.w.t.
Hasyiah
Sifat yang berasal dari penyakit syahwat
1. Fasiq
Syarah
Iaitu orang-orang yang melanggar janji Allah, memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah menghubungkannya dan mereka melakukan bencana di atas muka bumi
Dalil
2:26-27: Sesungguhnya Allah tidak malu menjadikan nyamuk untuk menjadi perumpamaan atau benda yang lebih hina daripadanya. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahawa yang demikian itu suatu kebenaran dari Tuhan tetapi orang-orang yang kafir berkata: Apakah maksud Allah dengan perumpamaan ini ?
59:19: Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah lalu Allah menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasiq.
2. Sombong
Syarah
Adalah orang yang hatinya engkar dan membantah terhadap ayat-ayat Allah dan mereka tidak beriman dengan Allah
Dalil
16:22 : Orang-orang yang tidak beriman kepada hari Akhirat, hati mereka indkar dan merekaitu orang-orang yang sombong
40:35: Orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah tanpa keterangan yang sampai kepada mereka. Amat besarlah kebencian di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman (terhadap mereka). Demikianlah Allah mengecap/ menutup tiap-tiap hati orang yang sombong lagi ganas.
40:56 : Orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah tanpa keterangan
7:12: Allah telah menghalau Iblis dari syurga kerana bersikap sombong dan tidak mahu tunduk kepada arahan Allah.
3. Zalim
61:7: Siapakah yang terlebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diseru kepada Islam ? Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
32:22 : Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang diberikan peringatan dengan ayat-ayat tuhannya kemudian dia berpaling daripadanya&ldots;
4. Dusta
2:10 : Dalam hati mereka ada penyakit (syak wasangka) lalu ditambah Allah penyakit itu dan untuk mereka itu siksa yang pedih kerana mereka berdusta.
77:9-19: Kecelakaan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah.
5. Banyak dosa
83:14 : Berkarat hati mereka kerana dosa yang mereka lakukan.
Semua sifat-sifat yang disebutkan di atas tadi akan berakhir dengan kemurkaan dari Allah s.w.t. Walau bagaimanapun sifat-sifat ini boleh dirawati dan diubati dengan usaha yang penuh mujahadah. Manakala kelompok kedua adalah sifat-sifat yang berasal dari penyakit syubhat yang ada pada personaliti seseorang.
7. Jahil
39-65: Orang-orang yang tidak mengambil iktibar dari wahyu
8. Ragu-ragu
22:55: Orang-orang kafir sentiasa di dalam keraguan
9. Menyimpang
5:13 : Oleh kerana mereka melanggar perjanjian , Allah kutuk mereka dan menjadikan hati mereka keras sehingga mereka mengubah kalimat Allah.
10. Lalai
7:179 : Mereka memiliki hati, mata dan telinga tetapi semuanya tidak difungsikan dan mereka menjadi seumpama binatang lalu disediakan kepada mereka jahannam.
Semua sifat-sifat yang berpunca dari syubhat ini akan berakhir dengan kesesatan kerana ia menghalang dari menerima hidayah daripada Allah. Fenomena ini boleh diubati dengan ilmu-ilmu Islam yang di dapati lalu diaplikasikan dalam bentuk amalan .
Adillah Ala Wujudillah
Sinopsis
Kewujudan Allah s.w.t adalah sesuatu yang cukup terang sehingga sesetengah pihak yang ekstrem berpendapat kewujudan Allah tidak perlu kepada dalil lantaran terlalu jelas. Walau bagaimanapun dalil-dalil yang membuktikan kewujudan Allah ini boleh kita lihat dari berbagai aspek, antaranya dari aspek fitrah, aspek pancaindera, dari aspek logik /aqal, dari aspek nas/naql dan juga dari aspek sejarah. Bila kita membicarakan dalil-dalil kewujudan Allah, kita tidak bermaksud perbincangan-perbincangan falsafi yang merumitkan tetapi bagaimana dalil-dalil itu dapat difahami dengan mudah dan menunjangkan keyakinan terhadap Allah s.w.t.
Hasyiah
1. Dalil Fitrah
Syarah
Adalah dalil yang lahir dari fitrah asal manusia itu sendiri. Hal ini banyak dirakamkan di dalam al-Quran, bagaimana manusia umumnya mengakui kewujudan Allah.
