Rabu, 10 September 2008

EKSISTENSI ALLAH



Dalil fitrah, yaitu perasaan alami yang tajam pada manusia bahwa ada dzat yang maujud, yang tidak terbatas dan tidak berkesudahan, yang mengawasi segala sesuatu, mengurus dan mengatur segala yang ada di alam semesta, yang diharapkan kasih sayang-Nya dan ditakuti kemurkaan-Nya. Hal ini digambarkan oleh Allah SWT dalam QS. 10:22.
2.
Dalil akal, yaitu dengan tafakkur dan perenungan terhadap alam semesta yang merupakan manifestasi dari eksistensi Allah SWT. Orang yang memikirkan dan merenungkan alam semesta akan menemukan empat unsur alam semesta :
a.
Ciptaan-Nya
·
Bila kita perhatikan makhluk yang hidup di muka bumi, kita akan menemukan berbagai jenis dan bentuk, berbagai macam cara hidup dan cara berkembang biak (QS. 35:28). Semua itu menunjukkan adanya zat yang menciptakan, membentuk, menentukan rizki dan meniupkan ruh kehidupan (QS. 29:19,20). Bagaimanapun pintarnya manusia, tentu ia tidak akan dapat membuat makhluk yang hidup dari sesuatu yang belum ada. Allah SWT menantang manusia untuk membuat seekor lalat jika mereka mampu (QS. 22:73). Nyatalah bahwa tiada yang dapat menciptakan alam semesta ini kecuali Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Hidup.
b.
Kesempurnaan
·
Kalau kita perhatikan, akan terlihat bahwa alam ini sangat tersusun rapi, diciptakan dalam kondisi yang sangat sempurna tanpa cacat.Hal ini menunjukkan adanya kehendak agung yang bersumber dari Sang Pencipta. Sebagai contoh, seandainya matahari memberikan panasnya pada bumi hanya setengah dari panasnya sekarang, pastilah manusia akan membeku kedinginan. Dan seandainya malam lebih panjang sepuluh kali lipat dari malam yang normal tentulah matahari pada musim panas akan membakar seluruh tanaman di siang hari dan di malam hari seluruh tumbuhan membeku. Firman Allah:
·
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (QS. 67:3,4)
c.
Perbandingan ukuran yang tepat dan akurat (QS. 25:2)
·
Alam ini diciptakan dalam perbandingan ukuran, susunan, timbangan dan perhitungan yang tepat dan sangat akurat. Bila tidak, maka tidak akan mungkin para ilmuwan berhasil menyusun rumus-rumus matematika, fisika, kimia bahkan biologi.
d.
Hidayah (tuntunan dan bimbingan) (QS. 20:50)
·
Allah memberikan hidayah (tuntunan dan petunjuk) kepada makhluk-Nya untuk dapat menjalankan hidupnya dengan mudah, sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Pada manusia sering disebut sebagai ilham dan pada hewan disebut insting/naluri. Seorang bayi ketika dilahirkan menangis dan mencari puting susu ibunya. Siapa yang mengajarkan bayi-bayi tersebut? Seekor ayam betina membolak-balikkan telur yang tengah dieramnya, agar zat makanan yang terdapat pada telur itu merata, juga kehangatan dari induk ayam tersebut, dengan demikian telur tersebut dapat menetas. Secara ilmiah akhirnya diketahui bahwa anak-anak ayam yang sedang diproses dalam telur itu mengalami pengendapan bahan makanan pada tubuhnya di bagian bawah. Jika telur tersebut tidak digerak-gerakkan maka zat makanan tersebut tidak merata, dengan demikian ia tidak dapat menetas. Siapa yang mengajarkan ayam untuk berbuat demikian ?
Kita sering mendengar seseorang yang ditimpa musibah yang membuat hatinya hancur luluh, putus harapan, lalu ia berdoa menghadap Allah SWT. Tiba-tiba musibah itu hilang, kebahagiaan pun kembali dan datanglah kemudahan sesudah kesusahan. Siapa yang mengabulkan doa, siapa pula yang mengajarkan orang, yang kafir sekalipun, untuk berdoa/meminta pertolongan pada suatu zat di luar dirinya yang dirasakannya bersifat Maha Kuasa dan Maha Berkehendak ? Firman Allah :
“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu pun berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih.” (QS.17:67)
Eksistensi Allah terlihat dalam banyak sekali fenomena-fenomena kehidupan. Barangsiapa yang membaca alam yang maha luas ini dan memperhatikan penciptaan langit dan bumi serta dirinya sendiri, pasti ia akan menemukan bukti-bukti yang jelas tentang adanya Allah SWT. Firman Allah :
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu adalah benar.” (QS.41:53)
1.
Dalil akhlaq
·
Secara fitrah manusia memiliki moral (akhlaq). Dengan adanya moral (akhlaq) inilah, ia secar naluriah mau tunduk dan menerima kebenaran agar hidupnya lurus dan urusannya berjalan teratur dan baik. Zat yang dapat menanamkan akhlaq dalam jiwa manusia adalah Allah, sumber dari segala sumber kebaikan, cinta dan keindahan. Keberadaan ‘moral’ yang mendominasi jiwa manusia merupakan bukti eksistensi Allah. (QS. 91:7-8)
2.
Dalil wahyu
·
Para rasul diutus ke berbagai umat yang berbeda pada zaman yang berbeda. Semua rasul menjalankan misi dari langit dengan perantaraan wahtu. Dengan membawa bukti yang nyata (kitab/wahyu dan mukzijat) mengajak umatnya agar beriman kepada Allah, mengesakan-Nya dan menjalin hubungan baik dengan-Nya, serta memberi peringatan akan akibat buruk dari syirik/berpaling dari-Nya (QS.6:91). Siapa yang mengutus mereka dengan tugas yang persis sama? Siapa yang memberikan kekuatan, mendukung dan mempersenjatai mereka dengan mukzijat? Tentu suatu zat yang eksis (maujud), Yang Maha Kuat dan Perkasa, yaitu Allah. Keberadaan para rasul ini merupakan bukti eksistensi Allah.
3.
Dalil sejarah
·
Semua umat manusia di berbagai budaya, suku, bangsa dan zaman, percaya akan adanya Tuhan yang patut disembah dan diagungkan. Semuanya telah mengenal iman kepada Allah menurut cara masing-masing. Konsensus sejarah ini merupakan bukti yang memperkuat eksistensi Allah. (QS.47:10; perkataan ahli sejarah Yunani kuno bernama Plutarch).
Terdapat beberapa cara mengenal Tuhan menurut ajaran selain Islam, diantaranya yaitu dengan hanya mengandalkan panca indera dan sedikit akal, sehingga timbul prakiraan-prakiraan yang membentuk filsafat-filsafat atau pemikiran tentang ketuhanan. Filsafat dan pemikiran tersebut justru mendatangkan keguncangan dan kebingungan dalam jiwa. Sehingga hanya menanamkan keraguan dan kesangsian terhadap keberadaan Allah. (QS.34:51-54; 2:147; 22:11; 10:94)Jalan yang ditempuh oleh orang-orang kafir tersebut melanggar fitrah mereka. Sebab mereka mencoba mengenal Allah dengan menggunakan panca indra saja. Padahal panca indra hanya bisa mendeteksi sesuatu yang dapat diraba, diukur, disentuh. Sebaliknya untuk mengenal sesuatu selain Allah mereka menggunakan panca indra dan akal. Jalan yang ditempuh oleh orang-orang kafir ini pada akhirnya tidak pernah membawa mereka sampai mengenal siapa Sang Pencipta. Sebaliknya yang mereka dapatkan adalah ketidaktahuan akan Allah Yang Maha Mencipta.Adapun jalan yang ditempuh Islam untuk mengenal Allah ialah dengan menggunakan keimanan dan dilengkapi dengan akal. Kedua potensi tersebut dioptimalkan dengan proses tafakkur dan tadabbur. Tafakkur artinya memikirkan ciptaan atau tanda-tanda kebesaran Allah (ayat kauniyah). Tadabbur berarti merenungkan ayat-ayat Allah yang tertulis dalam al-Qur’an (ayat qauliyah). Sehingga timbul keyakinan di dalam hati tentang keberadaan dan kekuasaan Allah (QS.3:190-191; 12:105; 10:101)Jalan yang ditempuh oleh orang mukmin bersandarkan pada fitrahnya sebagai manusia, yaitu mengoptimalkan akal, pemikiran, ilmu, serta hatinya untuk mengenal Allah lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat-ayat-Nya), bukan zat-Nya. Baik tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam, mukzijat serta dalm Al Qur’an. Lewat jalan inilah manusia akan mengenal Allah SWT.