Dalil
7:172 : Allah bertanya: Bukankah Aku Tuhan kamu ? Sahutnya: Ya, Kami menjadi saksi
29:61 : Demi kalau engkau tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan, nescaya mereka menjawab: Allah.
43:9 : Demi jika engkau tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi, nescaya mereka menjawab: yang menciptakan semuanya adalah (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
75:14-15: Bahkan manusia jadi saksi atas dirinya sendiri meskipun ia menerangkan beberapa keuzuran
2. Dalil Indera
Syarah
Adalah dalil-dalil yang dapat dinikmati, dilihat, dirasai atau disentuhi oleh indera.
Dalil
54:1: Telah hampir saat kiamat dan bulan pun terbelah
17:1 : Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram
8:9 : Sesungguhnya Aku menolong kamu dengan seribu malaikat yang beriringan
3:125: Ya, jika kamu sabar dan taqwa dan datang orang-orang kafir itu bersegera kepadamu tuhanmu menolongmu dengan lima ribu malaikat
3. Dalil Aqli
Syarah
Adalah dalil-dalil yang berasaskan akal
Dalil
41:53: Nanti akan Kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami di ufuk-ufuk dan pada diri mereka sendiri.
27:88 : Engkau lihat gunung-gunung, engkau kira ia tetap padahal ia lari seperti larinya awan
87:1-4: Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi yang menciptakan semua alam lalu meyempurnakan kejadiannya, dan yang menentukan dan memberi petunjuk dan yang menumbuhkan padang rumput (tanam-tanaman).
4. Dalil Naqli
Syarah
Adalah dalil-dalil yang bersandarkan kepada nas-nas.
Dalil
4:82 : Tidakkah mereka mentadabbur al-Quran ? Sekiranya al-Quran itu dari sisi selain Allah nescaya mereka mendapati banyak perselisihan di dalamnya.
17:88 : Katakanlah: Demi jika jika berhimpun manusia dan jin hendak memperbuat seumpama al-Quran ini, nescaya mereka tidak dapat memperbuat seumpamanya.
15:9: Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Quran dan dan Kami memeliharanya.
5. Dalil Sejarah
Syarah
Adalah dalil-dalil kekuasaan dan keagungan Allah yang diambil dari peristiwa-peristiwa yang telah berlaku di atas muka bumi.
Dalil
3:137 : Sesungguhnya telah lalu beberapa peraturan (Allah) sebelum kamu, maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah, bagaimana akibatnya orang-orang yang mendustakan agama.
7:176 : Demikianlah umpamanya kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sebab itu kisahkanlah kisah itu, mudah-mudahan mereka berfikir.
12:111: Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu ada ibrah (pengajaran) bagi orang-orang yang berakal.
11:120: Setiap riwayat kami kisahkan kepadamu di antara perkhabaran para rasul supaya Kami tenteramkan hatimu dengannya.
Mengagung Allah dan Mentauhidkan Allah
Syarah
Dari semua dalil-dalil yang dapat dilihat di atas itu adalah berfungsi menguatkan pandangan kita betapa keagungan Allah s.w.t begitu luarbiasa dan menundukkan kita sendiri di hadapan keagungan ini. Langsung mencetuskan tauhidullah yang luarbiasa.
Dalil
21:92 : Sesungguhnya ini, umat kamu (hai mukminin) umat yang satu dan Aku tuhanmu, sebab itu sembahlah Aku.
Sinopsis
Makrifatullah atau mengenal Allah adalah subjek utama yang mesti disempurnakan oleh seorang muslim. Para mad'u yang diajak untuk terlibat sama di dalam dakwah mestilah dipastikan betul mereka memiliki kefahaman dan pengenalan yang sahih terhadap Allah s.w.t. Mesti terpacak kukuh di dalam hati sanubari bahawa Allah adalah sebagai "Rabb" kepada sekelian alam. Keyakinan ini tentu sekali bersandarkan kepada berbagai dalil dan bukti yang kukuh. Dari keyakinan ini, akan membuahkan peningkatan iman dan taqwa. Personaliti merdeka dan bebas adalah yang lahir dari pengenalan yang mantap terhadap Allah. Juga akan lahir ketenangan, keberkatan dan kehidupan yang baik sebagai manifestasi dari mengenali Allah. Di akhirat akan dikurniakan pula dengan balasan syurga Allah. Semua ini adalah bergaris penamat di keredhaan Allah s.w.t.
Hasyiah
1. Kepentingan ilmu makrifatullah
Syarah:
Riwayat ada menyatakan bahawa perkara pertama yang mesti dilaksanakan dalam agama adalah mengenal Allah (awwaluddin makrifatullah) . Bermula dengan mengenal Allah,maka kita akan mengenali diri kita sendiri. Siapakah kita, dimanakah kedudukan kita berbanding makhluk-makhluk yang lain, apakah sama misi hidup kita dengan binatang-binatang yang ada di bumi ini, apakah tanggungjawab kita dan kemanakah kesudahan hidup kita. Semua persoalan itu akan terjawab secara tepat setelah kita mengenali betul-betul Allah sebagai Rabb dan Ilah. Yang Mencipta, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan dan seterusnya.
Dalil:
47:19. Ayat ini mengarahkan kepada kita dengan bahasa (ketahuilah olehmu) bahawasanya tidak ada ilah selain Allah dan minta ampunlah untuk dosamu dan untuk mukminin dan mukminat. Apabila al-Quran menggunakan sighah amar (perintah) maka ia menjadi wajib menyambut perintah tersebut. Dalam konteks ini mengetahui atau mengenali Allah (makrifatullah ) adalah wajib.
3:18: Allah menyatakan bahawa tidak ada tuhan melainkan Dia, dan telah mengakui pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu sedang Allah berdiri dengan keadilan. Tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
22:72-73: Allah telah menjanjikan kepada mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah samada ayat qauliah atau kauniah dengan api neraka. Janji ini Allah turunkan di dalam surah al-Hajj ayat 72-73: Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang kamu dapati pada muka-muka orang kafir kemarahan. Hampir-hampir mereka menendang orang-orang yang membacakan kepada mereka ayat-ayat kami. Katakanlah kepada mereka : Hendakkah aku khabarkan kepada kamu dengan yang lebih buruk daripada itu , iaitulah neraka yang telah dijanjikan oleh Allah kepada mereka yang kufur dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Wahai manusia, dibawakan satu permisalan maka hendaklah kamu dengar ! Sesunggguhnya orang-orang (berhala-berhala) yang engkau sembah selain Allah tidak akan mampu mencipta seekor nyamuk sekalipun seluruh mereka berkumpul untuk tujuan itu. Dan jika mereka dihinggapi oleh seekor lalat, mereka tidak mampu untuk menyelamatkan diri. Lemahlah orang yang menuntut dan orang yang dituntut (sembah).
Oleh yang demikian makrifatullah menerusi ayat-ayatNya adalah suatu kepentingan utama perlu dilaksanakan agar terselamat dari api neraka.
39:67 : Mereka tidak mentaqdirkan Allah dengan ukuran yang sebenarnya sedangkan keseluruhan bumi berada di dalam genggaman-Nya pada Hari Kiamat dan langit-langit dilipatkan dengan Kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan.
Orang-orang kafir tidak mentaqdirkan Allah dengan taqdir yang sebenarnya kerana mereka tidak betul-betul makrifatullah. Ayat ini menarik kita agar tidak salah taqdir terhadap hakikat ketuhanan Allah yang sebenarnya. Oleh itu memerlukan makrifatullah yang sahih dan tepat.
2. Tema perbicaraan makrifatullah - Allah Rabbul Alamin
Syarah:
Ketika kita membicarakan tentang makrifatullah, bermakna kita berbicara tentang Rabb, Malik dan Ilah kita. Rabb yang kita fahami dari istilah al-Quran adalah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa. Manakala Ilah pula mengandungi erti yang dicintai, yang ditakuti dan juga sebagai sumber pengharapan. Kita boleh lihat hal ini di dalam surah An-Naas : 1-3. Inilah tema di dalam makrifatullah. Jika kita menguasai dan menghayati keseluruhan tema ini, bermakna kita telah mampu menghayati makna ketuhanan yang sebenarnya.
Dalil:
13:16 : Katakanlah: Siapakah Rabb segala langit dan bumi ? Katakanlah : Allah. Katakanlah: Adakah kamu mengambil wali selain daripada-Nya, yang tiada manafaat kepada dirinya dan tidak pula dapat memberikan mudarat ? Katakanlah: Adakah bersamaan orang yang buta dengan orang yang melihat ? Bahkan adakah bersamaan gelap dengan Nur (cahaya)? Bahkan adakah mereka mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu yang menjadikan sebagaimana Allah menjadikan, lalu serupa makhluk atas mereka ? Katakanlah : Allah Allah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dan Dia Esa lagi Maha Kuasa.