Irama Atom

Jika pemikiran paling cemerlang di dunia hanya dapat dengan susah payah menguraikan kerja alam yang misterius, bagaimana mungkin kerja alam itu hanya merupakan suatu kebetulan tanpa pemikiran, atau sebuah produk peristiwa acak?(Paul Davies, profesor Fisika Teoretis) 31
Ilmuwan sepenuhnya sepakat bahwa, berdasarkan perhitungan, Dentuman Besar terjadi sekitar 17 ribu miliar yang lalu. Semua materi yang membentuk alam semesta diciptakan dari ketiadaan, namun dengan rancangan luar biasa, seperti yang kita bicarakan pada dua bab pertama. Akan tetapi, alam semesta yang muncul dari Dentuman Besar bisa saja berbeda dengan alam semesta yang sudah terbentuk alam semesta kita.
Misalnya, andaikan nilai keempat gaya dasar berbeda, alam semesta akan hanya terdiri dari radiasi dan menjadi jaringan cahaya tanpa bintang, galaksi, manusia, atau lain-lainnya. Berkat keseimbangan sempurna ke-empat gaya tersebut, "atom-atom" bahan pembangun untuk apa yang disebut "materi" terbentuk.
Para ilmuwan juga bersepakat bahwa dua unsur pertama yang paling sederhana hidrogen dan helium mulai terbentuk dalam empat belas detik pertama setelah Dentuman Besar. Kedua unsur itu terbentuk sebagai hasil reduksi/pengurangan dalam entropi alam semesta yang menyebabkan materi tersebar ke mana-mana. Dengan kata lain, pada awalnya alam semesta hanya sebuah kumpulan atom hidrogen dan helium. Jika tetap seperti itu, lagi-lagi tidak akan ada bintang, planet, batu, tanah, pohon, atau manusia. Alam semesta akan menjadi jagat raya tanpa kehidupan, yang terdiri hanya dari kedua unsur itu.
Karbon, unsur dasar kehidupan, adalah unsur yang jauh lebih berat daripada hidrogen dan helium. Bagaimana unsur tersebut terbentuk?
Ketika mencari jawaban untuk pertanyaan itu, para ilmuwan tersandung pada sebuah penemuan paling mengejutkan di abad ini.
Struktur Unsur-Unsur
Kimia adalah ilmu alam yang mempelajari senyawa, struktur, dan sifat-sifat zat dan perubahan yang mereka alami. Dasar kimia modern adalah tabel periodik unsur. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli kimia Rusia, Dmitry Ivanovich Mendeleyev, unsur-unsur dalam tabel periodik disusun menurut struktur atom mereka. Hidrogen menempati posisi pertama dalam tabel karena hidrogen adalah unsur paling sederhana, yang terdiri dari hanya satu proton dalam nukleus/intinya dan satu elektron yang mengitarinya.
Proton adalah partikel subatomik yang membawa muatan listrik positif dalam nukleus atom. Helium, dengan dua proton, menempati posisi kedua dalam tabel periodik. Karbon mempunyai enam proton dan oksigen mempunyai delapan proton. Semua unsur mengandung jumlah proton berbeda-beda.
Partikel lain yang terdapat di dalam inti atom adalah neutron. Tidak seperti proton, neutron tidak membawa muatan listrik: dengan kata lain mereka bermuatan netral, sehingga diberi nama neutron.
Partikel dasar ketiga yang membangun atom adalah elektron, yang bermuatan negatif. Dalam setiap atom, jumlah proton sama dengan jumlah elektron. Namun, tidak seperti proton dan neutron, elektron tidak berlokasi dalam nukleus. Alih-alih, mereka bergerak mengelilingi nukleus dengan kecepatan tinggi sehingga muatan positif dan negatif atom tetap terpisah.
Perbedaan dalam struktur atom (jumlah proton/elektron) adalah yang membuat unsur-unsur berbeda satu sama lain.
Aturan penting dalam kimia (klasik) adalah bahwa unsur-unsur tidak bisa berubah menjadi unsur lain. Mengubah besi (dengan 26 proton) menjadi perak (18 proton) akan mengharuskan penyingkiran delapan proton dari nukleus. Namun proton terikat jadi satu oleh gaya inti/nuklir yang kuat dan jumlah proton dalam nukleus hanya bisa diubah dengan reaksi nuklir. Tetapi reaksi yang terjadi pada kondisi bumi adalah reaksi kimia yang hanya bergantung pada pertukaran elektron dan tidak mempengaruhi nukleus.
Pada Abad Pertengahan muncul "sains" yang disebut alkimia (alchemy)-cikal bakal kimia modern. Ahli alkimia, yang tidak mengetahui tabel periodik atau struktur atom unsur-unsur, mengira bahwa mengubah satu unsur menjadi unsur lain bisa saja dilakukan. (Tujuan yang paling disukai, untuk alasan yang jelas, adalah mencoba mengubah besi menjadi emas.) Kita tahu sekarang bahwa yang dilakukan para ahli alkimia tidak mungkin tercapai di bawah kondisi normal seperti kondisi di bumi: Suhu dan tekanan yang diperlukan agar perubahan seperti itu terjadi terlalu besar untuk dicapai di laboratorium bumi. Namun perubahan itu mungkin jika Anda punya tempat yang tepat untuk melakukannya.
Dan tempat yang tepat, ternyata, di jantung bintang-bintang.
Laboratorium Alkimia di Alam Semesta: Raksasa Merah
Suhu yang diperlukan untuk melawan keengganan inti atom berubah adalah mendekati 10 juta derajat Celsius. Inilah yang menyebabkan alkimia hanya mungkin terjadi di bintang. Dalam bintang berukuran sedang seperti Matahari, energi luar biasa banyaknya yang dipancarkan berasal dari hidrogen yang bergabung menjadi helium.
Raksasa merah adalah bintang-bintang yang sangat besar, sekitar lima puluh kali lebih besar daripada matahari. Jauh di tengah raksasa-raksasa ini berlangsung proses yang luar biasa.
Dengan mengingat ulasan singkat ilmu kimia unsur ini, mari kita kaji kembali efek yang terjadi sesaat setelah Dentuman Besar. Telah disebutkan bahwa hanya atom hidrogen dan helium yang ada di alam semesta setelah Dentuman Besar. Para ahli astronomi percaya bahwa bintang sejenis matahari terbentuk dari nebula (awan kosmis) yang terdiri dari hidrogen dan helium yang dimampatkan sampai reaksi termonuklir hidrogen menjadi helium terjadi. Jadi, sekarang kita memiliki bintang-bintang. Namun alam semesta masih tanpa kehidupan. Untuk kehidupan, unsur yang lebih berat-khususnya, oksigen dan karbon diperlukan. Diperlukan proses lain untuk mengubah hidrogen dan helium menjadi unsur lain lagi.
"Pabrik pengolahan" unsur-unsur berat ini ternyata adalah raksasa-raksasa merah jenis bintang yang lima puluh kali lebih besar daripada matahari.
Raksasa merah jauh lebih panas daripada bintang jenis matahari dan sifat ini menjadikan mereka berkemampuan melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan bintang lain: mengubah helium menjadi karbon. Bahkan, ini juga tidak mudah bagi raksasa merah. Seperti diungkapkan oleh ahli astronomi Greenstein: "Bahkan sekarang, setelah jawaban (seperti untuk pertanyaan bagaimana mereka melakukannya) diketahui, metode yang diperlukan begitu mencengangkan." 32
Nomor atom helium adalah 2: yaitu memiliki dua proton dalam intinya. Nomor atom karbon adalah 6. Dalam suhu yang begitu tinggi pada raksasa merah, tiga atom helium bergabung menjadi atom karbon. Inilah "alkimia" yang menyediakan unsur lebih berat bagi alam semesta setelah Dentuman Besar.
Namun seperti kami sebutkan, ini tidaklah mudah. Hampir tidak mungkin untuk menggabungkan dua atom helium, dan sangat tidak mungkin menggabungkan tiga atom. Lantas, bagaimana enam proton yang diperlukan karbon dapat bergabung?
Ini adalah proses dua langkah. Pertama, dua atom helium berfusi menjadi unsur antara yang memiliki empat proton dan empat neutron. Selanjutnya, helium ketiga berfusi dengan unsur antara ini untuk membentuk karbon dengan enam proton dan enam neutron.