6:12: Katakanlah : Bagi siapakah apa-apa yang dilangit dan dibumi ? Katakanlah: Bagi Allah. Dia telah menetapkan ke atas diri-Nya akan memberikan rahmat. Demi sesungguhnya Dia akan menghimpunkan kamu pada Hari Kiamat, yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan diri mereka, maka mereka tidak beriman.
6:19: Katakanlah : Apakah saksi yang paling besar ? Katakanlah: Allah-lah saksi di antara aku dan kamu . Diwahyukan kepadaku al-Quran ini untuk aku memberikan amaran kepada engkau dan sesiapa yang sampai kepadanya al-Quran. Adakah engkau menyaksikan bahawa bersama Allah ada tuhan-tuhan yang lain ? Katakanlah: Aku tidak menyaksikan demikian. Katakanlah: hanya Dialah tuhan yang satu dan aku bersih dari apa yang kamu sekutukan.
27:59: Katakanlah: Segala puji-pujian itu adalah hanya untuk Allah dan salam sejahtera ke atas hamba-hambanya yang dipilih. Adakah Allah yang paling baik ataukah apa yang mereka sekutukan.
24:35: Allah memberi cahaya kepada seluruh langit dan bumi
2:255 Allah. Tidak ada tuhan melainkan Dia. Dia Hidup dan Berdiri Menguasai seluruh isi bumi dan langit.
3. Didukung dengan dalil yang kuat:, 75: 14-15
Syarah:
Makrifatullah yang sahih dan tepat itu mestilah bersandarkan dalil-dalil dan bukti-bukti kuat yang telah siap disediakan oleh Allah untuk manusia dalam berbagai bentuk agar manusia berfikir dan membuat penilaian . Oleh kerana itu banyak fenomena alam yang disentuh oleh al-Quran diakhirkan dengan persoalan tidakkah kamu berfikir, tidakkah kamu melihat, tidakkah kamu mendengar dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan itu boleh mendudukkan kita pada satu pandangan yang konkrit betapa semua alam cakerawala ini adalah di bawah milik dan pentadbiran Allah s.w.t.
Dalil:
Naqli - 6:19: Allah menurunkan al-Quran kepada Rasul sebagai bahan peringatan untuk manusia
Aqli - 3:190: Kejadian langit, bumi dan pertukaran siang malam menjadi bukti bagi orang yang berfikir
Fitri - 7:172 : Pertanyaan Allah kepada anak adam di alam fitrah, bukan Aku tuhanmu ? Lalu diakuri
4. Dapat menghasilkan : peningkatan iman dan taqwa
Syarah:
Apabila kita betul-betul mengenal Allah menerusi dalil-dalil yang kuat dan kukuh, hubungan kita dengan Allah menjadi lebih akrab. Apabila kita hampir dengan Allah, Allah lebih lagi hampir kepada kita. Setiap ayat Allah samada dalam bentuk qauliah mahupun kauniah tetap akan menjadi bahan berfikir kepada kita dan penambah keimanan serta ketakwaan. Dari sini akan menatijahkan personaliti hamba yang merdeka, tenang, penuh keberkatan dan kehidupan yang baik. Tentunya tempat abadi baginya adalah syurga yang telah dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba yang telah diredhaiNya.
5. Kemerdekaan
6:82 : Orang-orang yang beriman dan tidak memcampurkan keimanannya dengan kezaliman, untuk merekalah keamanan sedang mereka itu mendapat petunjuk.
6. Ketenangan
13:28 : Orang-orang yang beriman dan tenteram hatinya dengan mengingati Allah. Ingatlah (bahawa dengan mengingati Allah itu, tenteramlah segala hati.
7. Barakah
7:96: Kalau sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, nescaya kami tumpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi tetapi mereka itu mendustakan sebab itu Kami siksa mereka dengan sebab usahanya itu.