Inti Helium
Inti Carbon
Isotop berilium yang sangat tidak stabil yang terbentuk di raksasa merah
Berilium normal yang ditemukan di bumi
Unsur antara tersebut adalah berilium. Berilium biasa ditemukan di bumi, namun berilium yang ada di raksasa merah berbeda dalam hal yang sangat penting: terdiri dari empat proton dan empat neutron, sementara berilium di bumi memiliki lima neutron. "Berilium raksasa merah" merupakan jenis yang berbeda. Inilah yang disebut "isotop" dalam ilmu kimia.
Sekarang muncullah kejutan sesungguhnya. Isotop tersebut rupanya sama sekali tidak stabil. Para ilmuwan telah meneliti isotop ini bertahun-tahun dan mendapati bahwa setelah terbentuk, isotop ini akan meluruh dalam waktu 0,000000000000001 (satu per-juta-miliar) detik.
Bagaimana isotop berilium yang begitu tidak stabil, yang terbentuk dan meluruh dalam waktu sangat singkat, mampu bergabung dengan helium menjadi atom karbon? Ini seperti meletakkan batu bata ketiga di atas dua lainnya yang akan berpencar dalam waktu satu per-juta-miliar detik jika mereka sempat saling bertumpuk dalam susunan tertentu. Bagaimana proses ini berlangsung di raksasa merah? Para ahli fisika telah berusaha memecahkan teka-teki ini selama beberapa dekade tanpa jawaban. Ahli astrofisika Amerika, Edwin Salpeter, akhirnya menemukan petunjuk untuk misteri ini dalam konsep "resonansi atomik".
Resonansi dan Resonansi Ganda
Resonansi didefinisikan sebagai frekuensi (getaran) selaras dari dua materi yang berbeda.
Contoh sederhana dari pengalaman sehari-hari akan menjelaskan apa yang disebut para ahli fisika sebagai "resonansi atomik". Bayangkan, Anda bermain ayunan bersama anak Anda di taman bermain. Si kecil duduk di atas ayunan dan Anda mendorongnya untuk memulai ayunan. Untuk menjaga ayunan terus mengayun, Anda harus mendorongnya dari belakang. Namun, waktu memberikan dorongan ini sangat penting. Setiap kali ayunan mendekat, Anda harus memberikan dorongan tepat pada waktunya: ketika ayunan berada pada titik tertinggi dari gerakannya menuju Anda. Jika Anda mendorong terlalu awal, hasilnya adalah tabrakan yang mengganggu irama ayunan; jika Anda terlambat mendorong, usaha tersebut akan sia-sia karena ayunan telah bergerak menjauh. Dengan kata lain, frekuensi dorongan harus selaras dengan frekuensi ayunan menuju Anda.
Para ahli fisika menyebut "keselarasan frekuensi" seperti itu sebagai "resonansi". Ayunan memiliki frekuensi: misalnya mendekati Anda setiap 1,7 detik. Anda mendorong ayunan setiap 1,7 detik juga. Tentu saja jika Anda menghendaki, Anda dapat mengubah frekuensi gerakan ayunan, namun jika demikian, Anda harus mengubah frekuensi dorongan juga, jika tidak, ayunan tidak akan berayun dengan nyaman.33
Seperti halnya dua benda atau lebih yang bergerak dapat beresonansi, resonansi juga dapat terjadi ketika satu benda bergerak menyebabkan gerakan pada benda lain. Resonansi jenis ini sering terlihat pada alat musik dan disebut "resonansi akustik". Ini dapat terjadi, misalnya, di antara dua biola yang telah disetel selaras. Jika salah satu dari biola ini dimainkan di dalam satu ruangan dengan biola yang lain, senar biola kedua akan bergetar walaupun tidak ada seorang pun yang menyentuhnya. Karena kedua alat musik telah disesuaikan dengan teliti sampai pada frekuensi yang sama, getaran pada satu biola menyebabkan getaran pada biola yang lain. 34
Resonansi dalam kedua contoh di atas adalah bentuk resonansi yang sederhana dan mudah untuk dipahami. Ada bentuk resonansi lain dalam ilmu fisika yang tidak sederhana, dan dalam kasus inti atom, resonansi dapat begitu rumit dan peka.
Setiap inti atom memiliki tingkat energi alamiah yang telah berhasil diketahui setelah penelitian panjang para ahli fisika. Tingkat energi ini sangat berbeda antara satu atom dan atom yang lain, namun dalam beberapa kejadian yang sangat jarang dapat diamati adanya resonansi di antara beberapa inti atom. Ketika resonansi tersebut terjadi, gerakan inti atom saling selaras seperti halnya pada contoh ayunan dan biola. Hal yang penting dari kejadian ini adalah resonansi mendorong reaksi nuklir yang mempengaruhi inti atom. 35
Ketika menyelidiki bagaimana karbon dibuat oleh raksasa merah, Edwin Salpeter menyarankan adanya resonansi antara inti atom helium dan berilium yang mendorong reaksi tersebut. Resonansi ini, menurutnya, membuat atom-atom helium lebih mudah berfusi menjadi berilium, dan ini menyebabkan reaksi di raksasa merah. Namun, penelitian selanjutnya gagal untuk mendukung gagasan ini.
Fred Hoyle adalah orang pertama yang menemukan keseimbangan luar biasa pada reaksi nuklir yang terjadi di raksasa merah. Meskipun ateis, Hoyle mengakui bahwa keseimbangan ini tidak dapat dijelaskan sebagai kebetulan dan merupakan sebuah pengaturan yang disengaja.
Fred Hoyle adalah ahli astronomi kedua yang menjawab pertanyaan ini. Hoyle mengembangkan gagasan Salpeter lebih lanjut, dengan memperkenalkan gagasan "resonansi ganda". Hoyle menyebutkan harus terdapat dua resonansi: satu yang menyebabkan dua helium berfusi menjadi berilium, dan satu lagi menyebabkan helium ketiga bergabung dengan formasi yang tidak stabil ini. Tak seorang pun percaya kepada Hoyle. Gagasan resonansi selaras yang terjadi sekali saja sudah sulit untuk diterima; apalagi resonansi tersebut terjadi dua kali, sama sekali tidak terpikirkan. Hoyle menekuni penelitiannya selama bertahun-tahun, dan pada akhirnya dia membuktikan bahwa gagasannya benar: Sungguh-sungguh terjadi resonansi ganda pada raksasa merah. Tepat pada saat dua atom helium beresonansi untuk bergabung, atom berilium muncul dalam satu per-juta-miliar detik yang diperlukan untuk menghasilkan karbon. George Greenstein menjelaskan mengapa resonansi ganda merupakan mekanisme yang luar biasa:
Terdapat tiga struktur yang sama sekali terpisah dalam cerita ini-helium, berilium dan karbon dan dua resonansi yang sama sekali terpisah. Sulit untuk melihat mengapa inti-inti atom ini harus bekerja sama dengan mulus... Reaktor nuklir lain tidak berlangsung dengan serangkaian kebetulan yang luar biasa... Ini seperti menemukan resonansi yang dalam dan rumit antara mobil, sepeda, dan truk. Mengapa struktur yang sama sekali berbeda dapat bersatu dengan begitu sempurna? Keberadaan kita, dan seluruh bentuk kehidupan di alam semesta, bergantung pada proses ini. 36
Pada tahun-tahun berikutnya, ditemukan bahwa unsur lain seperti oksigen juga terbentuk dari resonansi yang begitu mengagumkan. Temuan penganut materialis tulen Fred Hoyle atas "transaksi luar biasa" ini memaksanya untuk mengakui dalam bukunya Galaxies, Nuclei and Quasar, bahwa resonansi ganda seperti itu pastilah hasil rancangan dan bukan kebetulan.37 Dalam makalah lain, dia menulis:
Jika Anda ingin menghasilkan karbon dan oksigen dalam jumlah yang hampir sama dengan cara sintesis-inti bintang, ini adalah dua tingkat yang harus Anda tetapkan, dan penetapan Anda harus tepat pada tingkat di mana tingkat ini ditemukan.... Penafsiran yang masuk akal atas fakta ini menyarankan bahwa kecerdasan super telah mempermalukan para ahli fisika, juga ahli kimia dan biologi, dan bahwa tidak ada kekuatan buta yang layak disebutkan di alam. Angka yang dihitung dari fakta itu begitu menyesakkan saya sehingga hampir tidak mungkin mengeluarkan kesimpulan ini. 38
Hoyle menyatakan bahwa kesimpulan yang tak terpungkiri dari kebenaran nyata ini jangan sampai diabaikan oleh ilmuwan lain.
Saya tidak percaya ilmuwan yang mempelajari kenyataan ini akan gagal menarik kesimpulan bahwa hukum fisika nuklir telah dirancang dengan sengaja dengan memperhatikan konsekuensi-konsekuensi yang mereka hasilkan di dalam bintang.39
Kebenaran nyata ini telah disebutkan dalam Al Quran 1400 tahun yang lalu. Allah menunjukkan keserasian dalam penciptaan langit dalam ayat:
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan langit bertingkat-tingkat?" (QS. Nuh, 71: 15)
Laboratorium Alkimia yang Lebih Kecil: Matahari
Perubahan helium menjadi karbon yang telah dijelaskan merupakan alkimia raksasa merah. Di dalam bintang yang lebih kecil seperti matahari kita, bentuk alkimia yang lebih sederhana terjadi. Matahari mengubah hidrogen menjadi helium dan reaksi ini merupakan sumber energinya.
Reaksi ini tidak kurang penting bagi keberadaan kita dibandingkan dengan reaksi di raksasa merah. Lebih lanjut, reaksi nuklir di matahari juga merupakan proses yang dirancang, seperti halnya di raksasa merah.
Hidrogen, unsur masukan reaksi ini, adalah unsur paling sederhana di alam semesta dengan hanya memiliki proton tunggal dalam intinya. Inti helium memiliki dua proton dan dua neutron. Proses yang terjadi di matahari adalah penggabungan empat atom hidrogen menjadi satu atom helium.
Matahari adalah reaktor nuklir raksasa yang terus-menerus mengubah atom hidrogen menjadi atom helium dan menghasilkan panas dari proses tersebut. Namun yang penting untuk proses ini adalah ketepatan luar biasa yang membuat reaksi-reaksi ini seimbang di dalam matahari. Perubahan sedikit saja pada salah satu gaya yang mengatur reaksi ini akan menyebabkan kegagalan reaksi atau ledakan berkelanjutan yang menghancurkan.
Sejumlah besar energi dilepaskan dari proses ini. Hampir semua energi panas dan cahaya yang mencapai bumi merupakan hasil dari reaksi nuklir matahari ini.
Seperti reaksi yang terjadi di raksasa merah, reaksi nuklir matahari ternyata melibatkan sejumlah aspek yang mengejutkan yang tanpanya reaksi tersebut tidak akan berjalan. Anda tidak dapat begitu saja mencampur empat atom hidrogen menjadi sebuah atom helium. Agar hal ini terjadi, diperlukan proses dua tahap, seperti yang terjadi di raksasa merah. Pada langkah pertama, dua atom hidrogen bergabung membentuk inti antara yang disebut deuteron terdiri dari sebuah proton dan sebuah neutron.
Gaya apa yang cukup besar untuk menghasilkan deuteron dengan mencampurkan dua inti bersama? Gaya ini disebut "gaya nuklir kuat", salah satu dari empat gaya dasar alam semesta yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. Ini adalah gaya fisik yang paling kuat di seluruh alam semesta dan besarnya bermiliar-miliar-miliar-miliar kali lebih besar daripada gaya gravitasi. Hanya gaya ini, bukan lainnya, yang mampu menyatukan dua inti seperti ini.
Sekarang, hal paling aneh dari peristiwa ini adalah penelitian telah menunjukkan bahwa, sebegitu kuatnya gaya nuklir kuat ini, namun hanya cukup kuat untuk melakukan tepat apa yang selama ini telah dilakukannya. Jika hanya sedikit lebih lemah, maka gaya ini tidak mampu menyatukan dua inti. Sebaliknya, dua proton yang saling berdekatan akan segera saling menjauh, dan reaksi di matahari akan berhenti sebelum dimulai. Dengan kata lain, matahari tidak akan ada sebagai bintang yang memancarkan energi. Tentang hal ini, Greenstein menyatakan "Andai saja gaya nuklir kuat sedikit lebih lemah, cahaya bagi dunia tidak akan pernah menyala." 40
Bagaimana jika sebaliknya, gaya nuklir kuat sedikit lebih kuat? Untuk menjawabnya, mula-mula kita harus mempelajari proses perubahan dua inti hidrogen menjadi inti deuteron dengan lebih terperinci. Pertama, salah satu proton membuang muatannya untuk menjadi neutron. Neutron ini bergabung dengan proton menjadi deuteron. Gaya yang menyebabkan penyatuan ini disebut "gaya nuklir kuat"; gaya yang mengubah proton menjadi neutron adalah gaya yang berbeda yang disebut "gaya nuklir lemah". Tetapi lemah hanya dalam perbandingan, dan memerlukan sepuluh menit untuk melakukan pengubahan. Pada tingkat atom, ini adalah waktu yang begitu lama dan berakibat memperlambat laju reaksi di matahari.
Mari kita kembali ke pertanyaan kita: Apa yang akan terjadi jika gaya nuklir kuat sedikit lebih kuat? Jawabannya adalah reaksi di matahari akan jauh berubah sebab gaya nuklir lemah akan lenyap dari reaksi.
Jika gaya nuklir kuat lebih kuat dari yang ada, ini akan mampu menggabungkan dua proton seketika tanpa menunggu sepuluh menit yang diperlukan bagi proton untuk berubah menjadi neutron. Hasilnya akan terbentuk sebuah inti dengan dua proton bukannya deuteron. Ilmuwan menyebut inti seperti itu sebagai diproton. Sejauh ini, diproton adalah unsur teoretis sebab belum pernah teramati terjadi secara alamiah. Namun jika gaya nuklir kuat lebih kuat daripada sesungguhnya, maka akan terbentuk diproton nyata di matahari. Lantas apa? Dengan menghilangkan perubahan proton menjadi neutron, kita akan menghilangkan "penyumbatan" yang menjaga "mesin" matahari bekerja selambat sekarang. George Greenstein menjelaskan apa yang akan terjadi:
Matahari akan berubah, sebab tahap pertama dalam pembentukan helium bukan lagi pembentukan deuteron. Ini akan menjadi pembentukan di-proton. Dan reaksi ini sama sekali tidak memerlukan pengubahan proton menjadi neutron. Peran gaya nuklir lemah akan berakhir, dan hanya gaya nuklir kuat yang terlibat... dan sebagai hasilnya, bahan bakar matahari tiba-tiba akan menjadi sangat ampuh. Matahari dalam keadaan ini akan begitu kuat, begitu reaktif sehingga matahari dan setiap bintang yang lain akan meledak seketika. 41
Ledakan matahari akan menyebabkan dunia dan isinya terbakar, membuat planet biru kita beserta isinya hangus dalam beberapa detik. Disebabkan gaya nuklir kuat yang telah disesuaikan dengan tepat untuk tidak lebih kuat atau lebih lemah, laju reaksi nuklir matahari melambat dan matahari mampu memancarkan energi untuk bermiliar-miliar tahun. Penyesuaian yang teliti ini memungkinkan manusia untuk hidup. Jika terdapat sedikit saja penyimpangan dalam pengaturan ini, bintang-bintang (termasuk matahari) tidak akan terbentuk, kalaupun terbentuk akan segera meledak.
Dengan kata lain, struktur matahari bukanlah kebetulan atau ketidaksengajaan. Sungguh kebalikannya: Matahari telah diciptakan bagi kehidupan manusia, sebagaimana dinyatakan dalam ayat:
"Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan." (QS. Ar-Rahmaan, 55: 5)
REAKSI KRITIS DI MATAHARI
1. Bawah: Empat atom hidrogen di matahari bergabung menjadi sebuah atom helium.
Inti hidrogen dengan proton tunggal
Inti helium dengan dua proton dan dua neutron
2.Bawah: Ini adalah proses dengan dua langkah. Mula-mula dua atom hidrogen berfusi membentuk sebuah deuteron. Perubahan ini sangat pelan dan yang membuat matahari terbakar terus-menerus.