8. Kehidupan yang baik
16:97: Sesiapa yang melakukan kebaikan baik lelaki mahupun perempuan sedang dia beriman nescaya Kami siapkan dia dengan kehidupan yang baik
9. Syurga
10:25-26: Mereka yang melakukan kebaikan akan mendapat kebaikan dan tambahan dari Allah dan mereka akan menjadi penduduk tetap syurga Allah.
10. Mardhotillah:
98:8: Balasan untuk mereka di sisi tuhannya ialah syurga Adne yang mengalir sungai dibawahnya sedang mereka kekal selama-lama di dalamnya . Allah redha kepada mereka dan mereka redha kepada Allah. Syurga itu untuk orang-orang yang takut kepada Allah.
At-Thoriq Ila Makrifatillah
Sinopsis
Apabila kita ingin mencapai sesuatu sasaran, pastinya kita mesti tahu apakah dan bagaimanakah jalan yang akan menyampaikan kita kepada sasaran itu. Begitu juga dengan sasaran untuk mengenal Allah bukan sebarangan cara boleh digunakan kerana jalan yang tidak betul akan membawa kepada pengenalan yang salah. Jalan menuju kepada makrifatullah adalah menerusi ayat-ayat yang terang dan jelas sebagai satu penyataan dari Allah (ayat qauliah). Ayat ini adalah penyataan-penyataan pengenalan yang difirmankan oleh Allah sendiri di dalam al-Quran. Selain itu, ada juga ayat-ayat kauniah yang menjadi bahan berfikir manusia terhadap kejadian alam yang begitu unik ini. Dari dua jalan ini Islam mengajak manusia menggunakan akal dan juga naql untuk menuju makrifatullah . Kedua-dua metod ini akan melahirkan keyakinan, langsung mencetuskan pembenaran (tasdiq) dalam hati kecil manusia yang akhirnya membuahkan keimanan yang mantap terhadap Allah s.w.t.
Selain metod ini, ada juga manusia yang menggunakan metod duga-dugaan dan hawa nafsu untuk mengenal Allah. Paling pasti adalah mereka tidak akan bertemu sasarannya yang sebenar malah dia boleh dipermainkan oleh syaitan seperti yang berlaku kepada penganut hindu, budha dan lain-lain lagi yang menggambarkan tuhan itu mengikut apa yang mereka khayalkan. Metod ini akan berakhir dengan kekufuran.
Hasyiah
1.Jalan menuju pengenalan terhadap Allah s.w.t .
Syarah
Allah s.w.t tidak menampilkan kewujudan Zatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhluk-makhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk bahkan selagi kita boleh nampak dengan mata kepala kita, maka itu bukanlah tuhan . Allah juga menganjur kepada manusia menerusi Nabi s.a.w supaya berfikirlah pada makhluk-makhluk Allah tetapi jangan sekali anda berfikir tentang zat Allah. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat al-Quran agar menjadi bahan berfikir tentang kebesaran Allah.
2.Ayat Qauliah
Syarah
Ayat-ayat qauliah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah s.w.t di dalam al-Quran. Ayat-ayat ini boleh menyentuh pelbagai aspek termasuklah jalan-jalan kepada makrifatullah.
Dalil
95:1-5 : Allah mengajak kita berfikir tentang kejadian makhluknya termasuk buah-buahan, bukit-bukau bahkan diri manusia itu sendiri sehingga akhirnya manusia dapat menyimpulkan satu keyakinan bahawa penciptanya adalah Allah.
3.Ayat Kauniah
Syarah
Ayat Kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling kita yang diciptakan oleh Allah. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Oleh kerana alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala sistem dan peraturan nya yang unik, maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya.
Dalil
41:53: Allah menjelaskan bahawa Dia akan tunjukkan ayat-ayat kauniah-Nya diufuq dan juga pada diri manusia sendiri sehingga menjadi terang dan jelas akan kekuasaan Allah.
3:190: Pada kejadian langit dan bumi serta pertukaran siang dan malam juga adalah ayat kauniah kepada kekuasaan Allah bagi sesiapa yang berakal.
4.Metod Islam dengan naqli dan akal
Syarah
Islam menghargai nilai akal yang dimiliki manusia kerana dengan sarana akal ini manusia mampu berfikir dan memilih antara yang benar atau salah. Walau bagaimanapun, dengan akal semata-mata tanpa panduan dari Pencipta akal pencapai pemikiran cukup terbatas. Apa lagi jika dicampurkan dengan anasir hawa nafsu dan zhan. Gabungan antara kemampuan akal dan panduan dari Penciptanya akan menghasilkan pengenalan yang tepat dan mantap terhadap Allah s.w.t. Menjadi satu kesalahan apabila manusia tidak menggunakan akalnya untuk berfikir.