Inti hidrogen dengan proton tunggal
Inti deuteron dengan sebuah proton dan neutron
3.Jika gaya nuklir sedikit lebih kuat, sebuah di-proton akan terbentuk bukannya sebuah deuteron. Tetapi, reaksi seperti itu tidak dapat dipertahankan untuk waktu lama: Ledakan berkelanjutan yang menghancurkan akan terjadi hanya dalam beberapa detik.

Single-proton hydrogen nuclei
Di-proton nucleus with two proton
Proton dan Elektron
Sejauh ini kita telah mengkaji hal-hal yang terkait dengan gaya yang mempengaruhi inti atom. Terdapat keseimbangan lain dalam atom yang harus diperhatikan: keseimbangan antara inti dan elektron.
Baik massa maupun volume sebuah proton jauh lebih besar daripada elektron, namun anehnya, kedua partikel ini memiliki muatan listrik yang besarnya sama (meskipun berlawanan). Karena kenyataan ini, atom bermuatan listrik netral.
Dalam bahasa paling sederhana, elektron mengitari inti. Penyebabnya adalah muatan listrik. Elektron memiliki muatan negatif dan proton memiliki muatan positif. Muatan yang berlawanan saling tarik, sehingga elektron sebuah atom akan tertarik ke inti. Namun elektron juga berputar dengan kecepatan sangat tinggi yang dalam keadaan normal akan melontarkannya dari inti atom. Dua gaya ini (saling tarik dan daya lontar) seimbang sehingga elektron bergerak pada orbit mengitari inti.
Atom juga seimbang dalam hal muatan listrik: Jumlah elektron yang mengorbit sama dengan jumlah proton dalam inti (misalnya, oksigen memiliki delapan proton dan delapan elektron.). Dengan cara ini gaya listrik dalam atom seimbang, dan dari sisi listrik, atom bermuatan netral.
Sejauh ini, begitu banyak perihal kimia dasar. Namun terdapat satu hal dalam struktur yang kelihatan sederhana ini yang diabaikan banyak orang. Proton jauh lebih besar daripada elektron dari sisi ukuran dan berat. Seandainya elektron adalah biji kacang, maka proton akan sebesar manusia. Secara fisik mereka jauh berbeda.
Namun muatan listrik mereka besarnya sama!
Meskipun muatan mereka (elektron negatif, proton positif) berlawanan, besarnya sama. Tidak ada alasan jelas kenapa hal ini terjadi. Lebih meyakinkan (dan "masuk akal") jika sebuah elektron memiliki muatan yang jauh lebih kecil.
Jika hal ini benar, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Apa yang akan terjadi adalah setiap atom dalam alam semesta akan bermuatan positif bukannya netral. Dan karena muatan yang sama saling tolak, setiap atom di alam semesta akan mencoba dan menolak setiap atom yang lain. Alam seperti yang kita ketahui tidak akan ada.
Apa yang akan terjadi jika hal itu tiba-tiba terjadi sekarang? Apa yang akan terjadi jika setiap atom mulai saling tolak?
Hal yang sangat luar biasa akan terjadi. Mari kita mulai dari perubahan tubuh kita sendiri. Begitu hal ini terjadi, tangan dan lengan yang memegang buku ini akan seketika berantakan. Dan tidak hanya tangan, melainkan juga kaki, mata, gigi, dan setiap bagian tubuh akan meledak dalam kurang dari satu detik.
Ruangan tempat Anda duduk dan dunia sekitar akan meledak dalam sesaat. Seluruh lautan, gunung, planet dalam tata surya, bintang serta galaksi di alam semesta akan berantakan menjadi debu atom. Dan tidak akan ada sesuatu pun di alam semesta yang dapat diamati. Alam semesta akan menjadi sekumpulan atom tak beraturan yang saling tolak.
Seberapa besar perbedaan muatan listrik antara proton dan elektron untuk menjadikan hal mengerikan tersebut terjadi? Satu persen? Seper-sepuluh persen? George Greenstein menjawab pertanyaan ini dalam buku The Symbiotic Universe:
Benda kecil seperti batu, manusia, dan sebagainya akan terbang berantakan jika kedua muatan berbeda sekecil satu bagian dalam 100 miliar. Struktur lebih besar seperti bumi dan matahari memerlukan keseimbangan yang lebih sempurna untuk keberadaan mereka sampai satu bagian dari semiliar-miliar. 42
Ini adalah keseimbangan lain yang dengan tepat disesuaikan, yang membuktikan bahwa alam semesta dengan sengaja dirancang dan diciptakan untuk tujuan tertentu. Seperti diungkapkan John D. Barrow dan Frank J. Tipler dalam buku "The Anthropic Cosmological Principle", "terdapat rancangan besar dalam alam semesta yang memungkinkan perkembangan makhluk hidup berkecerdasan". 43
Tentu saja setiap rancangan membuktikan keberadaan "perancang" dengan kesadaran. Dialah Allah, "Penguasa seluruh alam", dijelaskan dalam Al Quran sebagai satu-satunya Kekuatan yang menciptakan alam semesta dari kehampaan, merancang, dan membentuknya atas kehendak-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran:
"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya." (QS. An-Naazi'aat, 79: 27-28)
Berkat keseimbangan luar biasa yang kita pelajari dalam bab ini, materi mampu bertahan dengan stabil, dan kestabilan ini merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Allah sebagaimana disebutkan dalam Al Quran:
"Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk." (QS. Ar-Rum, 30: 26)