Dalil
10:100-101: Tiadalah seseorang itu beriman melainkan dengan izin Allah. Dia menjadikan siksaan atas orang-orang yang tidak berfikir. KatakanlahPerhatikanlah apa-apa yang dilangit dan dibumi. Tetapi tidak bermanafaat keterangan dan peringatan bagi kaum yang tidak beriman.
65:10 Ancaman Allah dengan siksaan bagi mereka yang berakal tapi tidak berfikir
67:10 Penyesalan yang pasti bagi mereka yang tidak berfikir
6.Tasdiq (membenarkan)
Syarah
Hasil dari berfikir dan meneliti secara terus menurut pedoman-pedoman yang sewajarnya, akan mencetuskan rasa kebenaran, kehebatan dan keagungan Allah . Boleh jadi ia berbetulan dengan firman Allah 53:11( Tiadalah hatinya mendustakan (mengingkari) apa-apa yang dilihatnya). Hati mula membenarkan dan akur kepada kebijaksanaan Tuhan.
Dalil
3:191: Orang-orang yang mengingati Allah setiap ketika akan terungkap pada lisannya ucapan Maha Suci Engkau ya Allah.
50:37: Yang demikian itu menjadi peringatan bagi orang yang mempunyai hati atau mendengarkan sedang hatinya hadir.
7.Menghasilkan iman
Syarah
Metod pengenalan kepada Allah yang dibawa oleh Islam ini cukup efektif secara berurutan sehingga akhirnya menghasilkan keimanan sejati kepada Allah azzawajalla.
8.Metod selain Islam
Syarah
Pemikiran berkenaan theologi dan ketuhanan banyak juga di bawa oleh pemikir-pemikir dari serata dunia tetapi tidak berlandaskan kepada metod yang sebenar. Kebanyakannya berlandaskan duga-dugaan, sangka-sangkaan dan hawa nafsu. Pastinya metod cacamerba ini tidak akan sampai kepada natijah yang sebenar kerana bayang-bayang khayalan tetap menghantui pemikiran mereka. Ada tuhan angin, tuhan api, tuhan air yang berasingan dengan rupa-rupa yang berbeza seperti yang digambarkan oleh Hindu, Budha dan seumpamanya.
9.Dugaan dan hawa nafsu
Syarah
Dua unsur utama dalam metod mengenal Tuhan yang tidak berlandaskan disiplin yang sebenar adalah sangka-sangkaan dan juga hawa nafsu. Campurtangan dua unsur ini sangat tidak mungkin untuk mencapai natijah yang tepat dan sahih.
Dalil
2:55 : Kaum Nabi Musa mengambil anak lembu sebagai tuhan dan cabar untuk tidak beriman dengan Musa kecuali setelah melihat Allah secara terang, lalu mereka disambar oleh halilintar.
10:36: Kebanyakan mereka tidak mengikut kecuali duga-dugaan semata-mata. Sesungguhnya dugaan itu tidak cukup untuk mendapat kebenaran sedikitpun.
6:115 : Telah tamatlah kalimah Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan.
10.Ragu-ragu
Syarah
Apabila jalan yang dilalui tidak jelas dan tidak tepat, maka hasil yang di dapati juga sangat tidak menyakinkan. Mungkin ada hasil yang didapati, tetapi bukan hasil yang sebenarnya. Bagaimanakah kita ingin mengenal Allah tetapi kaedah pengenalan yang kita gunakan tidak menurut neraca dan panduan yang telah ditetapkan oleh Allah. Kadangkala sayyidina umar tersenyum sendirian mengenangkan kebodohannya menyembah patung yang dibuatnya sendiri dari gandum sewaktu jahiliah , apabila terasa lapar dimakannya pujaan itu.
Dalil
22:55: Orang-orang kafir sentiasa dalam keraguan.
24:50: Apakah ada dalam hati mereka penyakit, atau mereka masih ragu-ragu atau takut
11.Berakibat kufur
Semua metod pengenalan yang tidak berasaskan cara yang dianjurkan oleh Islam iaitu menerusi aql dan Naql akan menemui jalan serabut iaitu kekufuran terhadap Allah s.w.t.
Mawani' Makrifatullah
Sinopsis
Walaupun ayat-ayat Allah sama ada ayat-ayat qauliah mahupun kauniah adalah terbuka kepada sesiapa sahaja yang ingin membaca dan menelitinya , namun terdapat berbagai halangan yang akan berhenti di hadapan kita yang didokong oleh iblis dan hawa nafsu bagi memastikan anak cucu adam terus berada di dalam kesesatan dan jauh dari petunjuk Allah s.w.t. Halangan-halangan ini muncul dalam bentuk sifat-sifat peribadi yang kontradik berpunca dari syahwat seperti nifaq, takabbur, zalim, dusta dan sifat-sifat yang berpunca dari salah faham atau syubhat seperti jahil, ragu-ragu, menyimpang. Kesemua ini menatijahkan kekufuran terhadap Allah s.w.t.
Hasyiah
Sifat yang berasal dari penyakit syahwat
1. Fasiq
Syarah
Iaitu orang-orang yang melanggar janji Allah, memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah menghubungkannya dan mereka melakukan bencana di atas muka bumi
Dalil
2:26-27: Sesungguhnya Allah tidak malu menjadikan nyamuk untuk menjadi perumpamaan atau benda yang lebih hina daripadanya. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahawa yang demikian itu suatu kebenaran dari Tuhan tetapi orang-orang yang kafir berkata: Apakah maksud Allah dengan perumpamaan ini ?
59:19: Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah lalu Allah menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasiq.
2. Sombong
Syarah
Adalah orang yang hatinya engkar dan membantah terhadap ayat-ayat Allah dan mereka tidak beriman dengan Allah
Dalil
16:22 : Orang-orang yang tidak beriman kepada hari Akhirat, hati mereka indkar dan merekaitu orang-orang yang sombong
40:35: Orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah tanpa keterangan yang sampai kepada mereka. Amat besarlah kebencian di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman (terhadap mereka). Demikianlah Allah mengecap/ menutup tiap-tiap hati orang yang sombong lagi ganas.
40:56 : Orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah tanpa keterangan
7:12: Allah telah menghalau Iblis dari syurga kerana bersikap sombong dan tidak mahu tunduk kepada arahan Allah.
3. Zalim
61:7: Siapakah yang terlebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diseru kepada Islam ? Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
32:22 : Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang diberikan peringatan dengan ayat-ayat tuhannya kemudian dia berpaling daripadanya&ldots;
4. Dusta
2:10 : Dalam hati mereka ada penyakit (syak wasangka) lalu ditambah Allah penyakit itu dan untuk mereka itu siksa yang pedih kerana mereka berdusta.
77:9-19: Kecelakaan bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah.
5. Banyak dosa
83:14 : Berkarat hati mereka kerana dosa yang mereka lakukan.
Semua sifat-sifat yang disebutkan di atas tadi akan berakhir dengan kemurkaan dari Allah s.w.t. Walau bagaimanapun sifat-sifat ini boleh dirawati dan diubati dengan usaha yang penuh mujahadah. Manakala kelompok kedua adalah sifat-sifat yang berasal dari penyakit syubhat yang ada pada personaliti seseorang.
7. Jahil
39-65: Orang-orang yang tidak mengambil iktibar dari wahyu
8. Ragu-ragu
22:55: Orang-orang kafir sentiasa di dalam keraguan
9. Menyimpang
5:13 : Oleh kerana mereka melanggar perjanjian , Allah kutuk mereka dan menjadikan hati mereka keras sehingga mereka mengubah kalimat Allah.
10. Lalai
7:179 : Mereka memiliki hati, mata dan telinga tetapi semuanya tidak difungsikan dan mereka menjadi seumpama binatang lalu disediakan kepada mereka jahannam.
Semua sifat-sifat yang berpunca dari syubhat ini akan berakhir dengan kesesatan kerana ia menghalang dari menerima hidayah daripada Allah. Fenomena ini boleh diubati dengan ilmu-ilmu Islam yang di dapati lalu diaplikasikan dalam bentuk amalan .