Selasa, 09 September 2008

Urgensi Amanah Dalam Jama'ah Dakwah



Fathuddin Ja'far Lc MA
Amanah adalah salah satu sifat mulia yang harus dimiliki oleh setiap muslim, terlebih lagi bila ia menjadi pemimpin, ulama atau orang kaya. Lawan amanah adalah khianat. Sebab itu, tidak heran jika salah satu sifat yang wajib bagi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam adalah amanah. Sedangkan khianat merupakan salah satu sifat yang mustahil dimiliki oleh beliau.Amanah lazim dipahami sebagai sebuah karakter kejujuran dalam menjalankan tugas, pekerjaan atau kedudukan yang diperoleh atau diberikan. Ada lagi yang memahami amanah dengan memberikan atau menerima tugas dan tanggung jawab sesuai profesi dan keahlian. Ada pula yang mengartikan amanah sebagai penerapan hukum secara adil terhadap semua manusia, tanpa ada unsur kolusi dan nepotisme.Apapun bentuk definisi amanah yang dirumuskan, sulit menemukan sebuah definisi yang mencakup semua aspek yang terkandung dalam kata "amanah", karena begitu besar makna dan perannya dalam kehidupan, khususnya dalam kehidupan Dakwah Ilallah. Dakwah Ilallah akan terasa hampa dan kering tanpa amanah. Dakwah Ilallah akan hancur, paling tidak menyimpang dari jalan dakwah itu sendiri tanpa amanah, terlebih lagi jika yang tidak amanah itu para pemimpinnya, ulamanya dan para orang kaya yang ada di dalamnya.Amanah bukanlah sebuah rangkaian kata-kata indah yang selalu menghiasi bibir kita sehingga menjadi indah didengar dan dikhayalkan. Akan tetapi, amanah, khususnya dalam kehidupan jamaah dan dakwah Ilallah, hendaknya menjadi sebuah karakter permanen dalam diri para pemimpin, tokoh, ulama dan para aktivis dakwah yang tercermin bukan hanya dalam kata-kata, melaikan dapat pula diterjemahkan oleh pikiran, tulisan, perasaan, sikap dan tingkah laku keseharian.Tanpa amanah seperti yang disebutkan di atas, sulit bagi kita membangun jamaah dakwah Ilallah yang kuat, dan terhormat yang kehidupan sehari-harinya diliputi oleh suasana kasih sayang (mahabbah) dan kejujuran. Bila amanah sudah sirna, virus-virus kebencian, KKN, like and dislike, kecurangan, tidak transparan, licik, oportunis, persaingan tidak sehat, saling menjatuhkan dan bahkan memperjual belikan ayat-ayat Allah dengan harga (dunia) yang sedikit serta berbagai virus mematikan lain yang semakin merajalela. Akhirnya kehancuran yang akan menimpa (la samahallah).Rasul Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah mengingatkan kita: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Bersabda Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam: Bila amanah sudah diabaikan, maka tunggulah kehancuran. Dia berkata: Bagaimana mengabaikan amanah itu wahai baginda Rasulillah? Beliau menjawah: Bila diberikan suatu urusan/tugas/pekerjaan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran". [1]Agar kita mudah memahami dan menghayati kebesaran makna dan peran amanah dalam kehidupan, khususnya dalam kehidupan dakwah, mari kita simak dan renungkan beberapa kisah seputar amanah yang menakjubkan yang terjadi dalam sejarah umat Islam terdahulu, dimulai sejak Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam memimpin umatnya sampai beberapa abad setelahnya. Kisah-kisah di bawah ini mencerminkan amanah yang telah menjadi karakter masyarakat Islam sejak dari pemimpin, ulama, pegawai/profesional dan orang kaya dari kalangan kaum muslimin.Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dan Imam Muslim rahimahullah, pernah seorang wanita ternama mencuri di zaman Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam. Keluarganya mencoba mendapatkan keringanan (dispensasi hukum) dari Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam agar tidak diterapkan padanya hukuman potong tangan. Mendengar dan melihat gelagat mereka, beliau pun marah sambil berkata: "Wahai manusia! Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu hancur karena mereka (menerapkan hukum tebang pilih). Ketika yang mencuri (korupsi) itu dari kalangan terhormat, mereka membiarkannya. Namun, bila yang mencuri itu dari kalangan lemah (rakyat jelata), mereka terapkan hukum pada mereka. Demi Dzat (Allah) yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. Sekiranya Fathimah anak kesayangan Muhammad mencuri, pasti Muhammad potong tangannya". [1] [2]
Ini adalah amanah seorang penguasa dalam menerapkan undang-undang/peraturan terhadap semua rakyatnya.
Salah seorang anak amirul mukminin Umar Ibnul Khattab radhiyallahu 'anhu pernah meminjam modal untk berdagang dari Abu Musa Al-Asya’ari radhiyallahu 'anhu yang ketika itu menjadi Gubernur Kufah (Irak). Abu Musa meminjamkannya dari uang simpanan negara dengan syarat dikembalikan utuh, tanpa ada pemotongan sedikitpun. Perdaganganpun dijalankan sampai anak khalifah tersebut meraih keuntungan besar. Berita itu sampai kepada sang khalifah. Lalu beliau berkata kepada anaknya, "Ketika kamu membeli barang, para penjual pasti mendiscount harganya karena mereka mengetahui kamu adalah anak seorang Amirul Mukminin. Ketika kamu menjual barang daganganmu pasti dibeli dengan harga yang lebih tinggi karena para pembeli juga mengetahui kamu adalah anak Amirul Mukminin. Okelah... Jika demikian keadaannya, kaum Muslimin memiliki hak terhadap keuntungan yang kamu peroleh (karena modalnya dari harta mereka)."Lalu Umar membagi dua (50 : 50) keuntungan tersebut -sebagian untuk anaknya dan sebagian yang lain diserahkan ke Baitul Mal- Umar pun meminta agar modal yang dipinjam anaknya itu segera dikembalikan ke kas negara dan mengingatkan dengan keras akan perbuatan anaknya. Bukan hanya sampai di situ, Umar juga menegur Abu Musa dengan keras atas perbuatannya yang meminjamkan harta negara kepada anaknya yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Ini adalah amanah penguasa yang tidak tidur di malam hari demi menjaga harta rakyatnya serta tidak pandang bulu; teman atau keluarga terdekat sekalipun (tidak melakukan KKN).
Sholahuddin Al-Ayubi rahimahullah, adalah raja yang amat popular di zamannya dalam penaklukan dan kemenangan. Di tangannya negara memperoleh ghanimah (harta rampasan perang) yang sangat banyak. Semuanya beliau gunakan untuk wakaf pengembangan pendidikan, rumah sakit dan masjid yang bekas peninggalannya masih kita temukan sampai hari ini. Sungguh demikian, sedikitpun tidak ada yang beliau tinggalkan untuk dirinya dan anak-anaknya. Bahkan sejarah mencatat, ketika meninggal dunia, beliau adalah manusia yang paling miskin, tidak ada dirham, dinar, tanah dan rumah yang ditinggalkan untuk anak-anaknya.
Ini adalah amanah seorang pemimpin yang Mujahid yang tidak tergoda memperdagangkan jihad (perjuangan)-nya. Dia hanya mencari ridha, syurga dan ganjaran dari Allah sebagai ganti semua itu.
Ketika Khalifah Utsman Ibnu Affan radhiyallahu 'anhu hendak meminjamkan sebagian harta negara kepada beberapa orang (kawannya), ia memanggil direktur Baitul Mal dan memerintahkan agar merealisasikan permintaannya itu. Sang direkturpun menolak perintah Utsman. Lalu Utsman berkata padanya, "Kenapa kamu tidak mau merealisasikannya sedangkan kamu pegawai kami?"Sang Direkturpun lari menuju masjid (Nabawi) dan berkata dengan suara yang amat keras sehingga terdengar semua orang yang ada di masjid, "Wahai manusia! Utsman menduga bahwa saya adalah pegawainya. Saya sesungguhnya adalah pegawai yang menjaga Baitul Mal kalian. Baitul Mal ini milik kalian, bukan milik pribadinya. Ini kunci Baitul Mal itu, sekarang saya serahkan kepada kalian. Kemudian sang Direktur melemparkan kunci-knuci Baitul Mal itu dan langsung pergi."
Ini adalah amanah seorang pegawai yang terhormat. Dia tidak mau melecehkan peraturan demi hanya mencari keridhaan presiden atau pimpinannya.
Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib, khalifah Rasul keempat –karromallahu wajhah- pernah melewati sebuah masjid. Dia melihat seseorang sedang memberikan pelajaran agama kepada para hadirin. Lalu Ali berkata kepada sang ustadz tersebut, "Apakah Anda menguasai hukum-hukum dalam Al-Qur’an, nasikh (ayat-ayat yang membatalkan/menghapus hukum sebelumnya) dan mansukh (ayat-ayat yang dibatalkan/dihapus)?"Sang ustadz menjawab, "Saya belum mengetahuinya."Spontan Ali berkata, "Celaka engkau dan engkau mencelakakan masyarakat."Kemudian Ali melarang orang tersebut memberikan pelajaran agama kepada masyarakat.
Ini adalah amanah seorang Presiden dalam menjaga kemurnian ilmu dan aqidah umat agar tidak dirusak oleh orang-orang bodoh/ tidak berilmu.
Pernah suatu kali, Syekh Izzuddin Abdussalam, sang Jaksa Agung Damaskus berseberangan dengan Sultan Damaskus karena ia (Sultan Damaskus) bekerjasama dengan pihak asing untuk memerangi Sultan Mesir; saudara muslimnya. Syekh Izzuddin menganggap perbuatan itu adalah sebuah pengkhianatan terhadap kaum muslimin dan sebuah tindakan kriminal terhadap negerinya. Ketika Sultan Damaskus memecatnya, Sykeh Izzuddin tidak mau tinggal di negeri yang penguasanya adalah para pengkhianat atas hak-hak masyarakat, kemerdekaan dan kedaulatan mereka. Beliau tidak mau pulang ke Damaskus kendati sang Sultan sudah berupaya dengan segala cara seperti janji-janji manis nan menggiurkan.
Ini adalah amanah seorang alim (ulama) yang tegas menegakkan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim dan membongkar pengkhianatannya terhadap masyarakat, tanpa takut menghadapi berbagai ancaman penguasa demi berjalan di jalan Allah.
Pada suatu hari, ummul mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha bersedekah sebanyak 100.000 dirham sedangkan ia berpuasa dan memakai pakaian yang bertambal. Lalu pembantunya berkata kepadanya, "Wahai sekiranya engkau tinggalkan sedikit untuk membeli makanan untuk buka puasa kita hari ini. Tidak ada lagi yang bisa kita makan hari ini."Aisyah pun menjawab, "Kalau kamu ingatkan sejak awal, aku akan lakukan itu." [3]
Ini adalah amanah orang kaya mukmin yang lupa rasa lapar dalam dirinya. Pada waktu yang sama, ia malah ingat rasa lapar orang lain dari masyarakatnya.
Nah, setelah membaca sekelumit fakta sejarah umat Islam tentang amanah, timbul pertanyaan mendasar dalam diri kita: Di mana gerangan amanah seperti itu bersembunyi sekarang? Kapan kita mampu membangun jamaah dakwah yang tegak di atas dasar sifat atau karakter manah seperti yang dicontohkan umat Islam terdahulu? Semoga Allah melindungi kita semua dari sifat / karakter tidak amanah, siapapun kita. Amin yaa Robb...