Adillah Ala Wujudillah
Sinopsis
Kewujudan Allah s.w.t adalah sesuatu yang cukup terang sehingga sesetengah pihak yang ekstrem berpendapat kewujudan Allah tidak perlu kepada dalil lantaran terlalu jelas. Walau bagaimanapun dalil-dalil yang membuktikan kewujudan Allah ini boleh kita lihat dari berbagai aspek, antaranya dari aspek fitrah, aspek pancaindera, dari aspek logik /aqal, dari aspek nas/naql dan juga dari aspek sejarah. Bila kita membicarakan dalil-dalil kewujudan Allah, kita tidak bermaksud perbincangan-perbincangan falsafi yang merumitkan tetapi bagaimana dalil-dalil itu dapat difahami dengan mudah dan menunjangkan keyakinan terhadap Allah s.w.t.
Hasyiah
1. Dalil Fitrah
Syarah
Adalah dalil yang lahir dari fitrah asal manusia itu sendiri. Hal ini banyak dirakamkan di dalam al-Quran, bagaimana manusia umumnya mengakui kewujudan Allah.
Dalil
7:172 : Allah bertanya: Bukankah Aku Tuhan kamu ? Sahutnya: Ya, Kami menjadi saksi
29:61 : Demi kalau engkau tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan, nescaya mereka menjawab: Allah.
43:9 : Demi jika engkau tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi, nescaya mereka menjawab: yang menciptakan semuanya adalah (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
75:14-15: Bahkan manusia jadi saksi atas dirinya sendiri meskipun ia menerangkan beberapa keuzuran
2. Dalil Indera
Syarah
Adalah dalil-dalil yang dapat dinikmati, dilihat, dirasai atau disentuhi oleh indera.
Dalil
54:1: Telah hampir saat kiamat dan bulan pun terbelah
17:1 : Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram
8:9 : Sesungguhnya Aku menolong kamu dengan seribu malaikat yang beriringan
3:125: Ya, jika kamu sabar dan taqwa dan datang orang-orang kafir itu bersegera kepadamu tuhanmu menolongmu dengan lima ribu malaikat
3. Dalil Aqli
Syarah
Adalah dalil-dalil yang berasaskan akal
Dalil
41:53: Nanti akan Kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami di ufuk-ufuk dan pada diri mereka sendiri.
27:88 : Engkau lihat gunung-gunung, engkau kira ia tetap padahal ia lari seperti larinya awan
87:1-4: Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi yang menciptakan semua alam lalu meyempurnakan kejadiannya, dan yang menentukan dan memberi petunjuk dan yang menumbuhkan padang rumput (tanam-tanaman).
4. Dalil Naqli
Syarah
Adalah dalil-dalil yang bersandarkan kepada nas-nas.
Dalil
4:82 : Tidakkah mereka mentadabbur al-Quran ? Sekiranya al-Quran itu dari sisi selain Allah nescaya mereka mendapati banyak perselisihan di dalamnya.
17:88 : Katakanlah: Demi jika jika berhimpun manusia dan jin hendak memperbuat seumpama al-Quran ini, nescaya mereka tidak dapat memperbuat seumpamanya.
15:9: Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Quran dan dan Kami memeliharanya.
5. Dalil Sejarah
Syarah
Adalah dalil-dalil kekuasaan dan keagungan Allah yang diambil dari peristiwa-peristiwa yang telah berlaku di atas muka bumi.
Dalil
3:137 : Sesungguhnya telah lalu beberapa peraturan (Allah) sebelum kamu, maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah, bagaimana akibatnya orang-orang yang mendustakan agama.
7:176 : Demikianlah umpamanya kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sebab itu kisahkanlah kisah itu, mudah-mudahan mereka berfikir.
12:111: Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu ada ibrah (pengajaran) bagi orang-orang yang berakal.
11:120: Setiap riwayat kami kisahkan kepadamu di antara perkhabaran para rasul supaya Kami tenteramkan hatimu dengannya.
Mengagung Allah dan Mentauhidkan Allah
Syarah
Dari semua dalil-dalil yang dapat dilihat di atas itu adalah berfungsi menguatkan pandangan kita betapa keagungan Allah s.w.t begitu luarbiasa dan menundukkan kita sendiri di hadapan keagungan ini. Langsung mencetuskan tauhidullah yang luarbiasa.
Dalil
21:92 : Sesungguhnya ini, umat kamu (hai mukminin) umat yang satu dan Aku tuhanmu, sebab itu sembahlah Aku.
Langganan:
Postingan (Atom)