Tour Of Jogja












Yogyakarta


Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti duluTiap sudut menyapaku bersahabat

penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgia saat kita sering luangkan waktu Nikmati bersama suasana Jogja


Di persimpangan, langkahku terhenti

Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera

Orang duduk bersila

Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu

Merintih sendiri, di tengah deru kotamu


(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)

Oh…(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)

(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)

(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)


Oh… Tak terobati
Musisi jalanan mulai beraksi, oh…Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali

Namun kotamu hadirkan senyummu abadi

Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi(untuk s’lalu pulang lagi)

Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)

Tak kembali…(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)

Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi

(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)

Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi

(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)

Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali

Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)Senyummu abadi, abadi…

Adab Berdo'a


1. Menjauhi makanan yang haram
2. Berdoa dengan ikhlas semata-mata kerana Allah
3. Dengan ada air sembahyang
4. Selalu melakukan sunat wuduk
5. Berdoa dengan suara perlahan-lahan
6. Mengakui kesalahan yang telah lalu
7. Memulai dengan memuji Allah, berselawat dan ditutup dengan selawat
8. Diulangi doa sebanyak tiga kali
9 Jangan meminta perkara yang mustahil
10.Dengan hati yang yakin bahawa doanya diterima oleh Allah


12 Langkah Menuju Kesempurnaan Ibadah Puasa


KapanLagi.com - Bulan puasa telah tiba, sekali dalam satu tahun kita mencoba merefleksi dan menjernihkan hati dan perbuatan kita. Agar puasa kita lebih sempurna tak ada salahnya kita mencermati beberapa petunjuk berpuasa yang ditulis Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Jarullah dalam bukunya RISALAH RAMADHAN. Dalam bukunya Beliau menulis 12 langkah mencapai kesempurnaan ibadah puasa:
1. Sahur. Makan sahur bisa membantu kekuatan fisik selama berpuasa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah." (HR. Bukhari dan muslim)2. Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya (imsak), sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hendaknya Anda berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar.
3. Segera berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Manusia senantiassa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur" (HR. Al Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)
4. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci.
5. Manfaatkan bulan ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan di dalamnya, yakni membaca Al Quran.
"Sesungguhnya Jibril alaihis salam selalu menemui Nabi shallallahu alaihi wa salllam untuk membacakan Al Quran baginya."(HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)
6. Jagalah ucapan dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Al Bukhari)
7. Hendaknya puasa tidak membuat kita keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sesuatu yang sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, seharusnya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jika Anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, jangan membalasnya dengan perbuatan serupa. Beri nasihat dan tolaklah dia dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kamu berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa".(HR. Al Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)
8. Hendaknya Anda selesai dari puasa dengan membawa takwa kepada Allah, takut dan bersyukur kepada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi Anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah takwa, sebab Allah berfirman: "Agar kamu bertakwa"(Al-Baqarah: 183).
9. Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), meskipun halal bagimu, agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan tersebut.
10. Makan-makanan yang halal. Tidak ada gunanya berpuasa dari yang halal, tetapi berbuka dengan yang haram.
11. Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kita lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluarga dibanding selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika di bulan Ramadhan.
12. Ucapkanlah Bismillah ketika kamu berbuka seraya berdo'a:
"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan atas rezki-Mu aku berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
Semoga puasa tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT. Selamat berpuasa. (rit)